Home Kelautan Inilah Jenis-Jenis Ikan Hiu Unik Di Dunia (4)

Inilah Jenis-Jenis Ikan Hiu Unik Di Dunia (4)

Sumber foto: people.com

Agrozine –  Artikel sebelumnya: Inilah Jenis-Jenis Ikan Hiu Unik Di Dunia (3)

Hiu Putih Besar

Ikan hiu unik yang satu ini termasuk ikan yang berbahaya karena suka menyerang manusia. Hiu putih yang bernama ilmiah Carcharodon carcharias juga dikenal sebagai hiu putih besar, pointer putih, hiu putih, atau si putih yang mematikan. Ikan ini adalah hiu lamniformes besar yang ada di pesisir perairan di seluruh permukaan lautan utama.

Hiu putih besar dikenal karena ukurannya. Individu hiu putih terbesar panjang tubuhnya 6 meter dengan berat sebesar 1,1 ton saat sudah dewasa. Hiu ini berwarna abu-abu atau abu-abu kebiruan dengan sedikit warna putih di bagian perut. Hiu ini memiliki gigi berjumlah 300 gigi yang tajamnya seperti tepian gergaji. Gigi hiu ini panjangnya dapat tumbuh mencapai 7,5 cm. Hiu putih besar akan mencapai kedewasaan saat berumur 15 tahun dan dapat hidup sekitar 30 tahun.

Hiu putih ini bisa termasuk hiu terbesar yang dikenal di dunia dan merupakan salah satu predator utama untuk mamalia laut. Hiu ini memangsa hewan-hewan yang besar seperti anjing laut dan lumba-lumba. Selain itu, ia juga memangsa berbagai hewan laut lainnya, termasuk ikan, pinnipeds, dan juga burung laut.

IUCN (International Union for Conservation of Nature) memperlakukan hiu putih sebagai spesies yang hampir punah, walau termasuk dalam Appendix II dari CITES.

Hiu Wobbegong

Ikan hiu unik ini merupakan jenis hiu karpet, hidupnya dekat pantai Australia. Saat mencari mangsa, ikan ini bersembunyi di antara batu-batuan dan rerumputan. Jika ada ikan yang lewat di depannya, dia akan menerkam dan menggigit mangsanya.

Wobbegong atau hiu berjenggot adalah istilah yang mengacu kepada 12 spesies hiu karpet di dalam famili Orectolobidae. Ikan ini dapat ditemui di perairan dangkal tropis dan sedang di Samudra Pasifik barat dan Samudra Hindia timur, khususnya di sekitar Australia dan Indonesia, walaupun satu spesies (Orectolobus japonicus) dapat ditemui di Jepang. Kata “wobbegong” diyakini berasal dari bahasa penduduk asli Australia yang berarti “jenggot kasar”, yang mengacu kepada bentuk di mulut hiu ini.

Wobbegong adalah hiu yang tinggal di dasar laut. Panjang tubuhnya kebanyakan sekitar 1,25 m, tetapi hiu wobbegong yang terbesar, yaitu wobbegong berbintik (Orectolobus maculatus) dan wobbegong teluk (O. halei), memiliki panjang yang dapat mencapai 3 m.

Ikan hiu ini berkamuflase dengan baik dengan pola simetris yang menyerupai karpet. Oleh karena itu, wobbegong sering kali disebut juga dengan nama hiu karpet.

Wobbegong pada umumnya tidak berbahaya untuk manusia, tetapi mereka telah menyerang para perenang dan penyelam yang terlalu dekat dengannya. Australian Shark Attack File mencatat lebih dari 50 serangan wobbegong yang tidak terprovokasi. Meskipun begitu, serangan-serangan ini sama sekali tidak mematikan.

Hiu Zebra

Hiu zebra memiliki corak menyerupai kuda zebra. Namun, semakin bertambah usianya, motif garis-garis ini akan berubah menjadi titik-titik. Meskipun hiu zebra terlahir berwarna cokelat tua dengan garis-garis kekuningan, saat mereka mencapai usia dewasa, mereka melepaskan garis-garisnya menjadi titik-titik hitam kecil di tubuh berwarna coklat, sangat mirip dengan spesies macan tutul.

Tubuhnya panjang dengan bagian kepala lebih besar lalu mengecil ke belakang. Hiu zebra memiliki sirip yang berukuran sangat panjang, bahkan panjangnya hampir sepanjang tubuhnya. Hiu zebra mencapai panjang maksimal sekitar 2,5 m dan bisa hidup lebih dari 28 tahun di akuarium.

Jenis ikan hiu ini dapat ditemukan di Samudra Hindia dan Samudra Pasifik di kedalaman 5 sampai 30 meter. Hiu zebra kebanyakan hidup di perairan laut, namun juga ditemukan di habitat air payau dan air tawar.

Hiu zebra merupakan hiu yang hidup di habitat terumbu karang dangkal di perairan tropis di mana mereka dapat menggeliat di celah-celah sempit dan gua untuk mencari makanan. Hiu ini adalah penjelajah malam, berburu ikan kecil, siput, bulu babi, kepiting, dan invertebrata kecil lainnya yang bersembunyi di celah-celah. Meskipun mereka mungkin tidak terlihat ganas seperti kerabatnya yang bergigi, tubuh hiu zebra telah beradaptasi dengan sempurna untuk memangsa mangsanya. Barbel, atau organ mirip kumis di depan moncongnya, membantu mereka mencari mangsa, sementara tubuhnya yang fleksibel memungkinkan mereka menggeliat di ruang sempit tempat ikan-ikan kecil sering bersembunyi. Mereka juga memiliki mulut kecil dan otot insang yang kuat sehingga mudah menyedot mangsanya dalam sekali teguk.

Pada siang hari, hiu zebra lebih suka beristirahat di dasar laut menghadap arus sehingga mereka dapat memompa air melalui insangnya secara efisien dan bernapas sambil tetap diam. Jika arusnya cukup kuat, spesies hiu yang bergerak lambat ini teramati “berselancar”.

Selama reproduksi, hiu zebra jantan mentransfer sperma ke betina menggunakan clapper atau modifikasi sirip perut, dan hiu zebra betina dapat bertelur hingga empat telur sekaligus. Selubung telurnya dilapisi serat halus yang menjaganya tetap menempel di dasar laut selama sekitar enam setengah bulan saat berkembang. Anak hiu zebra mungkin memiliki panjang kurang dari satu kaki saat lahir, tetapi hiu dewasa dapat tumbuh hingga hampir 12 kaki dan memiliki ekor yang mencapai setengah panjang seluruh tubuhnya.

Hiu zebra dewasa tidak agresif dan hanya memiliki sedikit predator selain spesies hiu besar.

Seperti halnya hiu lainnya, ancaman terbesar bagi hiu zebra adalah manusia. Ikan hiu unik ini ditangkap oleh berbagai perikanan perairan pesisir dan dihargai karena dagingnya, yang dapat dijual segar atau dikeringkan di pasar-pasar di seluruh Indonesia, Thailand, Malaysia, Filipina, dan tempat lain. Hatinya juga diproses untuk mendapatkan vitamin dan siripnya dipotong untuk digunakan dalam sup sirip hiu yang menjadi makanan tradisional Tiongkok yang lezat. Praktik-praktik ini menurunkan populasi hiu zebra di sebagian besar wilayah jelajahnya dan mereka dianggap terancam punah oleh Daftar Merah IUCN.

Hiu Pemotong Kue

Meski sebutannya terkesan sepele, tetapi hiu ini justru lebih menakutkan dari beberapa hiu lain yang berukuran raksasa. Hiu ini berukuran sekitar 50 cm saja, tetapi dikenal dengan gigitannya yang sangat tajam. Hiu pemotong kue bahkan sanggup memangsa ikan yang ukurannya sama atau lebih besar dari dirinya.

Hiu pemotong kue yang bernama ilmiah Isistius brasiliensis ini juga disebut hiu cerutu atau cookiecutter shark. Ikan ini adalah spesies hiu Squaliform kecil dalam keluarga Dalatiidae. Hiu ini hidup di perairan samudera hangat di seluruh dunia, khususnya di dekat pulau-pulau, dan tercatat mencapai kedalaman 3,7 km. Ia bermigrasi secara vertikal hingga 3 km setiap hari, mendekati permukaan saat senja dan turun saat fajar.

Hiu pemotong kue memiliki tubuh silindris yang panjang dengan moncong pendek dan tumpul, mata besar, dua sirip punggung kecil tanpa tulang, dan sirip ekor yang besar. Warna tubuhnya cokelat tua.

Nama “hiu pemotong kue” mengacu pada cara makannya dengan mencungkil sumbat bundar, seolah-olah dipotong dengan pemotong kue dari bagian tubuh mangsanya.

Hiu ini terkesan berani atau bahkan nekat. Sebab, meskipun tubuhnya tergolong kecil, tetapi mereka berani menyerang ikan-ikan besar, seperti tuna, bawal laut, paus, lumba-lumba, dan bahkan hiu putih besar yang terkenal ganas.

Saat hiu pemotong kue sudah menemukan sasarannya, ia akan bergerak menuju bagian samping atau belakang targetnya itu. Sesudah itu, hiu pemotong kue akan menempel pada tubuh sasarannya dengan memakai mulutnya yang bundar dan berbentuk seperti penghisap. Kemudian, ia memotong daging mangsanya dengan gigi-giginya yang besar dan tajam. Begitu hiu pemotong kue sudah mencabik daging mangsanya, ia akan meninggalkan luka besar yang kedalamannya bisa mencapai lebih dari 6 cm. Hiu ini akan segera melepaskan diri dari mangsanya dan berenang menjauh.

Tanda yang dibuat oleh hiu pemotong kue telah ditemukan pada berbagai jenis mamalia laut dan ikan, serta di kapal selam, kabel bawah laut, dan tubuh manusia. Ikan hiu unik ini juga memakan mangsa yang lebih kecil, seperti cumi-cumi.

Meskipun jarang ditemui karena habitatnya di lautan yang cukup dalam, beberapa serangan terhadap manusia yang terdokumentasi tampaknya disebabkan oleh hiu unik ini. Namun, hiu berukuran kecil ini tidak dianggap berbahaya bagi manusia. Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (International Union for Conservation of Nature) telah memasukkan hiu unik ini ke dalam daftar yang paling tidak dikhawatirkan karena penyebarannya luas, tidak memiliki nilai komersial, dan tidak terlalu rentan terhadap perikanan.

Demikianlah Jenis-jenis ikan hiu unik yang ada di alam. Semoga bermanfaat, tetap semangat belajar, selamat berbudidaya, dan semoga sukses! (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here