Home Kampus Fapet UGM Dampingi Peternak Sapi Potong di Gunungkidul

Fapet UGM Dampingi Peternak Sapi Potong di Gunungkidul

peternak sapi potong

Agrozine.id – Sektor peternakan di tanah air juga terdampak dari pandemi Covid-19. Kelompok peternak sapi potong Margo Mulyo Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta juga turut merasakan dampak dari pandemi ini.

Pandemi Covid-19 memberikan dampak pada penurunan harga jual sapi ujar Ir. F. Trisakti Haryadi, M.Si., Ph.D., IPM. Dosen Fakultas Peternakan UGM. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada kelompok tani Margo Mulyo menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap usaha peternakan dalam tingkat menengah, sedangkan dampak risiko sosial terhadap usaha peternakan tergolong sangat kecil.

“Selama pandemi, sapi mengalami penurunan harga jual dan interaksi langsung antar peternak terhambat karena adanya social distancing. Namun, hal tersebut kurang berdampak besar pada pada usaha peternakan yang mereka jalankan,” paparnya.

Dr. Ir. Siti Andarwati, S.Pt., M.P., IPM. dan Ni Made Ari Kusuma Dewi, S.Pt. melakukan penelitian bersama yang menjelaskan tentang kondisi pada kelompok ternak Margo Mulyo menjadi bukti bahwa usaha peternakan dengan skala kecil bisa bertahan dalam menghadapi bencana dan pandemi.

Dari hasil tersebut, bisa memperkuat pandangan tentang usaha pertanian dan peternakan masih bisa berkontribusi bagi keluarga para perlaku usaha bahkan di masa krisis akbiat bencana maupun pandemi. Sehingga, usaha pertanian dan peternakan bisa dijadikan sebagai pekerjaan  alternatif bagi mereka yang terkena dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) terutama di sektor industri.

Usaha peternakan skala kecil memiliki ciri khusus ketika menjalankan usahanya, yaitu suasana kebersamaannya jelas Trisakti. Semua anggota kelompok ternak Margo Mulyo menyartakan bahwa risiko dari pandemi dalam menjalankan usaha, yaitu adanya keterbatasan untuk berkomunikasi.

Trisakti menjelaskan bahwa setiap peternak memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menghadapi risiko tersebut. Ada sebanyak 23,5% peternak menyatakan bahwa pemasaran menjadi risiko terhadap usahanya, namun setengahnya memiliki solusi dengan cara menunda penjualan sampai harga daging menjadi stabil. Sedangkan untuk interaksi sosial, semua peternak mempunyai solusi dengan cara melakukan komunikasi melakui aplikasi WhatsApp atau melalui telepon bahkan berinteraksi secara langsung.

Namun, kelompok peternak sapi potong Margo Mulyo juga membutuhkan pendampingan dalam meningkatkan kemampuan dalam menghadapi risiko sosial maupun risiko penurunan harga jual ternak, jelas Trisakti. Edukasi dalam pemanfaatan media komunikasi juga diperlukan oleh peternak agar lebih efektif dalam berinteraksi sesama peternak dan mendukung usaha peternakan yang dijalankannya.

Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., IPU., ASEAN. Eng., mengatakan pandemi Covid-19 berimbas pada usaha ternak sapi potong rakyat. Karenanya pendampingan dari berbagai pihak, termasuk akademisi penting untuk dapat membantu para peternak terus bertahan menjalankan usaha di tengah pandemi. Penelitian yang dilakukan para dosen Fakultas Peternakan UGM ini menjadi salah satu bentuk wujud kepedulian akademik terhadap pandemi Covid-19. (ran)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here