Home Populer Inilah Fakta Menarik dari Taman Nasional Gandang Dewata

Inilah Fakta Menarik dari Taman Nasional Gandang Dewata

Agrozine – Taman Nasional Gandang Dewata merupakan salah satu wilayah konservasi berupa taman nasional yang berada di Sulawesi. Sebagai salah satu wilayah yang dilalui Garis Wallace, Taman Nasional Gandang Dewata memiliki keanekaragaman hayati yang indah. Kawasan ini kerap menjadi destinasi pendaki namun belum terlalu dikenal oleh masyarakat Indonesia.  Nyatanya, kawasan ini memiliki beragam fakta menarik yang patut diketahui oleh khalayak. Penasaran kan? Berikut ini adalah fakta menarik dari Taman Nasional Gandang Dewata!

 

  1. Ditetapkan sebagai Taman Nasional ke-53

Ditetapkannya Gandang Dewata sebagai taman nasional merupakan upaya pemerintah untuk melindungi kawasan ini. TNGD ditetapkan menjadi taman nasional berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor: SK.773/MENLHK/SETJEN/PLA.2/10/2016 yang memiliki lahan seluas 184.780 hektar.

 

  1. Terletak di 4 Kabupaten

Menariknya, secara administratif kawasan TNGD berada di antara empat kabupaten, yakni Kabupaten Mamasa, Kabupaten Mamuju, Kabupaten Mamuju Tengah, dan Kabupaten Mamuju Utara. Untuk mencapai kawasan ini, dapat menempuh dua jalur. Jalur pertama adalah jalan yang melalui Polewali menuju Kecamatan Mamasa, sedangkan jalur kedua yakni rute melalui Kabupaten Mamuju menuju Kecamatan Tabulahan.

 

  1. Gunung Tertinggi Kedua dari Pegunungan Quarles

Kawasan taman nasional berada di Gunung Gandang Dewata yang merupakan gunung tertinggi kedua dari gugusan Pegunungan Quarles, yang termasuk gugusan gunung batu dengan tipe hutan tropis mulai dari bagian tengah Sulawesi menuju bagian barat, tenggara, dan selatan.

  1. Destinasi Wisata Andalan Sulawesi Barat

Keberadaan taman nasional ini diyakini menjadi pintu gerbang peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus kemajuan industri parawisata. Kabupaten Mamasa sendiri merupakan destinasi wisata yang ada di Sulawesi Barat. Pengelolaan TNGD juga melibatkan masyarakat setempat dengan tetap menjaga dan melestarikan hak masyarakat adat.

 

  1. Habitat Spesies Burung Endemik

Menurut penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada 2013, Taman Nasional Gandang Dewata adalah habitat bagi sejumlah spesies burung endemik, bahkan ditemukan sejumlah spesies baru yang perlu terus dijaga. Spesies baru tersebut adalah Limnonectes sp dan Oreophryne sp yang juga kemungkinan endemis Sulawesi. Jenis satwa yang terdapat di TNGD antara lain burung alap-alap, anoa, dan elang Sulawesi, dan burung rangkong. Sedangkan jenis tumbuhan yang hidup di TNGD antara lain rotan, kalpataru, uruh, dan berbagai jenis anggrek.

 

  1. Dikelola Balai Besar KSDA Sulsel

Taman nasional ini dikelola oleh Balai Besar KSDA (Konservasi Sumber Daya Alam) Sulsel sebagai unit pendukung bersama pihak yang terkait. Mulai dari identifikasi, inventarisasi, perencanaan, peran kondisi kawasan, serta pengolaan mandiri yang meliputi perlindungan, pemanfaatan, perawatan SDA dan ekosistem TNGD.

 

  1. Pemanfaatan Air dari Kawasan TNGD

Air bersih yang berasal dari taman nasional ini dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar kawasan tersebut untuk pengairan dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Di Kecamatan Mamasa, potensi air dari kawasan ini dimanfaatkan sebagai sumber air minum untuk Kabupaten Mamasa.

 

Nah, itulah ragam fakta menarik dari Taman Nasional Gandang Dewata! Selain fakta tersebut, beredar pula mitos yang mengatakan jika terdengar suara gendang yang berbunyi dari puncak gunung, menandakan orang yang berada di atas gunung menghilang. Namun, suara gendang tersebut sebenarnya berasal dari satu bongkah batu yang memiliki bentuk seperti gendang dan bila jatuh mengeluarkan suara gema. (rin)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here