Home Perikanan Dampak Lingkungan Produksi RAS (Recirculating Aquaculture System)

Dampak Lingkungan Produksi RAS (Recirculating Aquaculture System)

Agrozine.id – Recirculating Aquaculture System (RAS) mendapat sambutan positif dari pembuat kebijakan atas pengurangan konsumsi air limbah dan daur ulang limbah, namun memerlukan biaya energi yang tinggi. Dalam banyak kasus biaya pemeliharaan listrik dan aerasi RAS kadang tidak terjangkau oleh konsumen. Dampak lingkungan produksi RAS telah diteliti oleh para peneliti.

Namun menurut hasil penilaian siklus hidup (LCA) budidaya ikan nila dan clarias di Swedia, mencatat bahwa produksi pakan memiliki dampak terbesar pada jejak lingkungan peternakan. Penurunan beban energi ini dapat menjadi hal yang biasa seiring dengan peningkatan teknologi RAS karen ikan yang dibudidayakan dengan teknologi ini dapat berkontribusi pada sistem pangan yang berkelanjutan.

Peneliti telah melakukan LCA untuk mengukur dampak lingkungan yang terkaitd dengan produksi RAS, mulai dari produksi benih hingga pemotongan ikan. Para peneliti juga melakukan analisis sensitivitas dan memodelkan skenario produksi alternatif untuk menetapkan baseline komparatif. Penelitian ini menempatkan kinerja lingkungan dari fasilitas RAS dalam konteks untuk menyoroti trade-off antara produksi konvensional dan RAS.

Baca Juga : Mengenal Teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS)

Hasil penelitian menunjuukan bahwa aquafeed membawa beban lingkungan terbesar selama siklus produksi. Hal tersebut dikarenakan komponen aquafeed seperti pakan yang terbuat dari kedelai, minyak ikan dan produk sampingan unggas membawa dampak lingkungan sebelum diubah jadi pakan. Potensi eutrofikasi dalam air budidaya pakan juga tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bawah dampak lingkungan yang diberikan produk aquafeed bervariasi, tergantung pada kredensial keberlanjutan pakan tersebut.

Baca Juga : Wittaya Aqua : Teknologi Perikanan Ramah Lingkungan 

Para peneliti menekankan bahwa potensi peningkatan untuk produksi RAS sangat besar mengingat dampak dari setiap input produksi dapat dikurangi karena industri mengadopsi inovasi baru dan berkelanjutan. Jika industri seperti aquafeed dan pembangkit listrik mengadaptasi langkah-langkah ramah lingkungan, manfaat produksi RAS akan lebih terasa.

Produksi RAS memiliki penggunaan energi yang cukup tinggi. Oleh karena itu untuk mengurangi dampak lingkungan produksi RAS diperlukan adanya beberapa langkah pencegahan seperti membuat insulasi bangunan berkualitas tinggi di lokasi produksi untuk mengurangi biaya penggunaan listrik.Terlepas dari dampak yang ditimbulkannya, peneliti menyimpulkan bahwa peningkatan produksi RAS dapat membuat sistem pangan Swedia berkelanjutan.  Negara-negara dengan infrastruktru dan investasi kebijakan yang sama dapat melakukan hal serupa.(ira)

 

Tonton video menarik ini :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here