Home Pertanian Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Gabah Di Indonesia

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Gabah Di Indonesia

faktor yang mempengaruhi kualitas gabah

Agrozine.id – Sebagai negara agraris yang memiliki sumber daya melimpah, Indonesia sangat potensial untuk pengembangan usaha agribisnis, sehingga dapat berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian. Pembangunan sektor pertanian sangat penting dilakukan untuk menciptakan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Tanaman pangan yang banyak diusahakan oleh rumah tangga petani adalah padi sebagai penghasil gabah/beras. Penelitian mengenai kualitas gabah di Indonesia masih sangat jarang. Maka dari itu, penting diketahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas gabah di Indonesia.

Baca juga: Faperta Unsoed: Kembangkan Beras Protein Tinggi Petani Dawuhan

Berkaitan dengan upaya stabilisasi harga gabah di tingkat petani produsen, pemerintah menetapkan kebijakan jangka pendek berupa Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk mengatur mekanisme penetapan harga transaksi baik di tingkat petani maupun penggilingan.

Pada beberapa penelitian lain menyebutkan bahwa, HPP yang ditetapkan pemerintah digunakan untuk patokan pembelian gabah petani yang jatuh, meskipun harganya kurang menguntungkan petani karena dianggap tidak sesuai dengan kondisi saat ini. HPP yang digunakan tergantung pada kualitas gabah yang dijual oleh petani.

Menurut Inpres No. 5 Tahun 2015, kriteria yang digunakan saat ini untuk menentukan kualitas gabah adalah kadar air dan kadar hampa/kotor gabah, sedangkan kualitas gabah di Indonesia ada tiga jenis, yaitu GKG (Gabah Kering Giling), GKP (Gabah Kering Panen), dan kualitas rendah.

Baca juga: Kementan Revitalisasi Penggilingan Padi untuk Tingkatkan Produksi Beras

Pada penelitian yang dilakukan Desy Setiawati, seorang Fungsional Statistisi Ahli Muda, Badan Pusat Statistik, pemodelan kualitas gabah di Indonesia untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas gabah. Beberapa faktor yang digunakan dalam penelitian ini mempertimbangkan faktor sesuai kriteria Inpres dan faktor lain di luar kriteria Inpres.

Dari hasil kajiannya tersebut, diketahui bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas gabah antara lain yaitu harga gabah tingkat petani, ongkos angkut ke penggilingan, ongkos lainnya, kadar air, dan kadar hampa/kotor gabah. Kemudian, untuk varietas gabah tidak berpengaruh terhadap kualitas gabah.

Menurutnya, penentuan kualitas gabah saat ini masih menggunakan kadar air dan kadar hampa/kotor saja, sehingga perlu juga dipertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat berpengaruh terhadap kualitas gabah, agar keputusan/kebijakan yang dihasilkan lebih tepat. (ran)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here