Home Kampus Dosen FTIP Unpad: Pemanfaatan Botol Bekas untuk Budidaya Sayuran Hidroponik

Dosen FTIP Unpad: Pemanfaatan Botol Bekas untuk Budidaya Sayuran Hidroponik

Sayuran Hidroponik

Agrozine – Pandemi Covid-19 menuntut kita untuk lebih banyak beraktivitas di rumah. Hal ini dilakukan untuk menghindari penyebaran virus corona yang mungkin menyerang kita dan keluarga. Sebagai bentuk adaptasi, mahasiswa mengikuti kegiatan belajar mengajar yang dilakukan secara online, termasuk kegiatan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM). Dua dosen dari Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran (Unpad) yakni Dr. Ir. Lukito Hasta, M.Sc dan Ahmad Thoriq, S.TP., M,Si. membimbing mahasiswa melalui kegiatan KKNM dengan tema “Produksi Sayuran Melalui Sistem Hidroponik Dari Botol Bekas Sebagai Upaya Meningkatkan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Dimasa Pandemi Covid-19”.

Kegiatan ini diikuti oleh 11 mahasiswa Universitas Padjadjaran yang berasal dari berbagai program studi, diantaranya Ilmu Keperawatan, Sastra Jepang, Sastra Inggris, Hukum, Akuntansi, Ilmu Pemerintahan, dan Administrasi Bisnis. Bertanam sayuran hidroponik juga merupakan hal yang baru bagi sebagian besar peserta KKNM ini. Pelaksanaan kegiatan dilakukan berbasis modul yang disusun secara rinci dan mudah dilaksankana dengan memanfaatkan botol bekas yang ada di rumah. Dalam hal ini, WhatsApp Group digunakan sebagai sarana diskusi dan konsultasi bimbingan bila peserta KKNM menemui kendala.

Baca Juga : Tips Budidaya Sayuran Organik

Pada tahap awal, peserta diharuskan menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk membuat sistem hidroponik. Beberapa peralatan seperti botol bekas tersedia dan mudah ditemui di rumah, sedangkan bahan lainnya seperti benih sayuran dapat dibeli secara online ataupun di toko pertanian. Setelah semua bahan tersedia, selanjutnya dilakukan penyemaian bibit dan persiapan media tanam. Bila bibit yang disemai telah muncul empat helai daun, maka dapat dipindahkan ke media tanam yang telah disipkan. Untuk perawatan tanaman, dilakukan dengan cara mengontrol kondisi larutan nutrisi.

Setelah proses perawatan selama dua minggu, sayuran hidroponik dari botol bekas dapat didistribusikan peserta KKNM ke tetangga terdekat dari rumah. Sebagian masyarakat mengapresiasi kegiatan KKNM yang dilakukan oleh mahasiswa Unpad dan tertarik untuk mempelajari lebih lanjut budidaya sayuran hidroponik. Selain itu, kegiatan KKNM yang dibimbing oleh dosen FTIP Unpad ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai budidaya sayuran hidroponik yang memiliki prospek menjanjikan. (rin)

Dilansir dari siaran pers FTIP Unpad pada 14 Agustus 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here