Home Peternakan Ini Sosok Pembangun Penangkaran Unta di Bali

Ini Sosok Pembangun Penangkaran Unta di Bali

Agrozine.id – Seorang dokter hewan asal Bali mencoba hal yang berbeda dari biasanya, Ia berhasil melakukan penangkaran Unta di Bali dan itu telah dilakukannya sejak tahun 2007 lalu. Berbekal pengalaman yang dimiliki, yang berhasil melakukan penangkaran Unta di beberapa lembaga konservasi, akhirnya pemilik nama lengkap Dewa Gede Yudistira ini mendirikan penangkaran unta miliknya sendiri setelah beberapa tahun melakukan pekerjaanya sebagai dokter hewan di beberapa lembaga konservasi unta yang ada di Bali.

Ide untuk membangun sebuah penangkaran Unta tercetus ketika dirinya diminta untuk mengobati Unta di penangkaran dan lembaga konservasi yang sudah lebih dulu ada. Semakin sering melakukan pengobatan maka semakin tahu lebih banyak soal kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, termasuk soal sulitnya mendatangkan Unta dari negara asalnya ke Indonesia.

Penangkaran Unta di Bali

“Pertama kali tercetus ide untuk melakukan penangkaran Unta adalah ketika saya sering mengobati Unta yang ada di beberapa penangkaran di Bali,” ujar dr Yudis. Ia menjelaskan jika dirinya kerap mendengarkan keluh kesah pemilik konservasi, mereka mengaku sangat susah mendatangkan Unta dari luar Indonesia. “Maka muncul niat saya untuk menangkarkan Unta ini di Bali,”, tambahnya.

Baca juga : Mengenal Wisata Desa Ngargoretni, Wisata Alam Berbasis Kearifan Lokal

Perlu diketahui bahwa jenis Unta yang sengaja dikembangbiakkan oleh dr Yudis adalah Unta Punuk Satu (Camelus dromedarius). Tak bisa sembarangan, untuk bisa mendatangkan hingga melakukan kembang biak, dr Yudis harus terlebih dulu mengantongi ijin dari berbagai pihak termasuk lembaga konservasi.

“Ketika melakukan penangkaran kita harus mendapatkan ijin, diantaranya adalah balai konservasi wilayah dan daerah, kemudian juga lapor ke dinas terkait seperti dinas peternakan serta balai karantina”, ujar dr Yudis.

Negara asal Unta yang dipilih oleh dr Yudis adalah Australia, tetapi sebelum menginjakkan kakinya ke Bali, Unta Punik Satu tersebut sudah terlebih dulu berada di pulau Jawa kemudian setelah ijin diperoleh maka Unta tersebut bisa ke Bali.

Perjalanan untuk mendatangkan Unta tersebut memang tidak mudah, mulai dari memperoleh informasi dari teman-teman yang ada di lembaga konservasi ataupun pemerintah tentang bagaimana caranya agar bisa memperoleh Unta, maka dari situlah akhirnya pertemuan dengan salah satu lembaga konservasi di pulau Jawa dan memiliki unta yang didatangkan langsung dari Australia.

“Setelah unta tersebut ada di Jawa, langkah selanjutnya kita minta untuk diberikan dan dikirimkan ke Bali”, jelas dr Yudis. Ia juga menuturkan jika tak hanya melakukan penangkaran, dengan ada Unta tersebut maka destinasi wisata baru bisa dinikmati yakni menunggang Unta.

Dokter Yudis juga tidak menafikan jika penangkaran Unta juga memerlukan biaya yang cukup besar. Maka untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dr Yudis bekerjasama dengan Bali Camel Adventure yang bergerak di bidang usaha rekreasi menunggang Unta yang terletak di Pantai Kelan.

Baca Juga : Bali Camel Adventure, Destinasi Wisata Kekinian Menunggang Unta di Pantai Kelan

Dengan ilmu dan pengalaman yang dimilikinya sebagai seorang dokter hewan, Yudis berharap bisa berhasil mengembangkan penangkaran unta di Bali dan menambah populasi unta yang akan ia ternakkan kedepannya.

Dokter Yudis berharap jika program yang dilakukan ini berhasil dan menambah jumlah populasi Unta yang sehat dan produktif. Kemudian melalui penangkaran ini bisa menjadi salah satu destinasi wisata mancanegara untuk datang ke Bali, berwisata menaiki atau menunggang unta di pesisir pantai. (ira)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here