Home Perikanan Ikan Tuna Indonesia Mendapat Sertifikasi Berkelanjutan MSC

Ikan Tuna Indonesia Mendapat Sertifikasi Berkelanjutan MSC

tuna Indonesia mendapat sertifikasi

Agrozine.id – Tahukah kamu? Produk ikan tuna Indonesia mendapat sertifikasi standar global berkelanjutan dari Marine Stewardship Council (MSC). Sebanyak 11.000 ton tuna sirip kuning (Yellowfin tuna) dan cakalang (Skipjack tuna) telah memiliki sertifikasi untuk pasar Amerika dan Eropa.

Pencapaian tersebut berkat upaya yang dilakukan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Asosiasi Perikanan Pole and Line dan Handline Indonesia (AP2HI) yang didukung International Pole and Line Foundation (IPNLF) yang memastikan perikanan tuna Indonesia dikelola secara berkelanjutan.

Baca juga: Yayasan WWF Indonesia dan MSC Adakan Pelatihan Perikanan Berkelanjutan

Sebelumnya, produk ikan Indonesia sebelumnya juga telah mendapatkan sertifikasi berkelanjutan MSC. Di tahun 2020 lalu, North Buru and Maluku Fair Trade Fishing Associations, Indonesian Handline Yellowfin Tuna disertifikasi dengan Standar MSC. Sebelum itu, di tahun 2018 lalu, PT Citra Raja Ampat Canning (CRAC) juga meraih sertifikasi berkelanjutan MSC.

Sertifikasi dari Marine Stewardship Council ini sangat penting karena dengan mendapatkan ecolabel MSC maka akan mendorong konsumen untuk memilih produk perikanan yang dikelola secara ramah lingkungan. Sehingga akan meningkatkan daya saing produk suatu negara di pasar global.

Produk ikan tuna Indonesia mendapat sertifikasi standar global berkelanjutan ini juga merupakan hasil kolaborasi antara Indonesia dengan MSC yang menegaskan untuk berkomitmen memperkuat kolaborasi tentang penangkapan ikan yang berkelanjutan.

Plt Direktur Jenderal Perikanan Tangkap M. Zaini mengungkapkan jika sertifikasi yang diperoleh ini merupakan keterlibatan 380 kapal penangkap ikan yang tersebar di kepulauan Indonesia, mulai dari Sulawesi Utara dan Maluku Utara hingga ke Laut Banda, dan Flores Timur dan Barat.

“Tentu saja dukungan seluruh stakeholder terkait terhadap perikanan tuna skala kecil menjadi hal yang sangat penting dalam mendorong percepatan proses menuju keberlajuntan,” lanjut Zaini, dikutip dari siaran pers KKP (04/02).

Baca juga: Kolaborasi WWF Indonesia dengan MSC Dorong Percepatan FIP Kepiting Bakau 

Penilaian untuk mendapatkan sertifikasi tersebut dilakukan oleh penilai independent yaitu SAI Global. Selain itu diikuti dengan penilaian terperinci dan konsultasi parapihak oleh Western and Central Pacific Fisheries Commission (WCPFC) yaitu badan yang bertanggung jawab atas 60% tangkapan tuna dunia, juga pemerintah Pusat dan Provinsi.

Diharapkan dengan pencapaian sertifikasi produk ikan tuna Indonesia kali ini dapat mendorong anggota asosiasi perikanan lainnya untuk terus mengembangkan praktik penangkapan ikan yang berkelanjutan dan tertelusuri. (ran)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here