Home Biodiversitas Ikan Sarden, Bukan Ikan Kaleng-Kaleng

Ikan Sarden, Bukan Ikan Kaleng-Kaleng

riffimf.blogspot.com

Agrozine – Ikan ini sejak dulu terkenal sebagai ikan kalengan yang rasanya gurih. Sarden adalah jenis ikan konsumsi populer. Ikan ini merupakan ikan berminyak yang berukuran relatif kecil. Istilah sarden diambil dari nama pulau di Mediterania, yaitu pulau Sardinia di mana ikan sarden pernah terdapat dalam jumlah besar.

Sarden merupakan ikan laut yang terdiri dari beberapa spesies dari famili Clupeidae yang lebih umum dikenal sebagai ikan herring. Famili Clupeidae terdiri atas 160 spesies dan 50 genus. Kebanyakan hidup di laut tropis. Namun, ada yang hidup di air tawar dan ada pula yang bersifat anadromus, artinya menuju sumber air tawar untuk memijah dan setelah beranjak remaja menuju ke laut.

Family Clupeidae memiliki ciri-ciri bersirip punggung tambahan yang seperti kulit, berbercak-bercak yang bercahaya, tidak bertulang dahi belakang, sirip dada kadang-kadang tidak sempurna atau tidak ada, sirip perut mungkin saja tidak ada, jika sirip dada ada, sirip perut mungkin sempurna.

Ikan sarden berwarna biru kehijauan pada bagian punggung dan putih keperakan pada bagian lambung, serta mempunyai sirip-sirip transparan. Panjang tubuh dapat mencapai 23 cm, tetapi pada umumnya hanya 10 – 15 cm. Ikan ini memiliki bentuk tubuh yang pipih, sisik tebal, perut menonjol, sisik depan punggung sejajar dengan punggung, dua jari sirip dubur terakhir membesar, sirip perut dengan satu jari-jari tidak bercabang dan tujuh jari-jari bercabang, sirip punggung kekuningan dan terdapat bercak gelap di pangkal sirip.

Pada siang hari, kelompok ikan ini berada di dekat dasar perairan. Ketika malam hari kelompok ikan ini bergerak mendekati permukaan air dengan kelompok-kelompok yang terpisah. Terkadang saat siang hari ketika cuaca mendung ikan ini muncul pula berkelompok di dekat permukaan air.

Penangkapan ikan ini biasanya dilakukan pada saat malam hari ketika mendekati permukaan air dibantu dengan cahaya lampu. Jumlah yang besar banyak terdapat di perairan pantai terutama pada saat terjadi pasang di waktu tertentu.

Ikan sarden banyak ditemukan pada laut yang mimiliki banyak karang pada kisaran kedalaman 0 – 50 m. Ikan ini tersebar di perairan Laut Merah, Teluk Persia, Pantai Afrika Timur, Madagaskar ke arah Timur sampai Indonesia, Laut Arafura, Perairan Taiwan dan Papua New Guinea. Ikan ini mampu bertahan hingga kedalaman lebih dari 1.000 meter. Ikan sarden banyak ditemukan di perairan teluk dan laguna.

Berikut ini jenis-jenis ikan sarden berdasarkan genus-nya:

Genus Dussumeria

  • Rainbow sardine (Dussumieria acuta)
  • Slender rainbow sardine (Dussumieria elopsoides)

Genus Escualosa

  • Slender white sardine (Escualosa elongata)
  • White sardine (Escualosa thoracata)

Genus Sardina

  • European pilchard (true sardine) (Sardina pilchardus)

Genus Sardinella

  • Round sardinella (gilt sardine, Spanish sardine)
  • Sardinella aurita (Sardinella longiceps)
  • Sardinella gibbosa (Indian sardines)

Genus Sardinops

  • South American pilchard (Pacific sardine, California sardine, Chilean sardine, South African sardine)
  • Sardinops sagax

Ikan sarden kaya vitamin dan mineral. Satu sajian ikan ini sudah dapat memenuhi 13 persen kebutuhan vitamin B, 25 persen niasin, dan 150% kebutuhan vitamin B12. Sarden juga kaya akan mineral fosfor, kalsium, natrium, besi, dan selenium karena sarden dapat dimakan sampai ke tulangnya. Selain itu, sarden merupakan sumber alami asam lemak omega-3 yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Ikan sarden juga merupakan sumber vitamin D, kalsium, dan protein yang baik. Untuk lebih jelasnya, berikut ini informasi nilai gizi ikan sarden.

Informasi Nilai Gizi Ikan Sarden Per 100 g BDD (Berat Dapat Dimakan)

  • Energi 109 kkal
  • Lemak total 1.80 g
  • Vitamin A 195 mcg
  • Vitamin B1 0.26 mg
  • Vitamin B2 0.03 mg
  • Vitamin B3 4.40 mg
  • Karbohidrat total 3.40 g
  • Protein 19.90 g
  • Kalsium 95 mg
  • Fosfor 597 mg
  • Natrium 266 mg
  • Kalium 227 mg
  • Tembaga 300 mcg
  • Besi 1.30 mg
  • Seng 2 mg
  • Air 72.70 g
  • Abu 2.20 g

Ikan ini cocok digunakan sebagai makanan dihidangkan dengan saus cabe atau saus tomat. Ikan sarden tidak berada dalam tingkatan rantai makanan yang tinggi sehingga rendah kontaminan dibandingkan ikan lainnya seperti ikan tuna.

Di berbagai negara, ikan ini diperjualbelikan dalam kemasan kaleng. Di pabrik pengalengan ikan, ikan sarden yang telah ditangkap kapal penangkap ikan dicuci di pabrik, kepalanya dibuang, dan ikan dimasak. Sarden dimasak dengan minyak panas maupun dipanaskan di dalam kaleng dengan uap panas. Setelah itu, ikan yang telah berada di dalam kaleng direndam dalam campuran minyak yang mengandung bumbu. Sarden kaleng yang disebut berkualitas tidak memiliki kepala dan insang. Isi perut ikan juga dibuang sebelum dikalengkan, umumnya dilakukan terhadap jenis sarden berukuran besar.

Demikian pengenalan tentang ikan sarden. Semoga bermanfaat dan memotivasi kamu untuk mengonsumsinya dan turut serta melestarikan ikan ini. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here