Home Kampus Implementasi MDDSS di Industri Pangan, Antarkan Prof Erma Jadi Guru Besar ITS

Implementasi MDDSS di Industri Pangan, Antarkan Prof Erma Jadi Guru Besar ITS

MDDSS di sektor industri pangan

Agrozine.id – Pangan merupakan kebutuhan paling utama bagi manusia. Banyaknya masalah yang muncul di sektor pangan mendorong Prof Erma Suryani ST MT PhD, salah satu guru besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengimplementasikan Model-Driven Decision Support Systems (MDDSS) di industri pangan.

MDDSS merupakan sistem pendukung keputusan berbasis model yang berfokus pada akses untuk memanipulasi model simulasi yang luarannya dapat dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan.

Baca juga:Inovasi E-Keramba Mahasiswa ITS, Tingkatkan Produktivitas Nelayan

Jadi, model simulasi dalam hal ini berperan dalam memproyeksikan kondisi sistem di masa mendatang untuk meningkatkan kinerja sistem. MDDSS tersebut sebenarnya dapat digunakan pada banyak sektor.

Prof Erma mengungkapkan hal yang melatar belakanginya mengimplementasikan MDDSS di industri pangan yakni ia melihat bahwa sebagai bahan makanan pokok masyarakat Indonesia produktivitasnya terus menurun.

“Karena MDDSS juga dapat meningkatkan nilai rantai pasok pangan yang meliputi peningkatan produktivitas, peningkatan produksi, hingga peningkatan daya saing rantai pasok beras,” klaimnya.

Guna mendukung rantai pasok beras nasional, Prof Erma mengembangkan empat buah mobile web antara lain yaitu Logistics Information Systems (LOG.IS), Budidaya Pertanian Cerdas (BUPERDAS), Disaster Risk Reduction in Agricultural Systems (DIRRAS), dan Agricultural Marketing (AGRIMA).

Ia menjelaskna, masing-masing dari keempat mobile web tersebut tentunya memiliki fungsi yang berbeda-beda dalam mendukung peningkatan rantai pasok industri beras. Misalnya saja LOG.IS yang merupakan mobile web yang memfasilitasi informasi terkait logistik pangan beberapa komoditas serta sistem penjualan onlinenya.

Melalui pengimplementasian MDDSS yang didukung dengan pemanfaatan teknologi informasi ini, Erma percaya nantinya dapat menjadi formulasi kebijakan yang dapat diterapkan pada banyak sektor, termasuk industri pangan.

Publikasi ini pula lah yang mengantarkan Erma mencapai gelarnya sebagai Guru Besar ITS. Meski begitu, Erma menganggap itu bukanlah akhir dari tujuannya.

Baca juga:Mahasiswa ITS Kenalkan Sistem Pengolahan Limbah Cair di Surabaya

“Saya ingin dapat terus mengembangkan diri untuk meningkatkan tridharma perguruan tinggi yang meliputi pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat,” tekadnya. (ran)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here