Home Kampus FPIK Undip: Aplikasi Asap Cair pada Proses Pengolahan Ikan Asap

FPIK Undip: Aplikasi Asap Cair pada Proses Pengolahan Ikan Asap

Asap Cair

Agrozine – Departemen Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro (Undip) menggelar pelatihan pembuatan ikan asap menggunakan asap cair bagi UMKM di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Tanjungsari, Kabupaten Kendal pada Senin (7/9). Pada kesempatan ini, turut hadir Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal Ir. Sri Harjinto, Kabid Perikanan Tangkap Ir. Gunadi, serta jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal dan Kepala Kelurahan Tanjungsari H. Muhammad Sugiyanto.

Adapun narasumber untuk pelatihan dari Tim Departemen Teknologi Hasil Perikanan FPIK Undip yakni Dr. Ir. Fronthea Swastawati, M.Sc. selaku Ketua bersama dengan tim yakni Prof. Dr. Ir. YS Darmanto, M.Sc., Romadhon, Spi., M.Biotek. dan Slamet Suharto, S.Pi., M.Si. Mengawali paparan materi pelatihan, Fronthea menyampaikan tujuan pelatihan ini adalah upaya transfer ilmu pengetahuan tentang pengaplikasian asap cair dalam pengolahan ikan asap serta penerapan Good Manufacturing Practice (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedure (SSOP) dalam proses pengolahan sehingga mampu menghasilkan produk ikan asap yang berkualitas.

Kegiatan pelatihan berupa penyuluhan mengenai aplikasi asap cair pada proses pengolahan ikan asap guna meningkatkan kualitas produk ikan asap. Selain itu, terdapat penyuluhan mengenai pengemasan dan pemasaran produk yang dapat ditingkatkan serta pemasaran berbasis digital, baik melalui media sosial maupun market place yang sedang populer di era industri 4.0 saat ini. Sementara itu, kegiatan ini dihadiri oleh peserta dari perwakilan UMKM pengolah ikan asap dan ikan pindang yakni sejumlah 10 ketua kelompok.

Pengolah ikan asap di Kabupaten Kendal berjumlah 84 kelompok yang tersebar di berbagai kecamatan dan desa. Desa dengan jumlah pengolahan ikan asap terbanyak adalah Desa Tanjungsari, Kecamatan Rowosari. Adapun jenis ikan yang banyak diolah menjadi ikan asap di desa tersebut antara lain ikan pari, ikan manyung, dan ikan tongkol. Namun di daerah pengolahan ikan asap lainnya, terdapat pula pengolah yang menggunakan ikan layang, ikan salem, ikan cucut, serta ikan kembung. Secara keseluruhan, pengolah ikan di Kabupaten Kendal masih menggunakan cara konvensional.

Dalam sambutannya, Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal Sri Harjinto menyambut baik diadakannya pelatihan ini. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih untuk ilmu yang diberikan kepada perwakilan peserta UMKM di Kabupaten Kendal terkait pembuatan ikan asap dengan teknologi asap cair. “Diharapkan ilmu yang didapat dari pelatihan ini bermanfaat untuk meningkatkan skill pelaku UMKM yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan daerah,” pungkasnya. (rin)

Dilansir dari siaran pers Undip

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here