Home Biodiversitas Empat Ekor Kukang Dimerdekakan Ke Hutan Cagar Alam Maninjau, Sumatra Barat

Empat Ekor Kukang Dimerdekakan Ke Hutan Cagar Alam Maninjau, Sumatra Barat

www.trouvailles.co

Agrozine – Kukang yang bernama latin Nycticebus coucang adalah jenis primata yang dilindungi oleh peraturan perundangan di Indonesia. Di internasional, status konservasinya adalah terancam punah (endangered) dan masuk dalam klasifikasi Appendix I yang artinya tidak boleh dimanfaatkan untuk perdagangan.

Kukang dilindungi berdasarkan Undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dan peraturan menteri lingkungan hidup dan kehutanan nomor P.106/2018 yang melarang setiap orang untuk menangkap, melukai, membunuh, memiliki, menyimpan, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa dilindungi baik dalam keadaan hidup, mati ataupun bagian-bagian tubuhnya. Sanksi pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak seratus juta rupiah.

Berkaitan dengan hal tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat di bulan kemerdekaan ini melepasliarkan empat ekor satwa dilindungi jenis Kukang (Nycticebus coucang) di kawasan hutan Cagar Alam Maninjau kabupaten Agam, tepanya pada tanggal 15 Agustus 2022. Dari empat satwa kukang yang dilepasliarkan, tiga ekor diantaranya merupakan barang bukti perdagangan satwa. Sementara, satu ekor kukang lainnya merupakan penyerahan warga Lubuk Basung kepada BKSDA melalui Resor Maninjau. Kukang itu ditemukan di dalam rumahnya pada tanggal 11 Agustus. Setelah itu, kukang langsung diamankan dan selanjutnya dilaporkan ke BKSDA melalui Resor Maninjau. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Agam selaku Jaksa Penuntut Umum, Penyidik Satreskrim Polres Agam, dan BKSDA.

Sebelum dilepaskan, satwa sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan dan dinyatakan sehat. Dengan pelepasan empat ekor satwa kukang ini membuktikan bahwa kolaborasi para pihak termasuk masyarakat dalam upaya konservasi satwa liar semakin meningkat dan semakin baik.

Hutan Cagar Alam Maninjau telah menjadi habitat binatang buas, seperti harimau Sumatera dan beruang madu. Selain binatang buas, di lokasi itu terdapat hewan langka, seperti harimau dahan, landak, trenggiling, burung enggang, burung kuau, elang, kucing emas, kucing hutan, siamang, rusa, kijang, dan kancil. Cagar Alam seluas 21.891 hektar ini berlokasi di wilayah Kabupaten Agam dan Padang Pariaman. Salah satu bunga langka yang terdapat di Cagar Alam Maninjau adalah bunga raflesia terbesar di Indonesia, yaitu memiliki diameter sebesar 111 cm. Cagar alam ini memiliki daya tarik lain yaitu Danau Maninjau yang luasnya mencapai 99.5 kilometer. Tentunya, cagar alam ini menjadi tempat yang terbaik bagi kehidupan kukang yang memang habitat aslinya di hutan. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here