Home Hortikultura Harga Jagung Anjlok, Mentan Amran Stop Impor Jagung

Harga Jagung Anjlok, Mentan Amran Stop Impor Jagung

Komoditas Jagung, Sumber Pangan Penting Di Dunia (Sumber foto: www.foodnetwork.com)

Agrozine Jagung merupakan komoditas pertanian penting dunia sebagai sumber karbohidrat dan protein. Indonesia sebagai salah satu negara produsen jagung berperan penting dalam pemenuhan permintaan jagung dunia. Namun, impor jagung yang berlebihan menyebabkan harga komoditas ini anjlok.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, produksi jagung nasional pada Januari hingga April 2024 diperkirakan naik 5,3 juta ton, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, di balik kabar gembira ini petani menjerit lantaran harga jagung di tingkat petani mengalami penurunan menjadi Rp 2.500 per kg. Oleh karena itu, pada Kamis 14 Maret 2024 di kantor pusat Kementan Jakarta, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, bersama institusi dan stakeholder terkait membahas antisipasi panen raya jagung serta upaya menstabilkan harga.

Berkaitan dengan hal tersebut,  Mentan Amran mengatakan, langkah pertama yang dilakukannya adalah menyetop impor jagung. Pihaknya tidak akan keluarkan lagi rekomendasi. Selain menyetop impor, Menteri Amran menyampaikan terima kasih kepada Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) yang membantu penyerapan dan atas fasilitas pengeringan dan silo GPMT yang meningkat menjadi 1,9 juta ton. Mentan Amran juga meminta asosiasi jagung dan BULOG untuk lakukan penyerapan langsung ke petani dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah sehingga harga jagung di petani kembali terangkat.

Yang Kedua menurut Mentan Amran adalah Sinergi BULOG. BULOG melakukan penyerapan dengan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah, harganya Rp 4.200 per kg.

Sementara itu, dalam merespon kenaikan harga jagung ini, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara mengungkapkan bahwa pihaknya telah membangun fasilitas penanganan pasca panen untuk memastikan serapan pada petani, harga, dan kualitas jagung di daerahnya. Mereka mendorong agar para penggiat pebisnis jagung untuk membeli jagung secara langsung ke petani dan harganya akan sesuai dengan Peraturan Kepala Bappenas Nomor 5 tahun 2022 dan sekarang memang sudah ada, tinggal ditandatangani surat keputusan Bupati tentang harga acuan jagung, di daerahnya itu harganya Rp 4.200 untuk pipilan kering, tetapi pihaknya juga siap melayani untuk pipilan basah.

Agar kembali tercipta stabilitas stok dan harga yang mencukupi kebutuhan, upaya yang dilakukan kementan tentu perlu kerjasama Kementerian lembaga dan stakeholder, seperti Satgas Pangan POLRI dan para pengusaha pakan ternak.

Kasatgas Pangan POLRI, Brigjen Whisnu Hermawan, mengatakan bahwa pihaknya akan bersinergi dengan kementerian lembaga yang terkait untuk memaksimalkan penyerapan jagung yang menjadi atensinya. Pihaknya akan terus melakukan pengawasan, monitor, dan memastikan penyerapan dengan harga yang wajar bisa tercapai.

Johan, Ketua GPMT mengatakan bahwa pada puncak-puncak panen mereka akan menyerap lebih dari yang mereka butuhkan. Menurutnya, kebutuhan jagung sekitar 600 sampai 700 ribu ton. Biasanya di puncak-puncak panen itu mereka bisa terima sampai 800-an ribu  ton dan kita pernah stok sampai lebih dari 1,2 juta ton per bulannya.

Athung, ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR), setuju untuk saat ini stop impor jagung karena memang sekarang ini sedang panen raya. Menurutnya, sekarang bagaimana caranya untuk me-maintain jagung ini ke bulan Agustus dan September.

Demikian informasi tentang kebijakan Mentan Amran stop impor jagung. Semoga bermanfaat, tetap semangat belajar dan berbudidaya! (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here