Home Biodiversitas CIFOR Dukung Upaya Konservasi Burung dan Anggrek di Pulau Biak, Papua

CIFOR Dukung Upaya Konservasi Burung dan Anggrek di Pulau Biak, Papua

konservasi burung dan anggrek

Agrozine.id – Semua orang pasti sudah tau jika Papua adalah wilayah yang kaya akan keanekaragaman hayati, terlebih untuk spesies burung dan anggrek. Bahkan, di Pulau Biak terdapat Taman Burung dan Taman Anggrek (TBTA). Menyadari pentingnya konservasi burung dan anggrek, CIFOR telah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Papua.

Kerjasama tersebut dilakukan untuk menjaga agar upaya konservasi burung dan anggrek bisa optimal, dan juga cara mewujudkan tujuan membangunan pusat ekowisata dan edukasi lingkungan di Papua.

Sementara itu, ketua cagar burung dan anggrek di Pulau Biak, John Mampioper mengungkapkan potensi keanekaragaman hayati di Pulau Biak sangat tinggi. Bahkan, spesies baru terus ditemukan.

Papua menjadi rumah bagi banyak spesies burung unik, sebuah survey terbaru melaporkan sebanyak 716 burung terpantau di Pulau Biak ini.

Baca juga: Zeth Wonggor: Pemandu Burung Legendaris Asal Papua

“Indonesia memiliki 17 persen keanekearagaman hayati dunia, sekitar 50 persennya ada di Papua, termasuk di Pulau Biak,” kata Mampioper.

Konservasi Burung dan Anggrek di Papua

Selain itu, Pulau Biak memiliki beragam anggrek yang dikenal indah. Sekitar 2.500 – atau hampir separuh spesies yang ada di Indonesia. Beberapa diantaranya adalah spesies anggrek asli Papua yaitu seperti Paphiopedilum glanduliferum, Grammitis ceratocarpa, Grammitis coredrosora dan Grammitis habbensis. Salah satu spesies paling terkenal adalah angrek raksasa Irian, Grammatophyllum papuanuum.

Baca juga: Kisah Sukses Dedek, Petani Muda Anggrek Bermodal Rp 25 Ribu

Dan kini, spesies dan habitat ini berada dalam ancaman deforestasi, kerusakan lingkungan, perburuan dan perdagangan ilegal. Menghadapi tantangan-tantangan tersebut, berbagai upaya dilakukan banyak pihak dalam melindungi spesies endemik melalui berbagai cara, salah satunya melalui konservasi eksitu yakni Taman Burung dan Taman Anggrek (TBTA) Biak.

Sejak tahun 1980, TBTA Biak sudah didirkan oleh Pemerintah Provinsi Papua sebagai upaya untuk melindungi keanekaragama hayati, khususnya untuk spesies burung dan anggrek endemik Papua.

Tujuan didirikannya TBTA Biak ini adalah untuk mengoleksi, melindungi dan konservasi anggrek, burung dan spesies dilindungi, khususnya spesies asli Papua. Kemudian, mengembangkan taman menjadi pusat ekowisata dan edukasi lingkungan di Papua.

Namun, selama puluhan tahun berdiri, pengelola taman dan aktor terkait mengidentifikasi sejumlah kelemahan, seperti kurangnya pengembangan potensi jasa lingkungan melalui pendidikan dan pariwisata.

Baca juga: CIFOR Kelola Lahan Basah Wujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Menyadari pentingnya upaya konservasi keanekaragaman hayati di Papua, Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR) yang bekerjasama dengan aktor terkait terus memastikan tujuan pembangunan TBTA Biak dapat tercapai. (ran)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here