Home Kampus Dosen Unpad: Sektor Pertanian Memerlukan Inovasi Generasi Muda

Dosen Unpad: Sektor Pertanian Memerlukan Inovasi Generasi Muda

Pertanian

Agrozine – Indonesia memiliki potensi keanekaragaman hayati besar dengan kekayaan energi matahari dan curah hujan yang baik. Hanya saja, kemajuan pertanian Indonesia masih menemui sejumlah tantangan. Untuk itu, diperlukan berbagai inovasi agar pertanian Indonesia mampu berdaya saing. Dosen Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Padjadjaran (Unpad) Dr. Tomy Perdana, M.M. mengatakan, tantangan di sektor pertanian saat ini menjadi semakin menarik. Pasalnya, di tengah situasi pandemi Covid-19, lahir permasalahan kompleks yang semakin tidak pasti.

“Sehingga mendorong kita semua dalam menyelesaikan persoalan di pertanian ini harus lebih cerdas,” ungkap Tomy saat menjadi pembicara dalam acara Sosialisasi Tanihub Group Project Challenge “Agrifuture for Everyone: Membangun Ekosistem Pertanian Indonesia” yang digelar secara daring, pada Senin (5/10). Sosialisasi ini digelar atas kerjasama Unpad melalui Pusat Pengembangan Karier (PPK) Direktorat Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni dengan Tanihub Group.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Direktur Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni Unpad Dr. Boy Yoseph Cahya Sunan Sakti Syah Alam, M.T., dengan moderator Kepala Kantor PPK Unpad Dr. Rosaria Mita Amalia, M.Hum. Penyelesaian permasalahan tersebut ternyata tidak lagi menjadi tanggung jawab bidang ilmu pertanian. Seluruh bidang keilmuan berperan penting dalam menyelesaikan permasalahan di pertanian.

Tomy memaparkan sejumlah isu dan tantangan pertanian Indonesia saat ini. Beberapa diantaranya seperti daya saing produk yang rendah; ketersediaan bibit, pupuk, dan pestisida; rendahnya pengetahuan petani akan teknologi; masih rendahnya wawasan food losses dan waste management; manajemen logistik, hingga regenerasi petani. Peneliti rantai pasok pangan ini menjelaskan, walaupun dikaruniai bidoversitas dan energi yang besar, sebagian besar sistem pertanian Indonesia masih berskala kecil dan belum berkelanjutan.

“Di satu sisi kita punya sifat alami yang luar biasa, tetapi di satu sisi di kita yang banyak berkembang petani berskala kecil sehingga sistem pertaniannya harus kita kembangkan secara inklusif,” terangnya. Head of Partnership & Social Impact Tanihub Group Deeng Sanyoto memetakan sejumlah permasalahan riil yang terjadi di sektor pertanian Indonesia, mulai dari pra-panen, masa panen, pasca-panen, distribusi, hingga proses pengemasan.

Kondisi ini mendorong sejumlah pihak berupaya mencari inovasi untuk mendukung kemajuan ekosistem pertanian. Salah satunya Tanihub, yang mewujudkannya melalui program “Tanihub Group Project Challenge”. Program yang digelar atas kerjasama Tanihub dengan Unpad ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa, alumni, dan dosen untuk menciptakan konsep dan gagasan mengenai inovasi yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan di lapangan. Mulai dari petani, pelaku pasar, hingga bidang lain yang berpengaruh langsung pada sektor ini.

Melalui program Tanihub ini, generasi muda diharapkan dapat menjadi solusi atas beragam tantangan yang terjadi dalam dunia pertanian Indonesia. Selain itu, program ini juga menjadi salah satu implementasi kebijakan Kampus Merdeka-Merdeka Belajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di Unpad. Dengan demikian, peserta program tidak hanya berasal dari rumpun keilmuan agrokompleks, tetapi juga terbuka untuk bidang keilmuan lainnya. Informasi lebih lanjut mengenai program “Tanihub Group Project Challenge” bisa dilihat pada tautan blog.tanihub.com. (rin)

 

Dilansir dari siaran pers Unpad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here