Home Kampus ESL IPB Lakukan Pelatihan Urban Farming untuk Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga

ESL IPB Lakukan Pelatihan Urban Farming untuk Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga

Agrozine.id – Kegiatan pertanian termudah salah satunya adalah bercocok tanam di rumah. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan organik maupun nonorganik seperti botol bekas, gelas plastik dan lainnya. Namun kagiatan ini justru seringkali menghasilkan limbah rumah tangga. Oleh karena itu departemen ESL IPB university melakukan pelatihan urban farming sekaligus sebagai upaya untuk memanfaatkan limbah rumah tangga.

Pelatihan sebagai upaya pemanfaatan limbah rumah tangga dilaksanakan di kebun gudang Bank Sampah Srikandi Berdikari (BSSB) yang diikuti oleh warga desa Pasarean, Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor.

Dr Ahyar Ismail, selaku Ketua Departemen ESL dalam sambutannya menyampaikan dengan diadakannya pelatihan ini maka warga desa Pasarean dapat memperoleh edukasi yang baik karena narasumber dari NOSC yang memberikan materi sudah sangat berpengalaman dan diharapkan masyarakat dapat langsung mempraktekkan ilmu yang diperoleh dengan limbah rumah tangga baik organik maupun non organik di sekitar rumah.

“Cara menanam yang baik sehingga menghasilkan tanaman yang baik juga. Semuanya akan dijelaskan dan dipraktekkan oleh narasumber”, jelas Dr Ahyar.

Baca Juga: Ika Mulyasari : Berbagi Ilmu Urban Farming Melalui Nuka Farms

NOSC (Nagrak organik SRI Center) yang menjadi narasumber dalam pelatihan urban farming ini merupakan pusat pelatihan pertanian organik yang berlokasi di  Nagrak-Sukabumi yang dipimpin oleh Iwan Setiaji.

“Ide ini muncul atas dasar pemanfaatan lahan minimalis, pemanfaatan limbah rumah tangga, kesulitan mendapatkan pangan dalam kondisi tertentu, terlebih pada saat pandemi Covid 19 ini banyak masyarakat yang melakukan urban farming karena aktivitas mereka banyak dilakukan di rumah sehingga semakin meningkatnya kesadaran mereka terhadap pangan sehat”, ungkap Iwan.

Dalam praktik memanfaatkan limbah rumah tangga untuk bercocok tanam, maka yang perlu dipersiapkan adalah unsur hara berupa tanah, sekam hitam dan pupuk cair berupa mol atau pupuk organik padat berupa kompos. Ketiga bahan ini digunakan dengan perbandingan 2:1:1. Sedangkan untuk wadah tanam dapat menggunakan polibag atau botol bekas maupun plastik bekas yang ada di rumah.

Baca Juga: Penang Targetkan Peluncuran 100 Komunitas Urban Farming Tahun 2025

Dengan kegiatan bercocok tanam  dan pelatihan urban farming ini maka limbah rumah tangga yang tadinya tidak terpakai dapat digunakan sebagai wadah tanam, dan diharapkan dengan adanya pelatihan urban farming yang dilakukan oleh ESL IPB University dan NOSC ini dapat memberikan edukasi yang baik bagi warga desa Pasarean untuk bercocok tanam sekaligus juga memanfaatkan limbah rumah tangga yang bisa digunakan agar tidak menjadi sampah yang terbuang begitu saja. (ira)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here