Home Kampus Fapet UB Bentuk Program Klaster Sapi Potong di Kabupaten Malang

Fapet UB Bentuk Program Klaster Sapi Potong di Kabupaten Malang

program klaster sapi potong

Agrozine.id – Pusat Studi Ternak Pedaging Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya  bekerjasama dengan Bank Indonesia dan Dinas Peternakan Kabupaten Malang, mengadakan sosialisasi dan pelatihan kepada kelompok peternak “Rojo Koyo” terkait program klaster sapi potong di  Desa Senggren, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang pada Senin (24/08/2020) lalu. Kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan Inseminasi Buatan (IB) dengan menggunakan double dosis (dua straw untuk satu kali IB) kepada 53 ekor sapi.

Meskipun dilakukan secara tatap muka kegiatan berjalan sesuai dengan protokol kesehatan. Pada kesempatan itu dihadiri Dekan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Malang, Kepala Desa Senggreng, dan perwakilan Pimpinan Bank Indonesia Malang.

Kegiatan ini merupakan program lanjutan kerjasama antara Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya dengan Bank Indonesia mengenai pembentukan klaster sapi potong yang sebelumnya telah sukses membina kelompok ternak sapi potong di Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro hingga mendapatkan juara nasional.

Dikutip dari Prasetya Online UB  (05/09/2020), Prof. Dr. Ir. Trinil Susilawati, MS. selaku dosen Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya dan ketua tim pusat studi ternak pedaging mengungkapkan jika program ini adalah sebuah usaha untuk mewujudkan swasembada daging nasional adalah penguatan pembibitan sapi potong lokal. Sehingga dapat meningkatkan populasi sapi potong dan menekan jumlah impor daging sapi maupun produk olahannya.

Menurut hasil survey dan pengamatan oleh tim pusat studi ternak pedaging Universitas Brawijaya, kelompok ternak di Desa Senggren memiliki potensi untuk penerapan program pembentukan klaster pembibitan sapi potong. Oleh karena itu dibuatlah sebuah percontohan sistem pembibitan sapi potong yang berbasis komersil.

Kegiatan pembentukan klaster bibit sapi potong ini dilakukan bersinergi dengan program pemerintah bernama SIKOMANDAN (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri). Program ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produksi ternak sapi dan kerbau dalam negeri. Program ini diluncurkan pada era Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada  awal tahun 2020 lalu.

Prof. Trinil berharap pembentukan klaster sapi potong di Desa Senggreng juga dapat menuai kesuksesan seperti kelompok ternak binaan sebelumnya yang ada di Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro. (ran)

 

Dilansir dari berita UB, Sabtu (05/09/2020)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here