Home Perkebunan Hama dan Penyakit Jagung serta Cara Pengendaliannya

Hama dan Penyakit Jagung serta Cara Pengendaliannya

Agrozine – Budidaya tanaman jagung tidak terhindar dari ancaman hama dan penyakit. Hama dan penyakit tanaman berdampak pada hasil produksi dan membuat petani mengalami kerugian. Untuk itu, para petani harus lebih waspada dan mengenal musuh alaminya. Hama dan penyakit tanaman harus cepat ditanggulangi agar hasil produksi kebun optimal. Jangan khawatir, karena dalam ulasan berikut akan dijelaskan hama dan penyakit jagung serta cara pengendaliannya. Simak baik-baik, ya.

 

Hama yang Menyerang Jagung

  1. Hama Lalat

Hama ini termasuk pengganggu keberlangsungan budidaya jagung karena meletakkan telurnya yang berwarna putih di bawah permukaan daun. Setelah beberapa hari, telur tersebut menetas menjadi larva dan memakan daun jagung. Munculnya lubang-lubang pada tanaman akan mempengaruhi kualitas jagung. Dalam serangan hebat, batang akan patah karena pangkalnya habis dimakan. Pencegahan hama lalat dapat dilakukan dengan penanaman serempak menggunakan benih varietas tahan hama ini dan memasang mulsa jerami diatas bedengan. Cara pengendaliannya dapat dilakukan dengan menyemprot insektisida seperti buldok 25 EC dan Supracide 40 EC.

 

  1. Hama Ulat Tongkol

Jenis hama tanaman jagung ini meletakkan telurnya yang berwarna putih di daun dan rambut tongkol. Setelah telur menetas, akan muncul larva berwarna kuning dengan kepala berwarna hitam. Ulat tongkol menyerang tongkol buah jagung dan menyebabkan tanaman busuk. Langkah pencegahan dapat dilakukan dengan memusnahkan hama ulat tongkol, yakni diambil satu persatu dan dibakar. Sementara untuk pengendalian serangan hebat, semprotkan insektisida seperti matador, Thiodian, dan Curancron.

 

  1. Ulat Grayak

Hama lain yang dapat menyerang tanaman jagung adalah ulat grayak. Serangannya dalam skala besar dapat menghabiskan seluruh daun tanaman dan hanya menyisakan tulang daun. Untuk mencegah ulat grayak, lakukan rotasi tanaman dan jagalah kebersihan lahan secara rutin. Pengendalian pada tanaman terserang ulat grayak dilakukan dengen menyemprot insektisida Arrivo 30 EC, Atabron 50 EC, atapun Dursban 20 EC.

 

  1. Kutu Daun

Hama kutu daun akan menghisap cairan makanan yang ada di daun tanaman jagung. Tanaman yang terserang akan kekurangan cairan dan daunnya berubah warna menjadi kuning, mengering, dan akhirnya mati. Untuk mencegah hama kutu daun, lakukan rotasi tanaman untuk memutuskan siklus hidupnya. Pengendalian dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida seperti Bravo 50 EC, Delta 25 EC, Faster 15 EC, dan Rotraz 200 EC.

 

Penyakit Tanaman Jagung

 

  1. Bercak Daun

Penyakit yang menyerang tanaman jagung ini disebabkan oleh jamur Helmintosporium turticum. Gejala penyakit bercak daun adalah timbulnya bercak berwarna coklat dan kuning pada daun, pelepah, dan tongkol buah jagung. Penyakit ini menyebabkan proses fotosintesis dan mengganggu produktivitas tanaman. Pencegahannya dapat dilakukan dengan menanam varietas yang tahan penyakit ini. Sementara untuk tanaman yang terserang bercak daun, pengendaliannya dilakukan dengan memusnahkan tanaman dan membakarnya. Semprotkan pula fungisida Banlate pada tanaman yang sehat.

 

  1. Busuk Tongkol

Penyakit busuk tongkol yang menyerang tanaman jagung disebabkan oleh jamur Rhizoctonia zeae V. Awalnya jamur ini akan menyerang daun tanaman, kemudian merembet pula ke buah jagung. Gejala busuk tongkol ditandai dengan munculnya bercak merah muda atau coklat gelap di kelobot buah. Akibatnya, tongkol buah akan membusuk dan petani mengalami gagal panen. Upaya pencegahannya dapat dilakukan dengan mengatur jarak tanam yang sesuai dan gunakan benih varietas jagung yang tahan terhadap serangan ini. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan menyemprot fungisida berbahan aktif Mankozeb dan Sidazeb.

 

  1. Busuk Kelobot

Busuk kelobot yang menyerang tanaman jagung disebabkan oleh jamur Fusarium mofiliformae. Tanaman yang terserang akan menimbulkan gejala seperti bintik bulat berwarna hitam keburuan pada kelobot. Buah yang terserang penyakit ini akan membusuk dan mati. Pencegahan busuk kelobot dapat dilakukan dengan merendam benih dalam fungisida Benomyl sebelum ditanam di lahan. Selain itu, hindari menanam jagung dekat lahan pisang atau padi karena kedua tanaman tersebut merupakan inang jamur ini. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan menyemprot fungisida Benlate pada tanaman jagung yang sehat.

 

Nah, sekarang tidak perlu khawatir. Kita sudah lebih mengenal hama dan penyakit jagung serta cara pengendaliannya. Pastikan untuk melakukan sanitasi lahan secara rutin. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here