Home Perkebunan Ini Alasan Amerika Serikat Melarang Impor CPO dari Sime Darby Plantation

Ini Alasan Amerika Serikat Melarang Impor CPO dari Sime Darby Plantation

Sime Darby Plantation

Agrozine.id – Pihak Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) Amerika Serikat melarang impor minyak sawit mentah (CPO) dari produsen Malaysia Sime Darby Plantation. Hal tersebut dilakukan karena perusahaan diduga melakukan kerja paksa dalam proses produksi.

Sime Darby Plantation merupakan salah satu perusahaan sawit terbesar di dunia yang dipandang sebagai pelopor dalam produksi minyak sawit berkelanjutan. Namun, karena tuduhan pelanggaran ketenagakerjaan dan hak asasi manusia tersebut tentunya akan semakin merugikan perusahaan.

Baca juga: Bisnis Hilir Menjadi Andalan Sime Darby Plantation Untuk Tingkatkan Profitabilitas

Pihak CBP Amerika telah mengeluarkan perintah menahan pembebasan kepada Sime Darby Plantation berdasarkan atas kecurigaan keterlibatan kerja paksa yang melanggar undang-undang. Hal tersebut dilakukan untuk memerangi perdagangan manusia, pekerja anak dan penyalahgunaan hak asasi manusia lainnya.

‚ÄúPenerbitan perintah pelepasan hak terhadap minyak sawit Sime Darby Plantation didasarkan pada informasi yang secara wajar menunjukkan adanya semua 11 indikator kerja paksa Organisasi Buruh Internasional dalam proses produksi,” kata pihak CBP dalam sebuah pernyataan tertulisnya.

Baca juga: Sime Darby Plantation Bhd Lakukan OJT Kepada Narapidana di Malasyia

Ketika larangan tersebut dilayangkan, pihak perusahaan tidak langsung menanggapinya. Namun, CBP mengatakan perintah itu didasarkan pada penyelidikan selama berbulan-bulan.

Dilaporkan pada bulan Juli, kelompok anti-perdagangan manusia yang berbasis di Hong Kong, Liberty Shared, mengajukan petisi kepada CBP untuk melarang produk Sime Darby Plantation, dengan alasan bukti penyalahgunaan tenaga kerja.

Sime Darby kemudian mengatakan tuduhan itu bertentangan dengan komitmen publik kelompok tersebut terhadap pertanian yang bertanggung jawab dan hak asasi manusia.

Larangan impor CPO dari perusahaan asal Malaysia ini mulai berlaku dari 30 Desember 2020. CBP mengatakan pihaknya memberi kesempatan kepada importir untuk mengekspor kembali pengiriman mereka yang diblokir atau menunjukkan bahwa barang dagangan tersebut tidak diproduksi dengan kerja paksa. Larangan tersebut bisa dicabut asalkan dengan syarat ada tindakan perbaikan.

Baca juga: Asian Agri Berdayakan Petani Melalui Program SMILE

Selain Sime Darby Plantation, pada tahun 2020 lalu, setidaknya ada dua perusahaan lain dari Malaysia yang terkena larangan Amerika Serikat karena tuduhan kerja paksa.

CBP melarang produsen minyak sawit Malaysia lainnya, yaitu FGV Holdings, pada bulan September 2020 lalu. CBP juga memblokir sarung tangan yang dibuat oleh Top Glove, produsen sarung tangan lateks kelas medis terbesar di dunia. (ran)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here