Home Kampus Dua Dosen FPIK Unpad Raih Penghargaan dari FPIK Unkhair

Dua Dosen FPIK Unpad Raih Penghargaan dari FPIK Unkhair

Agrozine – Dua dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran (Unpad) menorehkan prestasi dalam seminar internasional. Fittrie Meyllianawaty Pratiwy, Ph.D. dan Ibnu Faizal, M.T meraih penghargaan sebagai “The Best Presenter” dalam event “The 1st International Conference Fisheries and Marine” yang diselenggarakan oleh FPIK Universitas Khairun. Acara ini diselenggarakan pada 13-15 Juli 2020 dan diikuti sebanyak 85 peserta dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Portugal, Brunei Darussalam, serta Malaysia.

International conference

Seminar dibagi ke dalam lima ruang keilmuan, yakni oseanografi, akuakultur, perikanan tangkap, bioteknologi, dan manajemen pesisir. Pada kesempatan ini, Fittrie mempresentasikan riset di ruang akuakultur dengan judul “Circadian Rhythms of Feeding Activity in Nile Tilapia (Oreochromis niloticus)”. Riset ini meneliti ritme perilaku makan ikan di siang dan malam hari untuk melihat apakah aktivitas makan ikan nila diatur oleh osilator sirkadian internal atau tidak.

Aktivitas makan ikan diamati pada intensitas cahaya dan suhu yang terkontrol. Fittrie menjelaskan, hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan nila memiliki kapasitas dualistik untuk makan baik dalam fase terang maupun gelap. “Di bawah eksperimen ritme sirkadian dengan kondisi lingkungan yang konstan, satu individu menunjukkan fenomena bebas dalam aktivitas makannya. Hasilnya menunjukkan bahwa perilaku makan nila tilapia di bawah kendali jam biologis,” kata Fittrie.

Yang menarik, individu tersebut menujukkan ritme sirkadian yang lebih lama dari 24 jam (τ = 24,4) bila dihadapkan pada kegelapan konstan di satu sisi. Sementara ketika terkena cahaya konstan di sisi lain, ritme sirkadian nya lebih pendek dari 24 jam (τ = 23,6). “Dengan demikian, ikan nila tampaknya memiliki sistem jam biologis ganda dan sistem sirkadian ini dapat mempengaruhi perubahan musiman aktivitas makan makanan yang disinkronkan dengan perubahan fotoperiode alami” ujar dosen FPIK Unpad ini.

Sementara itu, Ibnu mempresentasikan riset di ruang oseanografi yang berjudul “Vulnerability of Java Sea Marine Protected Areas Affected by Marine Debris”. Riset ini membahas tentang ancaman yang dihadapi Kawasan Konservasi (KK) sebagai area konservasi perlindungan ekosistem, yakni polusi sampah laut. Sampah laut merupakan isu global yang mengancam ekosistem pada KK seperti terumbu karang, lamun, dan mangrove.

Riset Ibnu berfokus untuk menilai kerentanan KK berdasarkan lintasan sampah laut yang dipengaruhi oleh kondisi oseanografi. Dalam penelitian ini, ia berkolaborasi dengan dosen FPIK Unpad Noir Primadona Purba, S.Pi., M.Si. “Tiga kawasan konservasi dipilih di wilayah laut Jawa termasuk Taman Nasional Kepulauan Seribu, Kawasan Konservasi Pulau Biawak, dan Taman Nasional Kepulauan Karimunjawa. Kami mensimulasikan kondisi laut dalam dua musim,” ujar Ibnu.

Hasil penelitian menunjukkan, sampah laut yang mengambang di sekitar KK berpotensi mencapai pantai di area KK dan memiliki pola yang berbeda tiap musim. Sampah laut berhasil mendarat di zona yang paling penting, yakni zona inti dan zona penyangga. Pemodelan sampah laut yang digunakan dalam riset ini dapat memberikan informasi kepada pihak berwenang terkait titik pendaratan puing-puing mengambang. Dengan demikian, keputusan manajemen yang lebih baik dapat dibuat untuk memerangi masalah puing laut global. (rin)

 

Dilansir dari siaran pers Unpad, pada Kamis (6/8)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here