Home Perikanan Cara Unik Menangkap Ikan Ala Suku Anak Dalam

Cara Unik Menangkap Ikan Ala Suku Anak Dalam

Sumber foto: www.nps.gov

Agrozine.id – Suku Anak Dalam adalah salah satu suku asli yang mendiami wilayah pedalaman Pulau Sumatera, Indonesia. Tepatnya di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan. Mereka juga dikenal dengan sebutan Suku Kubu atau Orang Rimba. Suku ini dikenal memiliki keahlian dalam berburu di dalam hutan. Selain pandai berburu, Suku Anak Dalam juga memiliki keahlian dalam menangkap ikan di sungai.

Suku ini memiliki beberapa cara menangkap ikan yang berbeda. Berikut ini cara unik menangkap ikan ala suku anak dalam:

Memancing dengan Mantra

Suku Anak Dalam kalau memancing tidak memerlukan umpan khusus. Jadi, apa saja yang ada di sekitar mereka bisa dijadikan umpan. Uniknya, meskipun umpannya hanya selembar daun pakis pun tetap saja udang dan ikan memakan kail pancing mereka. Konon, rahasianya ada pada mantra khusus yang mereka ucapkan saat memancing ikan. Mereka meyakini mantra tersebut membuat ikan lapar sehingga memakan apa pun umpan yang mereka beri.

Ngakop dengan Tangan Kosong

Suku Anak Dalam juga suka menangkap ikan dengan cara ngakop, yaitu menangkap ikan dengan menggunakan kedua tangannya. Saat menjelang siang, mereka turun ke sungai menangkap ikan dengan tangan kosong. Keahlian ini diwariskan turun-temurun. Bahkan, anak-anak pun sudah ada yang bisa melakukannya.  Suku Anak Dalam sudah mengetahui lokasi di mana ikan-ikan tinggal. Itulah yang mempermudahnya dalam menangkap ikan. Para ibu-ibu di suku ini tahu tempat ikan berdiam, biasanya di bawah akar rumput. Jadi, mereka akan membalikkan akar rumput, ikan pun bubar dan tampak pergerakannya, lalu langsung ditangkap dengan tangan.

Diracun Pakai Tanaman

Ini adalah cara paling ampuh bagi Suku Anak Dalam dalam mendapatkan ikan yang banyak. Mereka meracun ikan menggunakan akar tuba atau kulit batang pohon berisil yang mudah didapatkan di hutan. Racun alami ini membuat ikan pusing atau pingsan sehingga mereka dengan mudah menangkapnya.  Biasanya cara ini dilakukan di sungail kecil yang lebarnya sekitar 1 meter saja. Caranya, akar tuba atau kulit pohon berisil dipukul-pukul dengan kayu di dalam air hingga keluar getahnya. Getah tersebut akan membuat ikan pusing dan matanya sakit sehingga ikan akan terbawa arus aliran sungai menuju jaring yang telah disiapkan di depan. Setelah terjaring, ikan tinggal diambil saja.

Memasang Lukah

Lukah adalah alat tangkap ikan tradisional yang terbuat dari bambu atau rotan yang dianyam rapat. Bentuknya seperti tabung panjang dengan ujung berbentuk kerucut tumpul. Lukah memiliki lubang di bagian ujungnya untuk masuknya ikan.

Lukah dipasang di sungai atau anak sungai dengan cara ditancapkan ke dasar sungai. Bagian mulut lukah dihadapkan ke arah arus air. Umpan ikan dimasukkan ke dalam lukah untuk menarik ikan masuk. Ikan yang tertarik dengan umpan akan masuk ke dalam lukah melalui lubang di bagian ujungnya. Sekali masuk, ikan tidak bisa keluar lagi karena terhalang oleh anyaman bambu yang rapat.

Suku Anak Dalam biasanya memeriksa lukah setiap hari untuk mengambil ikan yang terperangkap. Biasanya lukah dipasang di sore hari dan akan dibiarkan semalaman di sungai. Keesokan harinya, barulah lukah tersebut diangkat dan ikan diambil.

Dihompong

Hompong dalam bahasa Kubu Jambi memiliki arti pagar atau pembatas. Suku ini juga sering menangkap ikan disungai dengan cara di-hompong. Mereka membuat pembatas atau membendung sungai agar ikan tidak bisa lewat. Biasanya cara ini dilakukan saat menangkap ikan di sungai-sungai kecil. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here