Home Peternakan Dr Sahara, Dosen IPB University Jelaskan Penyebab dan Solusi Naiknya Harga Daging...

Dr Sahara, Dosen IPB University Jelaskan Penyebab dan Solusi Naiknya Harga Daging Sapi

Peduli dengan Naiknya Harga Daging Sapi

Agrozine.id – Dalam beberapa waktu terakhir, isu kenaikan harga daging sapi sedang menjadi perbincangan. Polemik harga daging sapi yang meroket tersebut turut menjadi perhatian ekonom IPB University, Dr Sahara. Beliau mengungkapkan kenaikan lonjakan harga daging sapi ini adalah akibat dari ketergantungan Indonesia terhadap daging sapi impor sangat tinggi. Oleh karena itu perlu adanya solusi naiknya harga daging sapi ini.

Perubahan harga daging sapi yang terjadi di negara-negara produsen sapi di tingkat dunia akan berdampak terhadap naiknya harga daging sapi di Indonesia. Dikatakan Dr Sahara bahwa dari sisi supply, situasi pandemi dan kondisi cuaca menyebabkan terganggunya produksi, distribusi dan pengolahan komoditas sapi, terutama di negara-negara produsen sapi di dunia.

Baca Juga: Pembiakan Sapi Efisien dan Ramah Lingkungan untuk Peternak

Dicontohkan oleh Dr Sahara, salah satu negara produsen daging sapi yaitu Australia pernah mengalami penurunan karena kekeringan panjang di tahun 2019 dan hal tersebut memicu kenaikan harga daging sapi.  Selain itu pandemi Covid-19 juga berdampak terhadap produksi dan processor daging sapi di dunia seperti yang dialami Amerika Serikat. Banyak tempat pemotongan daging mengalami kewalahan karena kekurangan tenaga kerja akibat dampak pandemi dan menyebabkan penumpukan sapi hidup di tempat pemotongan hewan.

Bukan hanya itu, kondisi cuaca yang tidak menentu juga menjadi penyebab naiknya harga daging sapi di negara-negara produsen sapi dan tren kenaikan harga tersebut semakin terasa di akhir tahun 2020 dan berlangsung hingga sekarang.

Baca Juga: Tips Budidaya Pembibitan Sapi Bali

Menanggapi naiknya harga daging sapi di pasaran, Dr Sahara mengungkapkan perlunya upaya peningkatan produksi daging sapi dalam negeri untuk jangka panjang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan skala usaha peternak sapi lokal. Untuk memenuhi kebutuhan sapi 100 persen dalam negeri tampaknya sulit, namun melalui upaya peningkatan skala produksi setidaknya ketergantungan Indonesia terhadap sapi impor bisa dikurangi.

Untuk memperbesar skala produksi daging sapi, maka pengolahan bisnis perlu diperbesar dengan cara mengubah dari pemeliharaan ternak secara individu menjadi kelompok besar dengan format koperasi berbarengan dengan food estate.

“Melalui peningkatan skala usaha dan skala produksi tersebut, maka peternak tang terlibat dapat meningkatkan posisi tawar dalam pembelian input terutama pakan dan juga meningkatkan posisi tawar peternak dalam memasarkan ternaknya, sehingga hal ini dapat menjadi salah satu solusi naiknya harga daging sapi di Indonesia”, tuturnya. (ira)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here