Home Perkebunan Green Diesel Pertama Indonesia, Hasil Olahan Minyak Kelapa Sawit

Green Diesel Pertama Indonesia, Hasil Olahan Minyak Kelapa Sawit

Agrozine.id – Pada Juli 2020 lalu PT Pertamina kembali menorehkan catatan positif setelah melakukan uji coba green diesel pertama di Indonesia yang merupakan hasil olahan minyak kelapa sawit.  Uji coba yang dilakukan pada tanggal 9-20 Juli lalu merupakan uji coba ketiga setelah sebelumnya dilakukan uji coba mengolah RBDPO (Refined,Bleached and Deodorized Palm Oil) melalui co-processing hingga 7.5% dan 12.5%.

Pada saat yang sama di Kilang Plaju, Pertamina juga akan membangun unit green diesel dengan kapaistas produksi sebesar 20.000 barel per hari. Pengolahan RBDPO menjadi D-100 di kilang Dumai selanjutnya dapat direaksikan dengan bantuan katalis dan gas hidrogen untuk menghasilkan product Green Diesel.

“Terobosan baru ini merupakan jawaban atas tantangan penyerapan minyak sawit yang produksinya hingga saat ini mencapai 42 juta—46 juta metric ton dengan serapannya sebagai FAME (Fatty Acid Metyhl Ester) sekitar 11,5 persen,” ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

Selanjutnya Nicke mengatakan bahwa hal ini membuktikan bawa secara kompetensi dan kapabilitas, Pertamina dan anak negeri pada umumnya memiliki kemampuan dan daya saing dalam menciptakan inovasi yang dibuktikan dengan mampunya memproduksi bahan bakar renewable yang pertama di Indonesia dan hasilnya tidak kalah dengan perusahaan kelas dunia.
Produksi green diesel ini berbahan baku RBDPO yaitu minyak kelapa sawit atau CPO yang telah diproses lebih lanjut sehingga hilang getah,impurities dan baunya.

Pemerintah melalui kunjungan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ke Unit DHDT Refinery (RU) II Dumai menunjukkan dukungan penuh atas keberhasilan Pertamina tersebut. Dalam kunjungan tersebut Agus sekaligus menerima contoh produk D-100 dari Direktur Utama Pertamina.

“Saya mengucapkan selamat kepada rekan-rekan di Pertamina khususnya di Kilang Dumai yang telah membuktikan bahwa kita mampu.Keberanian ini luas biasa dan prosesnya sejak tahun 2019 sampai hari ini juga sangat tepat. Kita sama-sama bekerja keras untuk meningkatkan kemampuan anak negeri dan pemerintah akan selalu mengawal Pertamina,”ucap Agus.

Lebih lanjut Agus menjelaskan bahwa kunjungan tersebut sejalan dengan arahan presiden Joko Widodo untuk mengawal implementasi Program Bahan Bakar Nabati (BBN) dalam rangka mengoptimalkan sumber daya alam yang berlimpah di Indonesia, khususnya kelapa sawit sehingga akan meningkatkan kesejahteraan petani. Keberhasilan ini juga mendapat dukungan dari pemerintah dalam rangka mewujudkan kedaulatan dan ketahanan energi nasional.

Dalam pengolahannya green diesel yang diproduksi oleh Pertamina tersebut menggunakan katalis merah putih yang  merupakan produksi putra putra terbaik bangsa di Pertamina Research and Technology Center yang bekerja sama dengan Institut Pertanian Bandung.

Dengan keberhasilan produksi green diesel D-100 ini telah dirancang untuk mencegah harga CPO global akibat adanya oversupply  dunia. Lebih lanjut green diesel pertama di Indonesia sebagai hasil olahan minyak kelapa sawit ini akan meningkatkan kesejahteraan petani dengan diwujudkannya kestabilan harga beli Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani. Pencapaian membanggakan ini tentunya akan menjadi tonggak baru bagi Indonesia,sekaligus mengukuhkan PT Pertamina sebagai perusahaan energi berkelas dunia sejajar dengan bisnis energi global. (ira)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here