Home Biodiversitas Ikan Dayung, Penghuni Sungai Mississippi Yang Unik Dan Langka

Ikan Dayung, Penghuni Sungai Mississippi Yang Unik Dan Langka

nationaltoday.com

Agrozine Sobat Agro, inilah ikan unik dan termasuk jenis ikan purba yang masih hidup. Ikan dayung disebut juga ikan dayung amerika (american paddlefish), mississippi paddlefish, spoon-billed cat, atau spoonbill. Ikan yang bernama ilmiah Polyodon spathula ini adalah spesies ikan bersirip basal yang berkerabat dekat dengan ikan sturgeon dalam ordo Acipenseriformes.

Ikan dayung adalah ikan air tawar berkulit halus. Ikan ini adalah satu-satunya spesies yang bertahan hidup dalam famili ikan dayung, Polyodontidae. Ikan dayung sering disebut sebagai ikan purba karena mempertahankan beberapa karakteristik morfologi dari nenek moyang awalnya, termasuk kerangka yang hampir seluruhnya bertulang rawan dan moncong yang berbentuk dayung serta memanjang yang panjangnya hampir setara dengan sepertiga tubuh ikan tersebut.

Ikan ini disebut juga sebagai hiu air tawar karena memiliki sirip ekor yang menyerupai hiu. Ikan dayung adalah ikan turunan karena telah berevolusi dengan adaptasi seperti hewan penyaring. Moncong dan tengkoraknya ditutupi dengan puluhan ribu reseptor sensorik untuk menemukan kawanan zooplankton, yang merupakan sumber makanan utamanya.

Ikan dayung berasal dari lembah Sungai Mississippi dan pernah bergerak bebas di bawah kondisi yang relatif alami sebelum awal 1900-an. Ikan ini umumnya menghuni sungai besar yang mengalir bebas, sungai bercabang, sungai tanpa arus, dan juga di danau sudetan di seluruh cekungan drainase Sungai Mississippi, dan drainase teluk yang berdekatan dengan sungai tersebut.

Populasi ikan ini telah menurun secara drastis, terutama karena penangkapan ikan yang berlebihan, perusakan habitat, dan polusi. Ikan dayung saat ini ditemukan di 22 negara bagian di AS, dan populasinya dilindungi oleh undang-undang negara bagian, federal, dan internasional.

Fosil ikan dayung dengan moncong yang dapat dikenali berasal dari Zaman Kapur Akhir dan Paleosen 65 juta tahun yang lalu. Moncong yang memanjang merupakan ciri morfologi Polyodontidae, tetapi hanya genus Polyodon (P. spathula dan P. tuberculata yang telah punah) yang memiliki karakteristik yang disesuaikan secara khusus untuk hewan penyaring, termasuk rahang, lengkung insang, dan tempurung kepala.

Tapis insang ikan dayung terdiri dari filamen seperti sisir yang diyakini telah mengilhami etimologi nama genus, Polyodon, kata majemuk Yunani yang berarti “bergigi banyak”. Ikan dayung dewasa sebenarnya tidak bergigi, meskipun banyak gigi kecil kurang dari 1 mm ditemukan pada ikan dayung remaja berukuran 630 mm. Nama spathula merujuk pada moncong yang memanjang dan berbentuk dayung.

Ikan dayung adalah salah satu ikan air tawar terbesar dan berumur panjang di Amerika Utara. Mereka memiliki tubuh seperti hiu dengan rata-rata panjangnya 15 m, beratnya sekitar 27 kg, dan dapat hidup lebih dari tiga puluh tahun. Untuk sebagian besar populasi, usia rata-rata adalah lima hingga delapan tahun dan usia maksimum adalah empat belas hingga delapan belas tahun.

Ikan dayung bertulang rawan dengan mata kecil dan mengarah ke samping. Ikan ini memiliki penutup insang yang besar dan meruncing. Selama tahap awal perkembangan dari embrio hingga tetasan, ikan dayung tidak memiliki moncong. Moncong tersebut mulai terbentuk segera setelah menetas. Moncongnya adalah perpanjangan dari tengkorak, bukan dari rahang atas dan bawah atau dari alat penciuman seperti pada moncong panjang ikan lainnya. Karakteristik pembeda lainnya termasuk sirip ekor heteroserkal yang bercabang dan berwarna kusam, sering kali dengan bintik-bintik, mulai dari abu-abu kebiruan hingga hitam di bagian punggung, hingga berwarna putih yang ada di perut.

Moncong ikan dayung ditutupi dengan puluhan ribu reseptor sensorik dan digunakan oleh ikan dayung untuk mendeteksi plankton. Gugusan elektroreseptor juga menutupi kepala dan penutup insang.

Makanan ikan dayung terutama terdiri dari zooplankton. Elektroreseptor mereka dapat mendeteksi medan listrik lemah yang menandakan tidak hanya keberadaan zooplankton, tetapi juga gerakan makan dan renang dari individu yang berada di dekat zooplankton. Ketika segerombolan zooplankton terdeteksi, ikan dayung berenang ke depan secara terus menerus dengan mulut terbuka lebar, memaksa air melewati tapis insang untuk menyaring mangsa. Penelitian lebih lanjut telah menunjukkan bahwa elektroreseptor ikan ini dapat berfungsi sebagai bantuan navigasi untuk menghindari rintangan.

Ikan ini memiliki mata kecil yang belum berkembang yang diarahkan secara lateral. Tidak seperti kebanyakan ikan, ikan ini hampir tidak merespon bayangan di atas kepala atau perubahan pencahayaan. Elektroreseptor tampaknya telah menggantikan sebagian besar penglihatan sebagai modalitas sensorik utama, yang menunjukkan ketergantungan pada elektroreseptor untuk mendeteksi mangsa. Namun, moncong ikan ini bukan satu-satunya alat pendeteksi makanan mereka. Selain elektroreseptor di moncong, ikan ini memiliki pori-pori sensorik yang menutupi hampir setengah dari permukaan kulit yang membentang dari moncong ke bagian atas kepala hingga ke ujung tutup insang. Penelitian telah menunjukkan bahwa ikan dayung dengan moncong yang rusak atau moncong yang pendek masih bisa mencari makan dan menjaga kesehatan yang baik.

Ikan dayung merupakan ikan pelagis yang berumur panjang dan memiliki kematangan seksual yang paling lambat. Betina tidak mulai bertelur sampai mereka berusia tujuh sampai sepuluh tahun, dan beberapanya sampai enam belas hingga delapan belas tahun. Betina tidak bertelur setiap tahun, melainkan bertelur sekitar dua atau tiga tahun sekali. Jantan berpijah lebih sering, biasanya setiap tahun atau pada tahun-tahun yang lain mulai sekitar usia tujuh tahun dan beberapa jantan dapat mulai hingga usia sembilan atau sepuluh tahun.

Ikan dayung memulai migrasi pemijahan di hulu sekitar awal musim semi, beberapa dimulai pada akhir musim gugur. Mereka bertelur di atas bilah-bilah kerikil yang bebas lumpur. Ada tiga kejadian alam yang tepat yang harus terjadi sebelum ikan ini akan bertelur, yaitu:

  • Suhu air harus berada di kisaran 13 hingga 16 °C.
  • Fotoperiode yang diperpanjang yang terjadi di musim semi memicu proses biologis dan perilaku yang bergantung pada peningkatan panjang hari.
  • Harus ada kenaikan dan aliran yang tepat di sungai sebelum pemijahan yang sukses dapat terjadi.

Secara historis, ikan ini tidak bertelur setiap tahun karena kejadian alam yang tepat tersebut terjadi hanya sekali setiap 4 atau 5 tahun.

Ikan dayung merupakan ikan yang melakukan pemijahan dengan menyebar yang juga disebut sebagai pemijahan massal atau pemijahan sinkron. Betina yang hamil melepaskan telurnya ke dalam air di atas batu atau kerikil yang polos pada saat yang sama jantan melepaskan spermanya. Fertilisasi terjadi secara eksternal. Telur menjadi lengket setelah dilepaskan ke dalam air dan akan menempel pada substrat dasar. Inkubasi bervariasi tergantung pada suhu air, tetapi telur akan menetas menjadi larva ikan dalam waktu sekitar tujuh hari apabila berada dalam suhu air berkisar 16 °C. Setelah menetas, larva ikan hanyut ke hilir ke daerah dengan kecepatan aliran rendah di mana mereka mencari makan berupa zooplankton.

Anak ikan dayung yang masih kecil adalah perenang yang buruk sehingga membuat mereka rentan terhadap perburuan. Oleh karena itu, pertumbuhan tahun pertama yang cepat penting untuk kelangsungan hidup mereka. Anak ikan ini bisa tumbuh sekitar 2,5 cm per minggu, dan pada akhir Juli benih dapat memiliki panjang sekitar 13-15 cm. Tingkat pertumbuhannya bervariasi dan sangat tergantung pada kelimpahan makanan. Perilaku makan benih sangat berbeda dari remaja dan dewasa yang lebih tua. Anak ikan ini menangkap plankton individu satu per satu, yang membutuhkan deteksi dan lokasi individu plankton saat mendekat, diikuti dengan manuver pencegat untuk menangkap mangsa yang dipilih. Pada akhir September, benih telah berkembang menjadi remaja, dan memiliki panjang sekitar 25-30 cm. Setelah tahun pertama, tingkat pertumbuhan mereka melambat dan sangat bervariasi. Studi menunjukkan bahwa pada usia 5 tahun tingkat pertumbuhan mereka rata-rata sekitar 5,1 cm per tahun, tergantung pada kelimpahan makanan dan pengaruh lingkungan lainnya.

Ikan dayung saat ini ditemukan di 22 negara bagian di AS dan dilindungi oleh undang-undang negara bagian dan federal. Mahalnya harga kaviar ikan duyung menyebabkan banyaknya perburuan liar terhadap ikan ini. Namun, ada 13 negara bagian yang mengizinkan penangkapan ikan ini untuk tujuan komersial atau olahraga.

Demikianlah informasi tentang ikan duyung. Semoga bermanfaat dan menambah motivasi bagi kamu untuk turut serta melestarikan keberadaan ikan langka seperti ikan duyung ini. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here