Home Inovasi Inovasi Keren : Tandan Kosong Kelapa Sawit Menjadi Helm Serat Tahan Benturan...

Inovasi Keren : Tandan Kosong Kelapa Sawit Menjadi Helm Serat Tahan Benturan dan Baju Anti Peluru

stp.ipb.ac.id

Agrozine.id – Di tangan ilmuwan yang kreatif, sesuatu yang dianggap sampah bisa diubah menjadi produk berharga. Ilmuwan tersebut salah satunya Dr Siti Nikmatin, Dosen dari Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University. Ibu dosen yang pintar dan kreatif ini mengubah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) yang merupakan limbah perkebunan sawit menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Sungguh merupakan inovasi yang keren!

Apa yang dilakukannya hingga TKKS itu jadi berharga? Dr. Nikmatin memanfaatkan lignoselulosa yang terkandung dalam TKKS untuk diolah menjadi serat berukuran mikropartikel sebagai filler (penguat) polimer ABS untuk bahan baku pembuatan helm ramah lingkungan (Green Composite) dan juga sebagai bahan baju anti peluru. Wow, sesuatu yang jauh dari jangkauan pikiran banyak orang. Benar-benar inovasi yang keren!

Lalu, apa fungsi serat TKKS dalam helm? Serat dalam helm ini berfungsi untuk menyerap tumbukan akibat benturan yang terjadi saat kecelakaan. Harapannya, energi tumbukan ini tidak langsung mengenai kepala pengguna, tetapi diserap serat terlebih dahulu sehingga energi kinetik setelah tumbukan kecil dan kepala lebih terlindungi. Jadi, kepala kita akan lebih aman ketika menggunakan helm ini.

Terus, apa saja sih keunggulan helm berbahan baku TKKS ini?

  • Helm sudah memenuhi Standard Nasional Indonesia (SNI).
  • Helm mampu menyerap energi kinetik tumbukan sehingga kepala pengguna lebih terlindungi.
  • Memanfaatkan limbah kelapa sawit sehingga mengurangi masalah sampah.

Inovasi helm limbah tandan kelapa sawit ini mengantarkan Dr. Siti Nikmatin meraih Anugerah Inovasi bidang Lingkungan Hidup berjudul “Implementasi Helm Ramah Lingkungan dari Jawa Barat untuk Indonesia dari Pengolahan Limbah TKKS di PTPN VIII Cikasungka dan Polymer Recycle di Cibinong” dalam ajang Anugerah Inovasi, Prakasa dan Pelopor Pemberdayaan Masyarakat Jawa Barat 2016.

Dr Siti Nikmatin telah memproduksi helm full face, helm half face, helm anak dan helm sepeda dari serat limbah TKKS. Tak berhenti di situ, Dr Nikmatin terus melakukan pengembangan dengan menambahkan teknologi flame retardant untuk mendapatkan serat TKKS yang memiliki ketahanan panas lebih tinggi. Teknologi ini menjadi pengganti penggunaan compatibilizer (coupling agent) yang selama ini masih impor.

Selain dimanfaatkan untuk membuat helm,  limbah TKKS oleh Dr Siti Nikmatin juga dikembangkan menjadi inovasi keren lainnya, yaitu Bahan Baju Anti Peluru. Dari hasil treatment yang dilakukan, jika biomasa TKKS tersebut disusun dalam bentuk anyaman dengan orientasi sudut tegak lurus pada sistem komposit laminated atau sandwich, melalui penambahan coating material antipanas, anyaman serat TKKS  dapat menahan api dalam waktu 30 detik. Hal itu yang digunakan dalam perancangan baju anti peluru tersebut.

Dr. Siti Nikmatin dan Baju Anti Pelurunya (Sumber foto: sawitindonesia.com)

Untuk membuktikan ketahanan baju tersebut, Dr. Siti Nikmatin melakukan uji tembak menggunakan pistol glock dengan peluru MU1-TJ pada jarak efektif 25-50 meter. Baju antipeluru itu terbukti mampu menahan peluru tersebut. Sebuah inovasi yang keren banget, kan? (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here