Home Kampus FPK UNAIR dan FPPB UBB: Dorong Potensi Olahan Perikanan

FPK UNAIR dan FPPB UBB: Dorong Potensi Olahan Perikanan

Potensi Olahan Perikanan

Agrozine.id – Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) berkolaborasi dengan Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung (FPPB UBB) mengadakan kegiatan Pengabdian Masyarakat Nasional yang berjudul “Peningkatan Nilai Tambah Produk Perikanan dan Sosialisasi Kegiatan Budidaya Perairan yang Baik di Provinsi Bangka Belitung.” Kegiatan ini dijalankan selama dua hari guna  mengangkat potensi olahan perikanan.

Kegiatan yang berlangsung pada 20-21 September 2020 bertempat di Kampung Bukit Dempo, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka. Dengan dua pelatihan di bidang pengolahan dan budidaya, rangkaian acara diprakarsai oleh tiga dosen FPK UNAIR, yakni Dr. Eng. Sapto Andriyono S.Pi., M.T., Dr. Eng. Patmawati, S.Pi., M.Si, serta Muhamad Amin S.Pi., M.Sc., Ph.D.

Dr. Sapto selaku Ketua Pengabdian Masyarakat FPK UNAIR mengungkapkan, tujuan pengabdian masyarakat yakni untuk mendistribusikan ilmu pengetahuan dan teknologi ke masyarakat, sehingga perkembangan ilmu pengetahuan perikanan dan kelautan dapat diaplikasikan oleh masyarakat.

Pada hari pertama, masyarakat dibekali materi mengenai potensi olahan perikanan dan aplikasi probiotik dan kemudian melakukan prakteknya pada hari kedua.

“Sebelumnya, kita berkoordinasi dan berdiskusi dengan staff pengajar di jurusan Akuakultur FPPB-UBB, bahwa produk perikanan di Belinyu masih berupa terasi, empek-empek ikan, otak-otak, dan beragam jenis kerupuk. Jadi masih belum ada olahan modern, khususnya dalam bentuk frozen food,” ungkap Dr. Sapto.

Tim dosen juga mengenalkan olahan frozen food dengan harapan menambah wawasan masyarakat Belinyu dan memotivasi untuk mengembangkan olahan perikanan lebih lanjut. Misalnya dari bahan baku surimi kemudian diolah menjadi produk turunan berupa olahan frozen food lainnya, yang baik untuk konsumsi domestik maupun peluang usaha.

Baca Juga : Peranan Startup Mendukung Perikanan Budidaya

Selanjutnya, dalam praktek potensi olahan perikanan, tim dosen mengenalkan produk komersial probiotik serta mengadakan pelatihan aplikasi probiotik dalam kegiatan budidaya ikan lele secara mandiri dengan bahan baku probiotik komersil, ditambah bahan herbal yang berfungsi sebagai imunostimulan, seperti jahe, temulawak, kunyit, nanas dan molase yang ternyata cukup erat kaitanya dengan potensi olahan perikanan.

Baca Juga : Cara Ternak Ayam Kampung, Minim Biaya dan Mudah

“Probiotik dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh biota atau ikan dalam kegiatan budidaya. Selain mendapatkan hasil ikan yang besar, ikan juga sehat dan layak dikonsumsi,” papar Dr. Sapto.

Baca Juga : Strategi Meningkatkan Harga Jual Lada

Bila mengandalkan probiotik komersil, Dr. Sapto mengkhawatirkan adanya ketergantungan. Melalui pelatihan membuat probiotik secara mandiri, diharapkan mampu mengurangi biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan budidaya sekaligus mengembangkan potensi olahan perikanan. (rin)

 

YouTube channel Agrozine, klik juga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here