Home Kampus FPP UNDIP Adakan Pelatihan Juru Sembelih Hewan di Kudus

FPP UNDIP Adakan Pelatihan Juru Sembelih Hewan di Kudus

Agrozine – Program keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, industri pangan, dan konsumen. Dua elemen pentingnya adalah perlindungan konsumen dan pencegahan terhadap penyakit yang disebabkan oleh makanan (foodborne illness). Bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro (FPP Undip) menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas juru sembelih hewan halal. Melalui program Iptek Bagi Desa Undip (IDBU), pelatihan diadakan untuk meningkatkan keterampilan juru sembelih hewan terkait teknis penyembelihan.

Diharapkan, para juru sembelih dapat menghasilkan produk pangan yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH). Ir. Bambang Sulistiyanto, M.Agr.Sc., Ph.D, IPU selaku ketua pelaksana dan dosen Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh perwakilan juru sembelih hewan halal dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Kudus dengan standar pelatihan dan ruangan standar Covid-19. Narasumber pada pelatihan ini berasal dari MUI Kabupaten Kudus, Praktisi Juru Sembelih Hewan Halal (Juleha) dan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus.

Metode penyembelihan yang memenuhi standar teknis Kesrawan (Kesejahteraan Hewan) dan syar’i akan dijelaskan dalam pelatihan. Sehingga juru penyembelih hewan dapat menghasilkan pangan asal ternak yang ASUH dan aman bagi penyembelih. Secara khusus, pelatihan dimaksudkan untuk membekali keterampilan pelaku usaha ternak kalkun dan meningkatkan daya saing produk olahannya yang menjadi ikon baru kota Kudus. Pada Rabu (19/8), pelatihan ini dibuka oleh Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip Dr. Ir. Bambang Waluyo HEP., M. S., M. Agr., IPU.

Dekan FPP mengatakan, pangan ASUH adalah hygiene dan sanitasi. Hygiene merupakan tindakan untuk mencegah ataupun mengurangi kejadian berbahaya terhadap kesehatan dan lingkungan. Penerapan hygiene dan sanitasi dikenal secara umum dengan istilah Good Hygiene Practice (GHP) atau Good Manufacturing Practice (GMP). Untuk menyediakan pangan asal hewan yang ASUH, diperlukan penerapan sistem jaminan keamanan dan mutu pangan dalam rantai penyediannya, mulai dari usaha peternakan hingga siap dikonsumsi.

Dekan FPP menambahkan, fisik pangan hewan perlu diperiksa dan dicermati sebelum dibeli. Begitu pula kebersihan pangan sebelum diolah. Daging harus disimpan pada alat pendingin dengan suhu yang disarankan. “Jadi tidak asal disembelih terus selesai,” ujar Waluyo. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Catur Sulistiyanto, S.Sos., M.M menyambut baik kegiatan ini dan berharap didapatkan perwakilan juru sembelih yang dapat memberikan contoh penyembelihan hewan yang Halal dan thoyib sesuai kaidah dan syariat Islam.

Kegiatan ini juga menjadi evaluasi dari momen Idul Adha tahun 2020. Sehingga kendala yang terjadi di lapangan dapat diatasi dan ditemukan solusinya. Kedepannya, diharapkan para juru sembelih hewan sudah mumpuni untuk menyediakan produk ASUH. Harapannya, sinergitas Dinas dan perguruan tinggi dapat meningkatkan pengetahuan, daya saing, dan kesejahteraan pelaku usaha peternakan di daerah Kudus. (rin)

Dilansir dari siaran pers Undip

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here