Home Peternakan Fapet Unsoed: Inovasi Peningkatan Populasi Sapi Potong

Fapet Unsoed: Inovasi Peningkatan Populasi Sapi Potong

upaya peningkatan populasi sapi potong

Agrozine – Para pakar bidang peternakan tengah berupaya untuk mencapai peningkatan populasi sapi potong di Indonesia. Forum Group Discussion (FGD) yang dihelat Fakultas Peternakan Unsoed pada Selasa (14/7) menjadi sarana diskusi para pakar peternakan untuk meningkatkan produksi daging guna mensukseskan ketahanan pangan menuju swasembada pangan bertema “Perkembangan, Peluang, dan Tantangan Implentasi SK Penetapan Wilayah Sumber Bibit di Masing-Masing Kabupaten”.

Pemetaan dan review proses pencarian genetik sapi potong lokal berkualitas di Indonesia, khususnya Kabupaten di wilayah Jawa Tengah tentu mejadi ulasan utama. Termasuk inovasi aplikasi teknologi ternak yang menjadi salah satu upaya peningkatan populasi sapi dan pengembangannya yang dapat dilakukan para pakar peternakan.

Narasumber yang menjadi pembicara dalam diskusi ini antara lain Ir. Sugiono, MP (Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak), Dr. drh. I Ketut Diarmita, MP (Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian), dan Ir. Lalu Muhamad Safriadi, MM (Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah). Sedangkan pembahas terdiri dari Prof. Dr. Ir. Mas Yedi Sumaryadi, MS (Pakar Reproduksi Ternak Unsoed), Dr. sc.agr. Muhammad Bata, MS, (Pakar Nutrisi Ternak Ruminansia) Unsoed, Dr. Agus Susanto (Pakar Genetika dan Perbibitan) Unsoed dan juga Dr. Dicky Pamungkas (Pakar Ternak Ruminansia), Kepala Loka Penelitian Sapi Potong (LolitSapi) Potong Kementerian Pertanian.

FGD dipimpin oleh panduan Mochamad Sugiarto, S.Pt., MM., Ph.D (Dosen Fapet Unsoed) dengan tujuh presenter yang merupakan perwakilan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan wilayah Jawa Tengah dan semua fokus kepada peningkatan populasi sapi potong.

Keenamnya merupakan Kepala Dinas yang terdiri dari Kadin Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banjarnegara, Kadin Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes, Kadin Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen, Kadin Pertanian Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Purworejo, Kadin Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang dan Kadin Peternakan dan Perikanan Kabupaten Banyumas.

Dekan Fapet Unsoed Prof Dr. Ismoyowati, S.Pt, MP menyambut baik diskusi ini dan mengapresiasi para narasumber, pembahas, dan presenter dari masing-masing Dinas Peternakan wilayah Jawa Tengah. Para partisipan telah berperan aktif untuk menentukan kebijakan sebagai upaya peningkatan populasi sapi potong lokal di Indonesia, terkhusus di Jawa Tengah.

“Semoga FGD akan membawa manfaat dan dapat merumuskan kebijakan dan strategi untuk program pembibitan sapi potong. Sehingga akan membantu pemerintah dalam meningkatkan populasi sapi potong di Indonesia,” harapnya.

Dekan Ismoyowati juga menambahkan permasalahan kursial untuk peningkatan populasi sapi potong, “terlambatnya beranak pertama kali, jarak beranak yang terlalu panjang, portalitas pedet yang terlalu tinggi dan seleksi atau upaya peningkatan mutu genetik sapi potong di Indonesia terutama sapi lokal belum dilakukan secara optimal,” ujarnya.

baca juga : Jenis Sapi POtong Dengan Kualitas Unggulan (UPDATE)

Kadin Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Ir. Lalu Muhamad Safriadi, MM, menyampaikan apresiasinya pada Fapet Unsoed yang telah menginisiasi diskusi pengembangan sapi lokal di Jawa Tengah.

Berdasarkan seleksi, saat ini provinsi Jawa Tengah memiliki 10 hewan ternak yang telah ditetapkan yakni Sapi PO Kebumen, Sapi Jabres, Domba Batur, Domba Wonosobo, Kambing Kaligesing, Kambing Kacang, Kambing Kejobong Purbalingga, Ayam Kedu, Itik Tegal dan Itik Magelang.

baca juga : Manajemen pakan Ternak Sapi Potong

Permasalahan yang tengah dihadapi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah ialah sulitnya meningkatkan minat masyarakat untuk beternak sapi lokal. “BIB jateng sudah berupaya meningkatkan populasi ternak sapi dengan proses inseminasi untuk sapi lokal, tetapi masyarakat mayoritas meminta semen jenis sapi lemousin atau simental,”pungkasnya.

baca juga : Seperti Ini Pembiakan Sapi Yang Ramah Lingkungan Untuk Peternak

Dalam siaran pers Fapet Unsoed memaparkan bahwa Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ir. Sugiono, MP mengatakan populasi ternak tahun ini mengalami peningkatan. Sebelumnya pada tahun 2014, jumlah sapi potong berkisar 14 juta dan pada tahun 2018 mencapai angka 18 juta. Kenaikan signifikan terjadi pada tahun 2020 dengan capaian sebesar 1.200 juta. Data yang digunakan menggunakan sistem psysiksnas,”ujar Sugiono.

baca juga : Teknologi Pengolahan Pakan Ternak

Dari hasil pantauan, peningkatan populasi sapi potong masih berpusat di Pulau Jawa. Urutan populasi sapi terbanyak ada di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. “Terkait masalah sapi lokal, sudah ada 38 galur yang dirilis dan sebanyak 9 galur ada di Jawa Tengah. BIB Jawa Tengah telah sukses mengembangkan 3 juta straw yang beredar di wilayah Jawa Tengah dengan biaya sepenuhnya dari APBN” tutupnya. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here