Home Peternakan Fapet Unsoed: Karakteristik, Produksi, dan Distribusi Daging Merah Indonesia

Fapet Unsoed: Karakteristik, Produksi, dan Distribusi Daging Merah Indonesia

Agrozine – Selama pandemi Covid-19, terjadi penurunan dan daya beli masyarakat Banyumas yang lebih banyak berdiam di rumah. Begitu pula pemotongan daging kurban, tingkat pembelian kurban yang dapat mencapai 274 ekor tahun lalu kini hanya 53 ekor saja. Hal inilah yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pengembangan Usaha Peternakan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Banyumas Ir. Achmad Soebekti pada seminar yang diadakan oleh Kementerian Keilmuan BEM FAPET Unsoed 2020 Kabinet Bingkai Kita.

Webinar bertajuk “Karakteristik Antar Jenis Daging Merah: Realita Produksi Atau Distribusi Daging Merah Di Indonesia, Kandungan Gizi Daging Merah, Dan Kualitas Daging Dari Berbagai Aspek” ini diadakan pada Sabtu (2/8) melalui platform Zoom. Achmad menambahkan, dinas pemerintah akan terus membina produksi daging dan olahan produk. Selain itu, akan ditingkatkan sanitasi tinggi dan alat-alat Rumah Pemotongan Hewan (RPH) terbesar yaitu RPH Bantarwuni.

View this post on Instagram

[ INFO PENTING : WEBINAR ] . Halo semua! Daging merah merupakan salah satu sumber protein yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Namun, tahukah kalian bagaimana karakteristik antar daging merah? Apa saja kandungan gizi yang ada di dalamnya? dan bagaimana realita produksi atau distribusi daging merah di Indonesia? . Oleh karena itu, Kementerian Keilmuan BEM Fapet mengajak kalian untuk mengikuti diskusi online melalui webinar dengan tema “Karakteristik Antar Jenis Daging Merah: Realita produksi atau distribusi daging merah di Indonesia, kandungan gizi daging merah, dan kualitas daging dari berbagai aspek”. . Acara ini dilaksanakan pada: Hari, tanggal : Minggu, 2 Agustus 2020 Waktu: 10.00 – 12.00 Tempat: ZOOM Daftarkan diri kalian melalui: https://bit.ly/RegistWebinarBEMFapet . Jangan lupa, catat tanggal dan waktunya yaa!. Acara ini ga dipungut biaya alias gratis loh, selain itu kalian juga bisa nambah relasi, pengetahuan dan dapat E-Sertif. Banyak kan keuntungannya, jadi jangan lupa daftar yaa. Kuota terbatas . Narahubung: Kafa (08128802213) =================== Bermakna bersama, dalam Bingkai yang sama . Kementerian Keilmuan KABINET BINGKAI KITA BEM FAPET UNSOED 2020

A post shared by BEM FAPET UNSOED 2020 (@bemfapetunsoed) on

Dalam kesempatan ini, Achmad Soebekti juga mengungkapkan produksi daging di Kabupaten Banyumas. Saat ini terdapat sebanyak 1.881 ekor sapi potong dengan produksi daging mencapai 357.395 kg. Terdapat 15.868 ekor kambing potong dengan produksi dagingnya 341.000 kg serta produksi daging domba yang mencapai 28.000 kg. Daging-daging ini berasal dari RPH pemerintah, seperti RPH Bantarwuni yang terletak di Purwokerto, RPH swasta di daerah Cilongok, serta dari luar kabupaten.

Adapun perbedaan dari daging merah dan putih ada pada kadar proteinnya, yakni myoglobin. Myoglobin memiliki fungsi yang sama dengan hemoglobin yaitu mengikat oksigen untuk metabolisme tubuh. Disebut daging merah, karena memiliki warna merah dan kandangan myoglobin yang lebih banyak. Bila dibandingkan keduanya, semua jenis daging sama baiknya bila tidak dikonsumsi secara berlebihan. Ahmad menambahkan, bagian-bagian yang menghitam pada daging juga harus dibuang saat akan dimasak sebab bersifat karsinogen (dapat menyebabkan kanker).

Andika Rizki Ramadhan selaku moderator kemudian memperkenalkan narasumber kedua, Dosen Fapet Unsoed Ir. Juni Sumarmono, MSc., PhD. Senada dengan Ahmad Soebekti, Juni Sumarmono mengatakan daging merah tersusun dari serat otot dengan kandungan myglobin tinggi yang memiliki inti berupa zat besi. Myoglobin terletak di sel daging yang bernama muscle fiber, sehingga daging merah termasuk ke dalam otot lurik. Daging merah terdiri dari Ruminansia (daging kerbau, domba, kambing), serta babi dan kuda.

Daging merah diyakin dikonsumsi dan diproduksi paling banyak. Namun sebenarnya, konsumsi ayam yang merupakan daging putih masih lebih tinggi. Daging putih terdiri dari unggas (ayam), ikan-ikanan, daging cempe, dan pedet. Juni mengungkap, saat ini, daging iris atau sliced tengah menjadi tren dimana nantinya konsumen tinggal memanaskannya sebentar di pasar atau swalayan. Karkas yang besar di potong tipis, lalu dijual secara online dan tinggalkan dipanaskan untuk dikonsumsi. (rin)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here