Home Peternakan Dokter Hewan Ini Sukses Kembangkan Usaha Ternak Sapi Bali

Dokter Hewan Ini Sukses Kembangkan Usaha Ternak Sapi Bali

Agrozine.id – Budidaya Sapi Bali memang sangat menjanjikan, terutama dilakukan langsung di Bali. drh bernama I Nyoman Tri Oka Sumarjaya atau yang akrab disapa Oka melihat peluang budidaya sapi Bali dan usaha tersebut sudah digelutinya sejak tahun 2010 lalu. Memiliki latar belakang keluarga yang menggeluti usaha ternak sapi Bali  dan didukung dengan backgroud pendidikan sebagai dokter hewan membawa Oka sukses menjadi salah satu peternak sapi Bali dengan omset fantastis.

“Sebelumnya memang lokasi kami ini sudah 1990-an memang sudah menjalankan peternakan dari orangtua dan dari dulu memang kebiasaan orang Bali beternak sapi, ayam, babi semuanya termasuk budaya. Nah kami disini mengembangkan mulai dari peternakan tradisional sampai intensif. Jadi di 2010 disini memang kami mulai dengan luas lahan 1,45 ha dan kami gunakan untuk peternakan sekitar 20% dan sisa lahan itu kami gunakan untuk pengolahan dari limbah padat dan limbah cair ternak sapi itu sendiri”, ujar Oka.

Sejak kecil Oka sudah akrab dengan dunia peternakan karena orangtuanya. Saat kuliah dirinya memilih jurusan kedokteran hewan dengan tujuan saat lulus bisa mengaplikasikan ilmunya di peternakan milik keluarganya dan mengembangkan peternakannya. Saat ini ada dua komoditas yang diternakkan oleh Ok yaitu sapi dan babi. Menariknya lagi, lokasi peternakannya diintegrasikan dengan perkebunan atau disebutnya sebagai integrated farming.

“Kalau bahasanya Integrated farming. Jadi selain memang kita beternak, hasil dari ternaknya itu berupa limbah bisa kita kelola untuk hal yang bermanfaat. Jadi kita bisa jadikan kotoran ternak itu jadi pupuk dan limbah cair berupa urinnya kita fermentasi, kita olah menjadi pupuk cairnya”, ujarnya.

Baca Juga: Pakar Peternakan UGM Ingatkan Ancaman Flu Babi Afrika

Peternakan sapi milik Oka dibagi menjadi dua yaitu kandang khusus penggemukan dan kandang khsusus untuk pembibitan sapi. Saat ini di kandang pembibitan terdapat sekitar 130 ekor sapi betina.  

Sejauh ini pemasaran yang dilakukan oleh Oka masih konvensional, artinya konsumen yang membutuhkan sapi yang langsung mendatanginya ke lokasi peternakan. “ Kami sudah ada langganan baik dari Bali maupun dari pulau Jawa. Kalau dari Bali sendiri memang serapan daging sapi tidak sebanyak di pulau Jawa. Kalau untuk di Bali sendiri kebanyakan yang terserap adalah bibit, kalau untuk daging lebih dominan di luar Bali”, tutur Oka.

Baca Juga: Sinatria Farm: Pelopor Sistem Kandang Domba Anti Bau

Dalam mengelola peternakannya, kendala yang dialami oleh Oka adalah limbah. Namun saat ini ia dan tim di peternakannya sudah mulai bisa mengolah limbah yang dihasilkan sapi menjadi pupuk yang digunakan kembali untuk kebutuhan peternakan. Namun dibalik kendala yang dihadapinya, Oka juga bersyukur bisa membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar melalui usaha peternakannya. 

“Jadi selain membantu perekonomian masyarakat sekitar, mempekerjakan teman-teman sekitar, kami juga turut membantu konservasi secara genetik dari sapi Balinya”, ujarnya. Sama seperti peternak lainnya, suka dalam mengelola peternakan menurut Oka adalah ketika sapi ternaknya terjual dengan harga yang sesuai. Belajar dari pengalamannya pernah tertipu dengan konsumen, kini Oka mulai belajar membuat perubahan dalam pengelolaan peternakan sapi miliknya . 

Berbagai pengalaman baik suka maupun duka dalam menjalankan usaha ternak sapi Bali sudah dirasakan Oka, bahkan ia pernah merasakan ditipu oleh konsumen hingga akhirnya membuat ia menjadi paham cara mengatasi setiap kendala yang muncul dalam usaha peternakannya. “Akhirnya kalau sekarang setiap ada masalah, atau ada hambatan, kita jalani, kita cari solusi dari masalah tersebut. Jadi kalaupun dibilang duka ya kami enjoy aja menjalaninya”, ujar Oka. (ira)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here