Home Ikan Hias Ikan Lemon, Ikan Hias Air Tawar Yang Produktif Bertelur

Ikan Lemon, Ikan Hias Air Tawar Yang Produktif Bertelur

nippyfish.net

Agrozine – Seperti namanya, ikan ini punya ciri khas warna yang sangat mencolok seperti jeruk lemon. Ikan lemon disebut juga dengan nama electric yellow cichliatau yellow prince. Ikan ini bernama ilmiah Neolamprologus leleupi.

Awalnya, ikan lemon merupakan spesies ikan yang ditemukan di Danau Malawi, Afrika. Kemudian, ikan ini dikembangkan oleh Pierre Brichard di sepanjang Danau Tanganyika, Afrika Tengah, hingga jumlahnya mencapai ribuan ekor. Pada awal 1980-an Brichard mengekspor ikan tersebut ke seluruh dunia dan diterima dengan baik oleh para pencinta ikan hias karena karakternya yang unik dan mudah dipelihara.

Ikan ini merupakan salah satu spesies dari genus Cichlid, yaitu kelompok ikan air tawar yang paling berwarna di dunia. Selain warna kuning menyala pada tubuhnya, ikan ini juga memiliki karakter yang menarik, agresif, dan tak segan menyapa pemiliknya untuk meminta makanan.

Ikan lemon dikategorikan sebagai ikan air tawar sekunder, artinya, nenek moyang ikan ini adalah ikan laut. Ikan ini diyakini sebagai ikan laut yang pindah ke air tawar karena memiliki ciri-ciri yang berkaitan dengan sejumlah spesies ikan laut.

Ikan ini memiliki tubuh berukuran kecil. Di habitat aslinya panjang tubuh ikan ini hanya mencapai 15 cm. Namun, rata-rata ikan yang dijual di pasaran hanya berukuran 10 cm.

Selain warna kuningnya yang mencolok, hewan ini dapat dikenali dengan bentuk tubuhnya yang sedikit membulat dan dilindungi oleh sisik bertipe ctenoid. Ukuran tubuh lemon jantan biasanya lebih besar dari betina. Selain itu, ukuran kepala jantan juga lebih besar dan jenong dibanding ikan betina. Ciri lainnya, warna sirip atas dan bawah pada ikan jantan berwarna hitam, sementara betina berwarna kuning.

Di habitat asalnya, yaitu Danau Malawi, ikan ini hidup dalam air dengan kandungan mineral tinggi. Danau ini juga terkenal dengan kejernihan air dan pH yang stabil. Oleh karena itu, memeliharanya harus diperhatikan betul kualitas airnya. Air yang paling baik untuk memelihara ikan memiliki pH antara 7.5-9.2 dengan suhu air sekitar 25-27 derajat Celsius.

Sebagaimana lingkungan asalnya di Danau Malawi, ikan ini juga menyukai daerah berbatu atau berpasir sebagai tempat hidupnya. Kondisi tersebut bisa diterapkan dalam akuarium agar ikan lemon tumbuh dengan baik.

Ikan lemon merupakan jenis ikan karnivora alias pemakan daging. Di habitat aslinya, ikan ini tergolong predator yang agresif dan suka mengganggu ikan lainnya. Meski demikian, ikan hasil budidaya umumnya lebih tenang, tetapi akan tetap bereaksi agresif ketika merasa terancam. Ikan ini termasuk ikan teritorial sehingga kurang cocok digabungkan dengan jenis ikan lain. Terutama pada musim kawin, ikan ini akan lebih agresif dan akan mempertahankan wilayahnya dengan ganas.

Ikan lemon suka hidup bersama kawanannya dan akan membentuk kelompok kecil yang rata-rata terdiri dari enam anggota. Sehingga diperlukan aquarium cukup besar, minimal berukuran 1 meter untuk memelihara ikan ini.

Selain agresif, ikan ini juga tergolong rakus, melahap hampir semua makanan apapun yang diberikan. Namun, makanan yang terbaik untuk jenis ikan ini adalah berupa mahluk hidup, seperti spirulina, artemia, udang, daging ikan, krill, dan kerang. Perlu diingat, ikan ini jangan diberikan pakan berupa cacing merah karena dapat menyebabkan gangguan usus. Jika dipelihara dan diberi makan dengan baik, ikan lemon bisa bertahan hingga usia 9 tahun.

Ikan ini termasuk ikan yang cukup produktif, sekali bertelur ikan ini dapat menghasilkan setidaknya 100 butir telur yang siap dibuahi. Ikan jantan selama proses pemijahan juga bisa membuahi beberapa ikan betina sekaligus alias bersifat poligami.

Telur yang telah dibuahi akan menetas dalam waktu 4 hari dan mendapat asupan makanan dari kuning telur yang menempel pada perutnya. Setelah cadangan makanan habis maka ikan dapat diberi kutu air atau mikropelet.

Induk betina ikan lemon termasuk tipe mouthbreeder alias suka mengerami telurnya dalam mulut hingga menetas. Jadi, induk betina tidak perlu dipisahkan karena tidak tidak berbahaya untuk anak-anak burayak. Setelah burayak ikan berusia 2 minggu, pindahkan ke dalam kolam atau akuarium yang lebih besar agar burayak tidak berebut makanan dan menjadi kanibal. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here