Home Biodiversitas Inilah Burung Tercepat di Dunia, Elang Peregrine

Inilah Burung Tercepat di Dunia, Elang Peregrine

www.audubon.org

Agrozine Burung elang ini dinobatkan sebagai burung tercepat di dunia, namanya peregrine falcon atau elang peregrine. Di Indonesia, burung ini dijuluki alap-alap kawah. Elang ini dapat terbang dengan kecepatan 323 kilometer per jam, menyamai kecepatan mobil Formula 1. Dengan kecepatan setinggi itu, elang peregrine menukik di udara dan menyelam ke dalam air untuk mendapatkan mangsa tanpa mengalami cedera.

Elang peregrine sedikit lebih kecil dari bebek, mungkin seukuran burung gagak, tetapi memiliki sayap yang jauh lebih besar. Panjangnya bisa mencapai 50 cm, beratnya 530 gram hingga 1,6 kilogram, dan rentangan sayap hingga 1,1 meter.

Burung ini memiliki bulu berwarna hitam, kelabu, dan biru.  Dada dan perut berwarna putih dengan garis-garis hitam. Paruhnya kuning besar dengan ujung hitam lancip dan berekor pendek. Ekornya berwarna seperti pada punggung, tetapi dengan bar tipis, panjang, sempit, dan membulat di ujung dengan ujung hitam. Bagian atas kepala seperti berkumis di sepanjang pipi berwarna hitam, kontras tajam dengan sisi pucat leher dan tenggorokan putih. Kaki berwarna kuning dan cakar berwarna hitam. Burung betina serupa, tetapi biasanya ukuran tubuh dan paruhnya lebih besar dari burung jantan.

Elang peregrine dengan tubuh yang aerodinamis dapat menstabilkan dirinya sendiri saat bergerak mendekati mangsanya. Hal ini dikarenakan elang peregrine memiliki sayap (berstruktur V) dan ekor yang panjang, juga bulu-bulu bergelombang yang membantu mengatur aliran udara pada tubuhnya saat terbang.

Kemampuan terbang yang luar biasa dari elang peregrine ini ditiru dan diaplikasikan pada pesawat terbang. Bentuk sayap elang peregrine yang diterapkan ke pesawat terbang membuat pesawat dapat bermanuver lebih cepat, mendarat lebih aman, dan juga membawa lebih banyak bahan bakar. Sistem bulu-bulu menonjol pada daerah V di punggung elang peregrine juga diterapkan kepada pesawat terbang. Bulu-bulu ditiru dengan sejenis polimer dan ditempatkan pada sayap peswat sehingga bisa meningkatkan aerodinamika pesawat, membuat kemampuan terbang pesawat meningkat.

Elang perigrine beradaptasi dengan sangat baik di wilayah tundra dingin, gurun panas, permukaan laut, hingga pegunungan. Kemampuannya beradaptasi dan bermigrasi dalam jarak jauh membuat elang ini ditemukan di berbagai belahan dunia, kecuali antartika. Ini membuatnya menjadi salah satu predator yang sebarannya paling luas di dunia dan juga salah satu spesies burung yang paling banyak ditemukan.

Mangsa utama elang ini adalah aneka burung berukuran sedang, seperti merpati, nuri, jalak, camar, kolibri, kelelawar, dan ayam. Burung-burung ini diburu biasanya pada waktu sedang terbang. Alap-alap ini juga memangsa hewan-hewan lain, seperti kelinci,  serangga, kadal, ikan, dan hewan pengerat.

Para ahli mengenali 17 hingga 19 subspesies yang bervariasi yang didasari oleh tampilan dan jangkauan. Hampir semua subspesies di belahan bumi utara bermigrasi pada musim dingin ke daerah yang lebih hangat. Termasuk Falco peregrinus calidus dari Asia utara yang bermigrasi ke wilayah-wilayah pesisir dan dataran rendah kepulauan Sunda Besar.

Jenis elang yang menetap alias tidak bermigrasi, yaitu F.p. ernesti yang dijumpai di pegunungan-pegunungan Indonesia, yaitu di Sumatra Utara dan Barat, Kalimantan Utara, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Ambon, Ternate, Papua dan beberapa pulau di sekitarnya. Ras ini berwarna lebih gelap di dadanya dan keberadaannya langka.

Demikian informasi Elang Peregrine, burung tercepat di dunia. Semoga bermanfaat, selamat belajar, selamat berbudidaya, dan semoga sukses! (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini: 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here