Home Kampus Fakultas Pertanian UMP: Inovasi Produk Olahan Berbahan Dasar Bengkuang

Fakultas Pertanian UMP: Inovasi Produk Olahan Berbahan Dasar Bengkuang

Fakultas Pertanian UMP

Agrozine.id – Produk olahan bengkuang. Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menghelat program tahunan, Program Desa Mitra di Desa Linggasari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Desa atau daerah yang terpilih memiliki keunggulan ataupun merupakan sentra komoditas pertanian. Desa Linggasari merupakan kawasan sentra bengkuang yang memiliki konsep ‘satu desa, satu produk’ (one village, one product).

Program ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah terhadap produk olahan dengan inovasi-inovasi tambahan, sehingga produk olahan akan lebih beragam dan bervariasi. Harapannya, produk olahan berbahan dasar bengkuang juga dapat menjadi tambahan penghasilan bagi masyarakat sekitar.

Dengan potensi desa, Pemerintah Desa Linggasari turut memberikan dukungan melalui pembangunan pasar bengkuang di Jalan Purwokerto-Purbalingga Jalur Utara.

Kegiatan inovasi produk olahan bengkuang ini bertempat di Laboraturium Terpadu Fakultas Pertanian UMP pada Sabtu (8/8) dan dihadiri oleh Kepala Desa Linggasari, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Pertanian, Kepala Prodi Agribisnis, Kepala Kebun Budidaya, Praktikum dan Penelitian, Ibu-ibu PKK Desa Linggasari serta Dosen dan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Pertanian.

Baca Juga : Fakultas Pertanian Universitas Jember Jalin Kerjasama dengan PT Perkebunan Nusantara XII

Dekan Faperta Sulistyani Budingsih, S.P., M.P mengatakan, Fakultas Pertanian UMP melakukan inovasi-inovasi tambahan agar olahan tersebut lebih bervariasi, sehingga olahan pangan berbahan baku bengkuang dapat memberikan nilai tambah dari produk yang ada. Berbagai inovasi modern kian dilakukan untuk mengikuti perkembangan zaman, sehingga baik untuk kemajuan pertanian di Indonesia.

“Dalam kegiatan ini kami belajar bagaimana caranya membuat toktel, moci bengkuang dan selai bengkuang, dengan harapan pelatihan ini dapat menginspirasi masyarakat untuk mengembangkan produk-produk olahan bengkuang yang sudah diberikan pelatihannya,” ujar Ketua Inovasi Produk Olahan Bengkuang, Maya Furi Anggraeni.

Menurut Maya, kegiatan ini akan dilakukan secara berkelanjutan. Tidak hanya pengolahan produk saja, namun juga bagaimana cara memasarkan, mengelola, kemudian bisa menjadi usaha yang berkelanjutan kedepannya.

Baca Juga : Teknologi Ultra Fine Buble IPB University Kembalikan Kejayaan Bawang Putih

Sementara itu, Kepala Desa Linggasari Tuti Irawati berharap, kegiatan inovasi produk olahan bengkuang pada kali ini membawa nama Desa Linggasari dapat menjadikan icon bengkuang sebagai icon Desa Linggasari. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here