Home Perikanan Dosen UNS Kembangkan Pakan Pelet Ikan Dari Maggot

Dosen UNS Kembangkan Pakan Pelet Ikan Dari Maggot

pakan pelet ikan

Agrozine.id – Masalah terkait pakan ikan sudah lama dirasakan oleh pembudidaya ikan. Harga pakan ikan buatan yang kian mahal, membuat para pelaku usaha budidaya akuakultur ini kewalahan. Namun, belakangan ini, Manggot kian populer di kalangan pembudidaya ikan di Indonesia. Maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF) berpotensi untuk dijadikan pakan ikan. Maka dari itu, Tim Dosen dari Grup Riset ITP Hewani Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mencoba untuk mengaplikasikan teknologi pakan yang mengubah maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF) menjadi pakan pelet ikan terapung.

Pakan pelet berbahan dasar maggot ini memiliki potensi besar karena diketahui bahwa kandungan proteinnya yang sangat tinggi yaitu sekitar 42% lengkap dengan asam aminonya. Kandungan protein pada larva BSF ini jauh lebih tinggi dibandingkan protein pakan jenis lainnya yang umumnya sekitar 17% -20%.

Dr. Agung Budiharjo selaku Ketua Tim Riset yang juga merupakan dosen Fakultas Biologi UNS mengatakan jika penggunaan protein yang berasal dari golongan insekta lebih ekonomis, bersifat ramah lingkungan, serta mempunyai peran yang penting secara biologi. Selain itu, insekta khususnya larva BSF bukan merupakan bahan pangan manusia. Sehingga konsumsinya tidak berkompetisi dengan manusia.

Baca juga: Pemanfaatan Kotoran Sapi untuk Pakan Ayam Kampung

Dr. Agung bersama dengan anggota timnya yang terdiri dari Dr. Adi Magna Patriadi Nuhriawangsa, Lilik Retna Kartikasari, Ph.D, dan Bayu Setya Hertanto, S.Pt., M.Sc. membuat pakan ikan dari maggot dengan teknik pelleting yang bertujuan agar kandungan maggot dapat dipertahankan dan dapat memenuhi nutrisi ikan.

Lebih lanjut, Dr. Agung menjelaskan alasan dipilihnya Teknik palleting ini karena pakan pelet sesuai dengan selera pasar pakan ikan komersil. Selain itu juga dapat meningkatkan efektivitas pemberian pakan karena ternak mendapatkan semua nutrien yang ada di dalam pakan.

Tidak hanya sampai disitu, tim riset UNS ini juga melakukan pelatihan membuat pakan ikan kepada mitra yaitu Mazgot BSF Boyolali yang beralamat di Desa Trimulyo RT 01/RW 11, Penggung, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Adapun pelatihan yang dilakukan meliputi penyusunan formula pakan dengan menggunakan metode pearson, teknik pencampuran pakan yang baik, proses membuat pakan pelet, dan pegujian kualitas fisik pakan pelet ikan secara sederhana.

Baca juga: Potensi Pemanfaatan Limbah Peternakan Ulat Tepung (Tenebrio molitor)

Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok mitra. Sehingga mereka mampu memproduksi pakan pelet ikan secara mandiri. (ran)

 

Tonton video menarik berikut ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here