Home Pertanian Cara Sukses Semai Kedelai, Minimalkan Resiko

Cara Sukses Semai Kedelai, Minimalkan Resiko

Cara Sukses Semai Kedelai

Saat ini, mungkin sebagian besar orang menganggap remeh aktivitas bertani, seperti menanam benih, merawatnya hingga siap panen, dan menjual hasil pertanian. Namun, kenyatannya tidaklah semudah itu. Bertani membutuhkan pengalaman yang sangat lama dalam menentukan keputusan yang sangat rumit bila ingin meminimalisir kerugian.

Salah satu keputusan tersebut adalah tingkat penyemaian–jumlah bibit yang ditanam per hektar. Dalam dunia pertanian, jumlah bibit kedelai yang Ideal per hektar adalah tema yang sangat panas dalam perdebatan.

Setelah sekian lama para peneliti membantu mencari jawaban, sebuah studi terbaru dari para peneliti dari Corteva Agriscience dan berbagai universitas di Amerika Serikat yang mengkhususkan diri pada kedelai memberikan jawaban yang paling lengkap untuk saat ini. Mereka sudah mempunyai kriteria khusus untuk sebuah nilai tingkat pembenihan yang optimal untuk para petani kedelai.

“Banyak pendapat yang membahas mengenai tingkat pembibitan kedelai yang optimal. Entah itu berdasarkan pengalaman pribadi atau eksperimen per wilayah,” kata Adam Gaspar dari Corteva Agriscience. “Penelitian kami berfokus pada studi tentang tingkat penyemaian kedelai yang terbesar pernah dilakukan. Dengan begini, kami berharap mampu membantu petani kedelai berdasarkan lokasi pertanian sehingga mampu mengurangi resiko kegagalan dan meningkatkan hasil panen.”

Dengan logika sederhana, petani yang menanam benih yang sedikit di lahan yang luas menghasilkan hasil panen yang jauh dari maksimal. Namun, kelebihan dalam menanam benih pun bisa membuat petani merugi karena hasil panen yang tidak sesuai hitungan di atas kertas.

Tingkat penyemaian yang optimal adalah kunci kesuksesan dalam bertani. Sehingga, petani bisa mengurangi resiko dan memaksimalkan produksi.

Gaspar menambahkan, “Benih merupakan investasi terbesar bagi petani dan mempunyai pengaruh yang signifikan pada hasil panen. Selain itu, keuntungan pun sangat tipis bila salah mengira jumlah benih yang tepat dalam lahan tertentu, mereka akan merugi bukan mendulang untung. Inilah yang diinginkan petani, yaitu cara menggunakan bibit seefisien mungkin tanpa meningkatkan kerugian.”

Melalui proyek kolaboratif ini sebagai penggagas yang menghubungkan tingkat penyamaian terhadap lingkungan dengan tingkat produktivitas yang berbeda, rendah, sedang, dan tinggi. Secara lebih rinci, jenis tanah, topografi, dan iklim juga mempengaruhi karakteristik lingkungan.

Sampel yang digunakan adalah 12 negara bagian ditambah Ontario dan Kanada dari kurung waktu 2005–2007 dan 2012–2017. Angka dianalisis adalah tingkat penyemaian, produktivitas, dan lingkungan.

Hasilnya, petani harus meningkatkan angka penyemaian di daerah dengan produktivitas lebih rendah dan mengurangi di lingkungan produktivitas tinggi. Meski begitu, tingkat penyemaian dapat berbeda  di satu kawasan. Oleh karena itu, pertimbangan angka penyemaian bisa berbeda dari petak a dan petak b berdasarkan jenis tanah, topografi, dan hasil sebelumnya. Laju pembenihan pun bisa diubah dalam setiap petak menggunakan teknologi penanam laju variabel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here