Home Kampus Guru Besar Fapet Unpad Ungkap Pentingnya Animal Welfare

Guru Besar Fapet Unpad Ungkap Pentingnya Animal Welfare

Animal welfare

Agrozine.id – Animal welfare atau biasa disebut kesejahteraan hewan merupakan suatu prinsip kesejahteraan dan aspek yang harus dipenuhi dalam pemeliharaan dan pemanfaatan hewan. Penerapan prinsip ini tidak hanya untuk hewan kesayangan saja, namun juga untuk kepentingan penelitian maupun untuk ternak produksi.

Menurut Guru Besar Fakultas Peternakan dan Program Studi Kedokteran Hewan Universitas Padjadjaran Prof. drh. Roostita L. Balia, M.App.Sc., PhD, perlakuan terhadap hewan percobaan harus mementingkan faktor kenyamanan.

“Jangan sampai hewan mengalami stres atau kesakitan akibat perlakuan penelitian yang tidak tepat. Kalau hewan itu nyaman, peneliti akan lebih mudah mengambil sampelnya,” ungkap Prof Roosita, dikuitp dari laman berita Unpad (15/02).

Baca juga: Tim Dosen Fapet UGM Kembangkan Prototipe Portable Restraining Box

Biasanya, penelitian menggunakan hewan percobaan dilakukan untuk melindungi hasil penelitian yang bias. Terlebih jika penelitian berkaitan dengan penciptaan obat untuk manusia.

Jadi, bagi para peneliti yang melakukan penelitian dengan menggunakan hewan percobaan wajib mematuhi kode etik yang ditetapkan agar tetap dapat mematuhi prinsip kesejahteraan hewan atau animal welfare.

Selain itu, peneliti juga wajib memiliki surat etik yang dikeluarkan Komisi Etik sebagai rekomendasi bahwa penelitian tersebut mematuhi kode etik terhadap hewan percobaan.

“Adanya surat etik ini juga diakui internasional, internasional tidak akan publish karya ilmiah yang dihasilkan kalau tidak punya surat etik,” paparnya.

Baca juga: Muchamad Aldi Rohmawan: BEM Fapet Sebagai Wadah Upgrading Kapasitas Diri

Selain untuk hewan percobaan dalam penelitian, prinsip animal welfare atau kesejahteraan hewan juga wajib dipatuhi oleh para peternak.

Menurut Prof. Roostita, ada sejumlah hal penting yang wajib dipatuhi. Hal tersebut antara lain, hewan tidak boleh kelaparan dan kehausan, hewan harus nyaman dan tidak membuatnya takut, peternak wajib memenuhi kebutuhan harian hewan, serta hewan harus cukup istirahat.

Selain itu, dalam proses transportasi hewan ternak juga harus mementingan keselamatan dan kenyamanan. Prof Roosita menagatakan, hewan ternak jangan ditumpuk atau dibiarkan berdesak-desakan selama dilakukan pengangkutan. Pengangkutan yang salah juga berdampak pada penurunan kualitas hewan.

Baca Juga : Produk Ikan Kaleng Indonesia, Masih Aman Dikonsumsi Kok

“Produknya tidak akan bisa optimal nanti kalau dijual. Karenanya, hewan harus bisa bergerak dengan nyaman. Itu yang harus dipikirkan oleh manusia,” ujarnya yang cukup keras berkomentar soal animal welfare. (ran)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here