Home Kampus Evaluasi Anggaran Program Ekowisata di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Evaluasi Anggaran Program Ekowisata di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Program Ekowisata

Agrozine.id – Salah satu cara untuk menilai keberhasilan organisasi, instansi maupun lembaga adalah dinilai melalui kinerja anggaran. Hal tersebutlah yang juga dilakukan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Oleh karena itu Desty Sunja Purnama melakukan penelitian dengan judul Evaluasi Anggaran Program Ekowisata di TNGGP dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan antara perencanaan dan penggunaan anggaran dan mengukur tingkat kesesuaian  anggaran serta menilai upaya harmonisasi anggaran ekowisata di TNGGP.

Program Ekowisata

Topik penelitian yang dipilih oleh Desty merupakan usulan dari dosen pembimbingnya di Fakultas Kehutanan IPB University. “Waktu itu memang disuruh sama dosen pembimbing untuk ngambil data di TNGGP karena pada saat yang sama ada mahasiswa beliau S3 yang juga penelitian disana, jadi kami bagi-bagi topik dan saya kebagian untuk meneliti evaluasi anggaran program ekowisata ini”, ucapnya.

Desty membutuhkan waktu sekitar 4 bulan untuk menyelesaikan penelitiannya hingga proses penyusunan skripsi. Metode yang digunakannya adalah metode penelitian sosial yaitu kuesioner, observasi lapang non partisipan dan studi literatur.

Meneliti tentang penggunaan anggaran sebuah instansi menjadi tantangan yang dihadapi Desty, pasalnya selama proses perkuliahan di kehutanan tidak ada pembelajaran yang membahas tentang penggunaan anggaran. “Jadi saya harus mempelajari dari dasar banget, dari nol banget”, ujar perempuan asal Jambi ini.

Program Ekowisata
Salah satu sarana prasarana ekowisata di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Anggaran ekowisata di TNGGP meliputi anggaran tahap perencanaan, pengembangan sumberdaya manusia, promosi, pembangunan sarana prasarana dan anggaran pemeliharaan ekowisata. Pada tahun 2019, TNGGP menjadi percontohan dalam pengelolaan anggaran.

Baca Juga : Ekowisata Pantai Lovina di Bali, Bisa Melihat Atraksi Lumba-Lumba

Pengelolaan anggaran taman nasional dibuat oleh pihak Balai untuk digunakan dalam berbagai program kerja termasuk program ekowisata. Sehingga secara jika dilihat secara langsung adanya pengelolaan anggaran tidak berpengaruh pada masyarakat. “Penelitian ini bisa berdampak secara langsung ke masyarakat tapi mungkin nggak secara langsung karena memang pada dasarnya penelitian ini fokusnya pada pengelola. Kalau untuk melihat dampak secara langsung ke masyarakat mungkin beda jalur lagi”ujar Desty.

Melalui penelitiannya Desty berharap bisa memberikan gambaran kepada masyarakat yang ingin melakukan usaha ekowisata. Selain itu, ia juga berharap adanya kelanjutan dari penelitian tersebut.

Program Ekowisata
Jembatan Gantung Situ Gunung, salah satu destinasi ekowisata di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

“Jadikan penelitianku ini memang masih dasar banget ya untuk penelitian anggaran program ekowisata, itu sebenarnya cuma mau melihat anggarannya apa aja dan terealisasikan untuk apa aja. Mungkin nanti kalau ada yang mau melanjutkan penelitian ini bisa diperkecil atau difokuskan karena kan kalau penelitianku ini secara general. Nah pengennya ada yang nerusin penelitian ini, misalnya di Sukabumi mereka punya program ekowisata. Jadi inginnya ada yang meneliti tentang anggaran ini di semua resort yang dipunya TNGGP ini. Jadi penelitian ini juga bisa jadi acuan kalau TNGGP kan pengelolaan uangnya sudah bagus. Jadi bisa menjadi acuan untuk pihak TN yang lain dalam merencanakan anggaran program mereka”, ujarnya. (ira)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here