Home Pertanian Inovasi Kementan, Sistem Barcode pada Label Benih

Inovasi Kementan, Sistem Barcode pada Label Benih

Agrozine.id – Kementerian Pertanian (Kementan) terus membangun terobosan inovasi memasuki era industri 4.0. Kementan menciptakan berbagai inovasi pelayanan publik secara prima menuju pertanian modern berbasis manajemen digital yang terintegrasi dengan jaringan internet. Salah satunya adalah sistem barcode pada label benih yang dapat diakses melalui smartphone.

Petani penerima bantuan benih di seluruh Indonesia sudah merasakan manfaatnya memperoleh benih bermutu. Direktur Perbenihan, Takdir Mulyadi menyatakan Kementan melalui Direktorat Perbenihan Ditjen Tanaman Pangan luncurkan aplikasi barcode/QR code berbasis smartphone dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat untuk memberikan informasi peredaran benih secara cepat dan tepat. Adapun informasi yang ditampilkan di barcode adalah meliputi jumlah, mutu, varietas, waktu, tempat serta status benih terkini yang beredar di Indonesia.

“Aplikasi ini sangat diperlukan dan menguntungkan, karena dapat mengatasi informasi pemalsuan benih yang luar biasa marak. Karena jika benih dipalsukan dan benih tidak tumbuh, yang jelek adalah produsen benihnya. Hal ini untuk melindungi produsen dan petani pengguna benih”, kata Takdir Mulyadi.

Baca Juga: Cegah Pemalsuan Benih, Kementan Luncurkan Fitur Barcode di Android

Dengan terbangunnya sistem ini, selain dapat mengatasi pemalsuan benih, juga meningkatkan kualitas layanan publik yang cepat dan tepat, efektif, efisien, transparan. Selain itu penggunaan aplikasi ini juga bisa untuk menelusuri kepastian jaminan mutu benih, stok dan sebaran benih yang diproduksi dan beredar di dalam negeri.

“Untuk itu semua produsen benih yang sudah tersertifikasi mandiri/belum harus mengakses seluruh produksi benih melalui aplikasi Barcode agar seluruh produksi dan stok benih yang beredar dapat tercatat dan terpantau di masyarakat dan ketika benih disalurkan, stok akan berkurang secara otomatis”, ujar Takdir Mulyadi.

“Hal ini sangat bermanfaat untuk pemerintah dalam mengambil langkah kebijakan tentang ketersediaan benih bermutu dalam negeri”, tambahnya.

Baca Juga: Mengenal SIMPAS: Sistem Aplikasi Resep Multiproduk Pertanian

Sementara itu Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengatakan hadirnya inovasi aplikasi Barcode berbasis smartphone ini adalah implementasi dari kebijakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk meningkatkan pelayanan publik yang prima dan sebagai wujud kepedulian Kementan untuk merespon cepat permasalahan pemalsuan benih yang marak terjadi dan beredar di masyarakat.

Beberapa produsen benih juga mengaku sudah menggunakan aplikasi ini dan merasakan manfaatnya. Seperti PT Syngenta dan PT BSI yang mengaku sangat mendukung sistem barcode pada label benih ini karena sangat membantu dalam mempermudah mengontrol peredaran benih terutama untuk mengetahui benih yang kadaluarsa dan jumlah stok benih yang tersedia. (ira)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here