Home Kampus Dosen FTIP Unpad: Inovasi Perbanyak Lebah Tanpa Sengat

Dosen FTIP Unpad: Inovasi Perbanyak Lebah Tanpa Sengat

Agrozine – Budidaya lebah tanpa sengat tengah marak marak dilakukan masyarakat. Potensinya terbilang menjanjikan, namun dibalik keuntungan tersebut kelangsungan koloni lebah di alam liar ikut terancam.  Pasalnya, koloni lebah tanpa sengat (Trigona sp.) diekstrasi besar-besaran dari hutan untuk dijadikan bibit budidaya. Hal inilah yang dapat mempercepat proses kepunahan spesies lebah tanpa sengat. Sadar akan ancaman tersebut, Dosen Fakultas Teknologi Industri Pertanian Unpad Dr. Mahani, M.Si. membuat inovasi untuk memperbanyak lebah tanpa sengat.

Inovasi cepat dan mudah ini telah dikembangkan sejak 2017 dan diberi nama Teknik Rapid Slit. Pengembangan teknik ini berangkat dari proses penggandaan koloni (breeding) yang membutuhkan waktu hingga 6 bulan. Lewat teknik ini, satu koloni baru dapat lahir dalam waktu yang sangat singkat. “Teknik rapid split hanya butuh waktu 20 detik. Kalau 1 hari kerja itu 8 jam, maka bisa berapa ribu koloni yang bisa kita split,” ungkap Mahani. Proses penggandaan merupakan upaya untuk menjamin kelangsungan ekosistem lebah trigona di alam liar.

Teknik Rapid Split ini dapat mengatasi kendala ketersediaan bibit pada kegiatan budidaya maupun pembibitan lebah. Mahani yang juga merupakan seorang pembudidaya lebah menambahkan, pengambilan koloni di hutan secara langsung tidak terlepas dari risiko. Peralihan koloni lebah dari alam untuk dibudidayakan akan berdampak pada keseimbangan ekologis. Selain itu, pengambilan koloni secara masif dapat mengundang predator maupun kompetitornya.

Menurut Mahani, tingkat kematian koloni lebah tanpa sengat bisa mencapai 30 persen per tahun karena tidak mampu bertahan selama budidaya. Padahal, lebah trigona termasuk hewan yang tahan terhadap penyakit. “Memang betul saat di alam liar tidak ada laporan adanya penyakit. Tetapi setelah dibudidayakan, banyak laporan tentang adanya penyakit. Sementara masyarakat tidak siap,” ujarnya. Jika dibiarkan, populasi lebah trigona dapat terancam. Untuk itu, penggandaan koloni merupakan alternatif untuk menjaga keseimbangan ekosistem koloni lebah trigona di alam.

 

Proses Teknik Rapid Slit

Inovasi perbanyak lebah tanpa sengat ini cukup sederhana. Menurut Maharani, terdapat sejumlah aspek penting dalam Teknik Rapid Slit. Yang pertama adalah mempersiapkan kotak anakan. Kotak ini terlebih dulu dilumuri dengan material feromon yang disebutnya sebagai “parfum lebah”. Parfum yang dilumuri pada dinding dapat mempercepat proses adaptasi lebah dengan habitat barunya. “Feromon ini membuat lebah merasa bahwa (kotak anakan baru) itu adalah tempat tinggalnya,” jelas Mahani.

Proses penggandaan lebah terbilang mudah, cukup dengan menukar kotak indukan ke kotak anakan. Dalam proses ini, Mahani mengembangkan tiga kotak berisi lebah yang disusun secara vertikal dan menukar kotak di bagian tengah dan atas dari indukan ke anakan. Kurang dari 1 menit, proses pertukaran kotak dapat menghasilkan satu koloni baru. Maharani menjelaskan, masa pembentukan koloni baru di kotak anakan merupakan fase kritis. Koloni baru masih rentan untuk berpindah dari kotak, sehingga dapat mengundang predator datang. Untuk itu, kotak anakan baru harus ditutup dengan propolis untuk melindungi koloni.

Kotak anakan juga diberi lubang kecil untuk mobilitas. Ukuran lubang dapat disesuaikan dengan ukuran badan lebah trigona. Dengan begini, lebah bisa keluar masuk kotak dengan aman dan predator tidak bisa masuk. “Dari sisi tingkat keamanan, ini sudah jadi pengaman koloni baru dari fase kritisnya,” lanjut Mahani. Selama dua minggu, koloni lebah baru sudah mulai stabil. Bahkan, dalam 3 hari, corong sudah bisa tumbuh di kotak baru. “Teknik Rapid Split menjadi satu penemuan luar biasa dalam teknik split di dunia budidaya lebah tanpa sengat,” imbuhnya.

Inovasi perbanyak lebah tanpa sengat merupakan hasil pemikiran penerima penghargaan inovator propolis dari Business Innovation Center Indonesia ini. Secara kontinu, Mahani akan terus mengembangkan inovasi yang efektif untuk memperbanyak lebah tanpa sengat sehingga tidak memerlukan waktu yang lama. Desain kotak lebah teknik ini juga merupakan hasil pengembangannya bersama para peternak lebah. Saat ini, kotak lebah tiga susun hasil pengembangan Mahani sudah mendapatkan paten. (rin)

Dilansir dari siaran pers Unpad, pada Minggu (26/7)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here