Home Pertanian Ikuti Panduan Sukses Budidaya Bawang Bombay

Ikuti Panduan Sukses Budidaya Bawang Bombay

Panduan Sukses Budidaya bawang bombay

Agrozine.id – Cara menanam bawang bombay memerlukan persiapan dan perawatan khusus. Tapi jangan khawatir karena caranya tidak rumit. Berikut adalah panduan budidaya bawang bombay.

1. Persiapan Lahan
Lahan yang baik untuk areal tanaman bawang bombay berada pada ketinggian minimal 200 m di atas permukaan laut dengan suhu sekitar 18° – 20° C. Lahan sebaiknya terpapar sinar matahari langsung minimal 10 jam sehari dan memiliki pH sekitar 5,5 – 7,5.

Gemburkan tanah, lalu beri pupuk dasar (sebaiknya pupuk organik). Gali tanah sedalam 20 cm, memanjang membentuk alur tanam. Taburkan pupuk organik di sepanjang alur lubang, campur merata dengan dengan tanah. Tutup dan tinggikan tanah di atasnya membentuk bedengan dengan lebar minimal 80 cm dan tinggi 15 – 20 cm.

2. Pembibitan
Panduan budidaya bawang bombay berikut ini adalah berusaha untuk mencari bawang bombay yang berukuran besar dari tanaman unggul dan sehat.

Tiap 1 hektar bisa sekitar 90.000 bibit. Cuci bersih, simpan pada tempat lembap dan teduh selama 2-3 minggu hingga muncul tunas.

Siapkan tanah humus yang gembur, ayak, lalu tampung pada polybag kotak yang besar dan bersekat-sekat. Siapkan sedikit lahan gembur jika tidak ingin menggunakan polybag. Tanam umbi bawang bombay yang sudah tumbuh tunas pada polybag dengan kedalaman 2-3 cm. Pastikan tunasnya di atas. Sirami tanah dalam polybag setiap hari hingga tunasnya tumbuh sekitar 5-10 cm.

3. Penanaman
Buat lubang tanam pada bedengan dengan jarak sekitar 20 cm x 20 cm. Tanam bibit bawang bombay pada masing-masing lubang. Lakukan pada sore hari agar tanaman tidak mengalami layu.

Siram segera bibit yang baru ditanam. Lakukan penyulaman pada 1 minggu pertama untuk menyamaratakan pertumbuhan tanaman bawang bombay.

4. Perawatan Tanaman
Siram tanaman secukupnya saja, yakni dengan memantau kebasahan tanah bedengan. Lakukan penyiangan secara rutin agar nutrisi dalam tanah bedengan tidak dicuri oleh tanaman liar.

Gunakan pestisida yang disesuaikan dengan jenis hamanya. Hama yang paling sering menyerang tanaman bawang bombay adalah jamur patogen, bakteri patogen, dan serangga seperti uret dan orong-orong.

Baca juga : Lahan Gambut Kalimantan untuk Budidaya Bawang Merah

5. Panen
Bawang bombay dapat mulai dipanen setelah berumur 4 – 5 bulan setelah tanam. Gali sedikit tanah di sekitar umbi bawang, cabut dengan seksama agar umbi bawang tercabut utuh.

Baca juga : Ikuti Cara Ini, Budidaya Cepat Bawang Bombay

Bersihkan tanah yang menempel pada umbi bawang. Simpan bawang ditempat kering, sejuk, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Sebaiknya, simpan bawang dengan cara digantung agar umbi bawang tidak tumbuh.

Baca juga : Umitron Kembangkan Umitron Lens, Sistem Pengukuran Ikan Otomatis

Itulah 5 panduan budidaya bawang bombay, jenis bawang yang berasal dari India ini cukup banyak digemari oleh konsumsi rumah tangga ataupun para penjaja makanan seperti martabak dan sebagainya. Selamat mencoba melakukan budidaya ini. Semoga berhasil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here