Home Kampus Dicari: 5000 Milenial Jawa Barat Yang Mau Jadi Petani

Dicari: 5000 Milenial Jawa Barat Yang Mau Jadi Petani

Agrozine.id – “Dicari 5000 anak muda Jawa Barat yang mau bela negara dengan menjadi Petani 4.0,” begitu kira-kira bunyi twit Ridwan Kamil (@ridwankamil) beberapa hari lalu di akhir Januari ini.

Gubernur Provinsi Jawa Barat ke-15 ini pun melampirkan sebuah video, di mana Kang Emil, sapaan akrabnya, tengah memperlihatkan sebuah mesin canggih. Mesin itu ditengarai sebagai mesin yang bakal menggerakkan proses bercocok tanam secara otomatis. “Ini adalah sebuah teknologi bagaimana kita sekarang bercocok tanam tidak konvensional lagi, tapi menggunakan teknologi. Mesin ini nantinya yang akan mengolah air, kemudian pupuk cair, kemudian meneteskannya seperti infus. Makanya saya menyebutnya pertanian infus, ke tanaman-tanaman yang ada di greenhouse,” jelasnya.

baca juga: Dosen IPB University BIcara Tentang Kesehatan Ekonomi Perikanan

Teknologi Smart Greenhouse dengan metode pertanian sistem infus tersebut diresmikan oleh Ridwan Kamil di Wanaraja Garut, sebagai bagian dari pencanangan revolusi pertanian 4.0 di Jawa Barat.

“Inilah rencana besar tahun 2021, inilah masa depan Indonesia. Kami butuhkan anak muda bertani yang kita sebut petani milenial,” jelasnya lebih lanjut.

Teknologi Smart Greenhouse diciptakan untuk memanipulasi kondisi lingkungan agar tanaman dapat berkembang secara optimal, sehingga pada akhirnya membantu meningkatkan produktivitas panen, contohnya panen jagung di Garut. 

“Bercocok tanam bisa 12 bulan, tidak lagi konvensional yang biasanya 9 bulan, 3 bulannya karena cuaca kering atau cuaca yang berlebihan. Dengan teknologi ini, produktivitas naik dan pendapatan naik,” terang Ridwan Kamil mengenai alasan teknologi Smart Greenhouse dikembangkan.

Metode pertanian sistem infus yang mendukung Smart Greenhouse merupakan metode yang canggih karena didesain khusus dengan program komputerisasi untuk mengatur pemberian pupuk (nutrisi) dan pengairan secara otomatis. Selain itu, sistem infus ini juga memungkinkan hemat dalam penggunaan air karena hanya mengonsumsi 20 persen air dari kebutuhan biasanya. Sementara, produksi pertanian dipercaya mampu naik 2 kali lipat.

“Saya bertekad kita harus bersama-sama menjadikan pangan sebagai sumber pendapatan utama ekonomi di Jabar,” ucap Ridwan Kamil melalui konferensi pers yang diadakan seusai peresmian Smart Greenhouse tersebut.

Selain itu, Pemda Provinsi Jabar juga berencana akan memaksimalkan beberapa lahan miliknya, mengingat kondisi tanahnya yang amat subur. Hal ini untuk mendukung program Petani Milenial yang kemudian diluncurkan. Petani 4.0 tersebut nantinya akan diberikan modal oleh Bank BJB, dibeli dan dibimbing produknya oleh PT Agro Jabar. “Hayu, tinggal di desa, rezeki kota, dengan bisnis digital yang mendunia,” ungkapnya.

Buat kamu yang sudah tidak sabar untuk mendaftar, rencananya Petani Milenial akan diluncurkan pada Februari 2021. (fida)

tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here