Home Kehutanan Hutan Bakau dan Akuakultur di Indonesia, Apa Saja Potensinya?

Hutan Bakau dan Akuakultur di Indonesia, Apa Saja Potensinya?

Agrozine.id – Hutan Bakau atau hutan mangrove adalah tipe hutan yang terdapat di sepanjang pantai atau muara sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut sehingga memiliki ekosistem yang khas. Hutan bakau penting dalam upaya mitigasi iklim karena setiap hektar hutan bakau menyimpan karbon 3 kali lebih banyak dibandingkan dengan hutan terestrial lainnya. Akuakultur merupakan upaya budidaya perairan melalui teknik domestikasi untuk berbagai jenis organisme perairan. Lalu apa saja potensi hutan bakau dan akuakultur di Indonesia? Yuk kita bahas satu per satu dalam artikel ini.

Hutan Bakau dan Potensinya

Hutan bakau banyak dijumpai di daerah pesisir pantai. Hutan ini merupakan komunitas vegetasu yang mampu tumbuh dan berkembang di  daerah pasang surut air laut,pantai berlumpur dan teluk-teluk yang dangkal.

Hutan bakau yang sering juga disebut hutan mangrove ini memiliki beragam manfaat untuk manusia dan lingkungan. Di beberapa daerah di Indonesia,keberadaan hutan mangrove semakin sulit ditemukan akibat rusaknya ekosistem. Padahal hutan bakau memiliki peranan penting bagi kehidupan manusia dan lingkungan sekitarnya seperti sebagai tempat berkembang biak berbagai makhluk air seperti ikan,udang dan kepiting,mencegah abrasi pantai dan mencegah intruisi air laut.

Hutan bakau memiliki potensi yang dapat dilihat dari segi ekologis dan ekonomis. Potensi hutan bakau secara ekologis adalah sebagai tempat berkembang biak biota air seperti ikan,kepiting dan udang yang bermanfaat untuk kehidupan manusia. Keberadaan hutan bakau juga dapat dijadikan sebagai potensi wisata di suatu daerah,sehingga menigkatkan taraf hidup masyarakat jika dilihat dari segi ekonomis.

Hutan bakau di Indonesia dapat ditemukan di beberapa wilayah yang dekat dengan pesisir pantai. Hutan bakau terluas di Indonesia adalah di sekitar dangkalan Sunda yang relatif tenang.Selain itu juga terdapat di sepanjang pesisir pantau Sumatera dan Kalimantan. Potensi lain dari hutan bakau adalah sebagai penyeimbang ekosistem dan membantu mitigasi iklim.

 

Potensi Akuakultur

Akuakultur seperti yang kita ketahui bersama adalah upaya pembudidayaan biota air dengan cara membuat kondisi lingkungan sama dengan habitat asli organisme yang dibudidayakan (domestikasi).

Salah satu contoh penerapan akuakultur adalah tambak ikan atau udang yang mulai banyak dilakukan saat ini.Akuakultur memiliki potensi dari segi ekonomis seperti yang dikemukakan oleh Ketua Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI),pada tahun 2018 potensi ekonomis yang dihasilkan dari akuakultur Indonesia mencapai total produksi 4,9 juta ton dan sejak itu menjadi akuakultur terbesar kedua setelah China.

Pemanfaatan hutan bakau dan sistem akuakultur dapat dilakukan secara bersamaan yaitu dengan membangun tambak di hutan bakau. Namun kerap kali adanya tambak udang di hutan bakau ini justru mengakibatkan kerusakan hutan bakau itu sendiri. Oleh karena itu perlu adanya upaya pengelolaan hutan bakau secara berkelanjutan untuk memperbaiki ekosistem hutan bakau yang rusak. Itulah potensi hutan bakau dan akuakultur di Indonesia. Semoga informasi ini bermanfaat.(ira)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here