Home Perkebunan Indonesia Ekspor 18 Ton Tepung Kelapa ke Bangladesh

Indonesia Ekspor 18 Ton Tepung Kelapa ke Bangladesh

Agrozine.id – Indonesia melakukan ekspor perdananya berupa komoditas Low Fat Dessicated Coconut (LFDC) atau yang dikenal juga dengan tepung kelapa. Komoditas ekspor tersebut berangkat dari Pelabuhan Bandar Sri Udana Lobam dan sebelum diberangkatkan ke negara tujuan eskpor, terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan dan sertifikasi oleh Pejabat Karantina di Wilayah Kerja Tanjung Uban. Indonesia ekspor tepung kelapa ke Bangladesh sebanyak 18 ton dan juga sebanyak 45 ton tepung kelapa dengan tujuan negara India diberangkatkan pada waktu bersamaan.

Pejabat  Karantina Pertanian Tanjungpinang mencatat pada bulan Januari 2020 tidak ada kegiatan ekspor LFDC yang dilakukan, sementara di bulan Januari 2021 telah dilakukan ekspor komoditas tersebut sebanyak 4 kali dengan total 81 ton ke negara Bangladesh.

Selain ke Bangladesh, Indonesia juga mengekspor tepung kelapa ke negara lain seperti India dan Jerman yang dilakukan pada waktu bersamaan di bulan Januari 2021. Total nilai ekonomis komoditas eskpor tersebut senilai Rp 1,3 miliar. Pada awal bulan Februari 2021 pun ekspor komoditas ini dilakukan ke negara tujuan India dengan total nilai ekonomis Rp 219,6 juta.

“Dengan ditemukannya pasar baru untuk komoditas LFDC ini, kita optimis upaya mensukseskan Gratieks akan berhasil’, jelas Raden selaku Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang. “Ini adalah ragam baru dalam dunia ekspor olahan kelapa dengan negara tujuan baru. Semoga target Gratieks semakin optimis kita capai”, tambah dia.

Baca Juga: Mahasiswa Unpad Garap Sabun Kertas dari Daun Dadap dan Air Kelapa

Di tempat lain, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil menyatakan bahwa karantina sebagai economic tools yang memberikan jaminan keberterimaan setiap komoditas pertanian yang diekspor dengan adanya jaminan kesehatan dan keamanannya.

Sebelum melakukan ekspor, semua komoditas yang akan dieskpor harus melalui serangkaian pemeriksaan dan sertifikasi untuk memastikan komoditas bebas dari OPTK dan memenuhi persyaratan yang diminta oleh negara tujuan.

Baca Juga: SDP Teliti Genom Kelapa Sawit Mendukung Industri Bebas Deforestasi

Ekspor komoditas LFDC atau tepung kelapa ini merupakan salah satu tujuan ekspor yang diharapkan oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dan sesuai dengan yang diharapkan, bahwa Indonesia harus mampu meningkatkan ekspor hingga tiga kali lipat, sehingga segala sumber daya harus digerakkan untuk mencapainya.

Ekspor tepung kelapa ke Bangladesh ini salah satu upaya untuk mewujudkan harapan tersebut. Peningkatan produksi dan komoditas pertanian yang diolah dengan lebih baik akan meningkatkan nilai ekonomis dan membuka lapangan pekerjaan yang baru. (ira)

 

Tonton video menarik ini:

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here