Home Kampus Djaka Padmaprasetya: COO Startup Inagri Lulusan Unpad

Djaka Padmaprasetya: COO Startup Inagri Lulusan Unpad

Agrozine – Bukan sekadar nilai nominal, namun juga dapat bermanfaat untuk orang lain. Inilah pelajaran yang didapatkan Djaka Padmaprasetya, COO dan Co-Founder startup pertanian Inagri selama berwirausaha. Pria kelahiran Bandung, 24 Juli 1992 ini merupakan lulusan prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran 2010. Sebelum lulus kuliah, Djaka telah memikirkan tujuan selanjutnya antara berwirausaha dan bekerja di perusahaan.

“Pas lulus kuliah saya langsung bisnis, tapi bisnisnya di bidang kuliner. Awal bisnis mulai tahun 2015 itu ternak lele, trus bisnis cilok, dan kue basah. Dan itu memang pure dari nol, tidak ada pengalaman bekerja sebelumnya,” ujar Djaka. Menurutnya bila berwirausaha, flow kerja dapat dibuat sendiri. Djaka berikhtiar dalam bisnis, namun ternyata belum matang karena belum ada pengalaman.

Djaka sempat bekerja di perusahaan eksportir buah dan sayuran. Ia ingin mempelajari cara mengelola perusahaan dan mencari pengalaman. Pada pertengahan 2016, Djaka dihubungi oleh Shiddiq yang sekarang menjadi CEO dan Founder Inagri. “Awal mulanya dari Shiddiq yang memiliki latar belakang IT. Aku masih bisnis bidang kuliner pada saat itu dan pada awal tahun 2016 mulai berkebun,” jelasnya.

Djaka Padmaprasetya dan Shiddiq Azis merintis Inagri sebagai marketplace B2B (business-to-business) untuk supply komoditas buah, sayur, dan pangan. Awalnya startup pertanian Inagri mengirimkan produk dari rumah ke rumah. Namun kini, Inagri juga mengirimkan produk pertanian ke restoran dan café.

Dalam prosesnya, Djaka dan tim Inagri sempat menemui berbagai kendala. Karena bisnisnya berkaitan dengan jasa, barang yang tidak sesuai dengan pasar akan ditolak. “Pada saat sampai ke customer, kalau barangnya tidak sesuai dan direject. Kadang ngerasa sayang sama barang padahal bisa dipakai,” ujar Djaka. Ia juga sempat mengalami kerugian ratusan juta.

View this post on Instagram

Inaventory's Team

A post shared by Djaka Padmaprasetya (@djakapadma) on

Dibalik itu, Djaka juga menceritakan kebahagiaan selama berwirausaha. Saat ini, Inagri tengah fokus dalam pengembangan komoditas kopi dan bekerjasama dengan koperasi di daerah Majalaya. Koperasi yang telah berdiri sejak tahun 2012 ini hanya bisa menjual kopi dalam bentuk ceri dengan harga Rp 6.500 per kg hingga tahun 2019.

Namun setelah bekerjasama dengan Inagri pada tahun 2020, koperasi mitra dapat menjual kopi berbentuk green bean yang memiliki nilai jual tinggi. “Inagri membantu proses pengolahan kopi menjadi green bean yang harganya bisa mencapai Rp 50.000 hingga Rp 60.000 per kg,” pungkasnya. (rin)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here