Home Populer Intip Bagaimana Kondisi Orangutan Indonesia Saat Ini (2020)

Intip Bagaimana Kondisi Orangutan Indonesia Saat Ini (2020)

orangutan

Agrozine.id – Kondisi populasi orangutan Indonesia saat ini di alam liar terancam punah. Pasalnya, satu-satunya primata besar endemik ini hanya dapat ditemukan di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Terdapat dua spesies orangutan, yaitu Pongo abelii yang hidup di Pulau Sumatera dan Pongo pygmaeus yang hidup di Pulau Kalimantan. Berdasarkan data dari International Union for Conservation of Nature (IUCN), semua spesies orangutan tersebut dalam daftar spesies terancam kritis atau critically endangered yang merupakan kategori spesies yang berisiko tinggi untuk punah di alam liar.

Terancamnya status orangutan ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya yaitu habitat alaminya yang semakin sempit akibat ulah manusia seperti deforestasi hutan dan kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, hewan mamalia ini juga menjadi komoditi perdagangan di pasar gelap satwa. Tercatat beberapa kali usaha penyelundupan orangutan yang berhasil digagalkan.

Oleh sebab itu, upaya konservasi orangutan terus ditingkatkan. Menurut kajian Population and Habitat Viability Assessment Orangutan (PHVA) yang dilakukan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) pada tahun 2016-2018, kondisi habitat yang masih baik dan populasi orangutan yang masih bisa dijumpai yaitu ada di kawasan Wehea-Kelay dan Sungai Lesan Kalimantan Timur.

Peringati Hari Orangutan Sedunia 2020, Peneliti: Saatnya Menyudahi ...

Berdasarkan kajian tersebut, pada tahun 2016 terdapat akumulasi populasi yang tersebar di 42 sub meta populasi di Borneo diperkirakan jumlahnya 57.350 ekor dan pada tahun 2020 ini jumlahnya semakin berkurang. Hal senada disampaikan oleh pakar orangutan Universitas Indonesia Rondang Siregar pada tahun 2019 menyebutkan status populasi orangutan di Pulau Kalimantan semakin berkurang dan genting.

Sementara, untuk kajian populasi dan distribusi orangutan Sumatera (Pongo abelii) pada tahun 2004, dari 10 sub meta populasi diperkirakan terdapat 14.470 ekor dan diprediksi juga sudah berkurang di tahun 2020 ini.

Selain itu, kajian yang dilakukan oleh YKAN ini tidak hanya terkait populasi dan habitat orangutan saja, melainkan turut mengidentifikasi lebih dari 500 jenis satwa liar dan lebih dari 400 jenis pohon, yang sekitar 30 persen di antaranya merupakan pakan orangutan kalimantan sub jenis Pongo pygmaeus morio.

Melihat kondisi populasi orangutan di Indonesia yang menunjukkan ancaman kelestarian populasi dan habitatnya, oleh karenanya perlu upaya lebih serius lagi dalam perlindungan kawasan konservasi dan penerapan praktek-praktek pengelolaan yang baik di dalam maupun di luar habitat orangutan. Hasil kajian PHVA ini diharapkan bisa menjadi acuan dalam penyusunan strategi dan aksi konservasi orangutan. (ran)

 

Dilansir dari kompas.com, Jumat (21/08/2020) 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here