Home Kelautan Inilah Famili Cumi-Cumi di Indonesia Yang Enak Dikonsumsi

Inilah Famili Cumi-Cumi di Indonesia Yang Enak Dikonsumsi

Sumber foto: www.tokopedia.com/oceanfoodindonesia

Agrozine – Siapa yang tak suka seafood? Rasanya yang enak dan gurih membuatnya banyak digemari. Selain itu, kandungan gizinya yang baik bermanfaat bagi tubuh. Salah satu menu favorit di berbagai rumah makan seafood adalah cumi-cumi, yang dibumbui saus tiram, saus asam manis, ataupun cumi bakar. Tahukah kamu, di Indonesia ini ada beragam jenis cumi-cumi yang sudah lama dikenal dan dimanfaatkan sebagai lauk yang menggugah selera makan? Langsung disimak saja ya Sobat Agro, famili cumi-cumi di Indonesia yang enak dikonsumsi.

Cumi Bangka

Sesuai namanya, famili cumi-cumi yang satu ini banyak ditemukan di perairan Pulau Bangka. Cumi-cumi populer ini bisa dikenali dari tubuhnya yang berwarna putih dan memiliki banyak bintik merah. Cumi yang bernama ilmiah  Phololligo chinensis terlihat memiliki warna merah yang lebih dominan.

Ukurannya lebih panjang daripada cumi-cumi kebanyakan, berkisar antara 20—30 cm. Cumi ini memiliki ciri fisik tubuh yang bercorak kemerahan dan sirip yang agak lebar. Daging cumi bangka yang berwarna putih cukup tebal sehingga banyak yang menyukainya. Meskipun berdaging tebal dan lebar, cumi ini bertekstur kenyal dan lembut sehingga sangat cocok bagi orang yang bergigi sensitif.

Kamu bisa mengolah cumi-cumi bangka dengan cara dipanggang, digulai, disup, dibuat juhi, ataupun dijadikan kerupuk kemplang.

Cumi Sero

Inilah famili cumi-cumi yang paling populer di antara cumi-cumi lainnya. Cumi sero mudah ditemukan di pasar atau supermarket. Ukuran cumi-cumi ini berkisar antara 10—15 cm dan berwarna putih berbintik merah. Jika dibandingkan dengan cumi-cumi bangka, sero cenderung memiliki bintik merah yang lebih sedikit.

Cumi-cumi yang bernama ilmiah Uroteuthis sibogae ini lebih kecil dibandingkan cumi bangka. Panjangnya hanya sekitar 10-15 cm. Bentuknya pipih dengan daging berwarna putih dan sedikit bintik merah.

Hewan laut yang satu ini biasa dimasak menjadi tumisan atau sayur dalam keadaan utuh. Cumi-cumi sero yang lebih kecil juga sering dikeringkan menjadi cumi kering, seperti diolah menjadi cumi asin dan calamari tepung.

Cumi Sirip Besar

Cumi-cumi sirip besar atau big fin reet squid merupakan salah satu jenis cumi yang ada di Indonesia. Jenis cumi ini biasanya ditemukan di antara karang-karang atau padang lamun di perairan daerah utara Aceh dan juga di Kepulauan Seribu.

Hewan ini ditempatkan dalam genus Magnapinna dan keluarga Magnapinnidae. Sirip cumi-cumi ini terbentang lebih lebar dibandingkan cumi-cumi pada umumnya. Tubuhnya mirip seperti tabung jika dilihat secara sepintas.

Siripnya berbentuk oval besar yang membentang di sepanjang pinggiran mantelnya sehingga mirip dengan sotong. Cumi-cumi ini berukuran kecil hingga sedang, dengan panjang rata-rata 3,8 hingga 33 cm.

Cumi Telur

Cumi-cumi ini bernama ilmiah Sepioteuthis lessoniana atau kadang disebut sotong buluh.  Ciri khasnya, bagian perut cumi telur terlihat lebih besar dan menggembung. Cumi telur bisa dijumpai dengan mudah di pasar. Cumi telur daging yang lembut dan kenyal.

Cumi-cumi telur dicirikan oleh sirip lonjong besar yang memanjang di seluruh tepian mantelnya. Ukuran cumi-cumi ini hampir sama seperti cumi sero, berukuran kecil hingga sedang, rata-rata panjang tubuhnya 4 hingga 33 sentimeter.

Cumi telur biasa diolah di restoran seafood dan biasa dimasak dengan kocokan telur di bagian dalam perut cumi. Biasanya, cumi telur diolah menjadi tumisan ataupun dibakar dalam keadaan utuh. Contoh olahan yang menggunakan cumi telur adalah cumi asam manis dan cumi saus padang. Cumi telur yang berukuran kecil biasa dikeringkan agar lebih awet.

Sotong

Sotong tergolong dalam genus Cephalopoda dan masih satu famili dengan cumi-cumi. Sekilas keduanya mirip, tetapi terdapat perbedaan dalam ukuran dan bentuk tubuhnya. Sotong berukuran lebih besar daripada cumi-cumi dengan tulang transparan. Bentuk dari sotong lebih pipih, lebar, dan pendek, mirip seperti perisai.  Jika cumi-cumi berwarna putih dengan banyak bintik merah, sotong berwarna kuning atau cokelat saat dijual. Di alam, sotong bisa mengubah warna tubuhnya. Sotong memiliki aroma lebih amis dibandingkan famili cumi lainnya.

Sotong memiliki daging yang cukup tebal sehingga membutuhkan waktu lama untuk memasaknya. Di Indonesia, sotong biasa diolah menjadi tumisan yang kaya bumbu, seperti sotong balado, sotong asam manis, dan sotong masak hitam. Untuk menetralisir aroma amisnya, cuci sampai bersih, lalu balur dengan jeruk nipis atau dengan berbagai bumbu. Sotong bisa diolah dengan cara dibakar, ditumis, sebagai campuran sup, ataupun digoreng krispi.

Demikianlah informasi tentang famili cumi-cumi yang enak dikonsumsi. Semoga bermanfaat, tetap semangat belajar, selamat berbudidaya, dan semoga sukses! (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini: 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here