Home Perkebunan Cargill Tropical Palm Hibahkan Tanah Kas Desa Seluas 90 Hektare di Ketapang

Cargill Tropical Palm Hibahkan Tanah Kas Desa Seluas 90 Hektare di Ketapang

Cargill Tropical Palm

Agrozine.id – Unit Bisnis Cargill Tropical Palm yang ada di Kalimantan, belum lama ini mengumumkan telah menyerahkan hibah Tanah Kas Desa (TKD) seluas kurang lebih 90 hektar (ha) kepada 15 desa serta melakukan pembayaran TKD.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya Cargill Tropical Palm menjaga komitmennya mematuhi peraturan desa dimana untuk memajukan ekonomi daerah di mana perkebunan kelapa sawit Cargill beroperasi.

Berdasarkan Peraturan Bupati Ketapang Nomor 27 Tahun 2009 terkait pengadaan Tanah Kas Desa menyatakan bahwa setiap perusahaan diwajibkan untuk menghibahkan lahan untuk Tanah Kas Desa (TKD) seluas masing-masing 6 hektar untuk setiap desa yang berada di wilayah operasional perusahaan.

Baca juga: Asian Agri Jalin Kemitraan dengan Petani Generasi Kedua

Perusahaan sawit Cargill Tropical Palm melalui PT Andes Agro Investama (AAI) dan PT Andes Sawit Lestari (ASL) telah memenuhi kewajiban tersebut sejak 2018 kepada empat desa di Kecamatan Kendawangan.

Pada tahun 2020 ini, Cargill telah menyerahkan hibah TKD kepada 15 desa di empat kecamatan yang berada di wilayah operasional perusahaan yaitu, Kecamatan Marau, Kecamatan Jelai Hulu, Kecamatan Manis Mata dan Kecamatan Air Upas.

Presiden Direktur Unit Bisnis Cargill Tropical Palm di Kalimantan, Anthony Yeow, mengatakan, Cargill Tropical Palm terus berupaya mendorong perubahan yang berkelanjutan, progresif, dan positif.

“Di Indonesia, kami mendukung masyarakat lokal di sekitar perkebunan sawit kami di Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan melalui berbagai inisiatif,” ujarnya.

Baca juga: Syngenta Lakukan Training of Trainers Petani Sawit di Kalimantan Barat

Selain terus bermitra dengan pemerintah lokal, Cargill telah menerapkan Praktik Pertanian yang Baik dan bekerja sama dengan pemangku kepentingan lain dengan memberikan pelatihan di bidang-bidang yang penting seperti pemetaan partisipatif, pengelolaan kawasan konservasi tinggi dan stok karbon tinggi serta pengelolaan limbah.

Guna memenuhi permintaan minyak sawit berkelanjutan yang terus meningkat, perlu dilakukan pengembangan industri sawit di Indonesia dan peningkatan kesejahteraan petani sawit dengan melibatkan kerja sama berbagai pihak.

Melalui praktik-praktik pertanian yang baik beserta pendampingan bagi para petani dalam membudayakan penerapan perkebunan yang berkelanjutan diharapkan dapat mendukung upaya industri sawit berkelanjutan di Indonesia khususnya. (ran)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here