Home Kampus Integrated Teaching Farm Fapet UGM Siap Dibangun Tahun 2021

Integrated Teaching Farm Fapet UGM Siap Dibangun Tahun 2021

integrated teaching farm

Agrozine.id – Fakultas Peternakan (Fapet) UGM akan membangun integrated teaching farm di lahan seluas 3,8 ha di Desa Jetis, Kecamatan Saptosari, Kecamatan Gunungkidul. Rencananya, di kawasan integrated teaching farm FApet UGM, akan difokuskan untuk kegiatan pengabdian dan penelitian sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Dekan Fapet UGM, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., IPU., ASEAN. Eng ketika memberikan sambutan dalam acara penanaman pohon langka yaitu gaharu, cendana, dan cempaka di lahan integrated teaching farm Fapet UGM pada, Jumat (18/12) lalu.

Baca juga: Fapet UGM Gelar Kontes Sapi Perah Semi Virtual Pertama di Indonesia

“Penanaman pohon adalah sebagai simbol hadirnya Fapet UGM secara fisik di kawasan yang akan dibangun sebagai integrated teaching farm,” ujarnya.

Ali Agus mengatakan, pengadaan lahan integrated teaching farm sampai pada tahap menggembirakan dengan dukungan penuh dari berbagai pihak yang berkepentingan. Tahun 2021 ini, pembangunan konstruksi akan dimulai dan diharapkan langkah kecil tersebut terfokus dan berjalan sesuai target.

Baca juga: Tim Dosen Fapet UGM Kembangkan Prototipe Portable Restraining Box

Camat Saptosari, Jarot Hadi Atmojo, SIP., M.Si mengatakan, seluruh lapisan masyarakat menanti hadirnya integrated teaching farm. Sebanyak 60% masyarakat di Gunungkidul menggeluti peternakan tetapi hasilnya masih jauh dari yang diharapkan. Sehingga, dengan dibangunnya integrated teaching farm dapat meningkatkan hasil masyarakat di sekitar kawasan.

Di kawasan integrated teaching farm tersebut, akan dibangun dua unit closed house, kandang sapi, gudang pakan, area perkantoran dan mess, embung, pengolahan limbah peternakan, dan lahan hijauan pakan ternak.

Fasilitas integrated teaching farm dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh civitas akademika Fapet UGM tetapi juga masyarakat. Secara khusus fasilitas di farm akan dimanfaatkan sebagai kegiatan pembelajaran, praktikum, dan riset mahasiswa S1, S2, dan S3. Dosen juga berkesempatan melaksanakan riset berkelanjutan untuk memperoleh teknik-teknik manajemen pemeliharaan ternak yang lebih baik dan efisien.

Baca juga: PT CPI dan Fapet Universitas Brawijaya Kunjungi Kandang Closed House

Selain itu, integrated teaching farm juga akan digunakan sebagai pusat kegiatan percontohan bagi peternak dalam memelihara ternak yang benar dan mendatangkan keuntungan, diskusi, dan studi banding terkait pengembangan peternakan. (ran)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here