Home Kampus IPB University Ciptakan Kampus Desa, Pertama di Dunia

IPB University Ciptakan Kampus Desa, Pertama di Dunia

ipb.ac.id

Agrozine Bulan Mei ini merupakan bulan bersejarah bagi IPB University karena menciptakan momen akademis yang belum pernah ada di dunia, yaitu Wisuda Kampus Desa. Wisuda Kampus Desa ini merupakan yang pertama di Indonesia, bahkan di dunia. Belum ada lembaga lain yang menyelenggarakan Kampus Desa.

IPB University sukses menggelar Wisuda Kampus Desa yang berlangsung di Saung Kampus Desa Mekar Jaya RT 05/ RW 06, Desa Neglasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor pada 9 Mei 2023. Dalam kesempatan tersebut, Rektor IPB University, Prof Arif Satria, meluluskan 29 wisudawan yang merupakan peternak domba di Desa Neglasari.

Kampus Desa yang ke-43 di Posdaya Sabilulungan Desa Neglasari merupakan bagian dari keseluruhan Kampus Desa yang telah dilaksanakan sejak tahun 2016. Topik Kampus Desa di Neglasari ini adalah “Budidaya Domba Sehat Menuju Desa Wisata Edukasi Domba”. Berawal dengan kajian potensi dan penjajagan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan Kampus Desa di Desa Neglasari dapat dijadikan percontohan untuk kegiatan Kampus Desa di wilayah lainnya. Harapannya, terjadi kesinambungan terus-menerus antara kegiatan Kampus Desa dengan masyarakat di desa. Desa Neglasari memiliki kampung wisata dan mendapatkan predikat juara dua sebagai kampung dengan wisata terbaik di Kabupaten Bogor. Kegiatan ini ditutup dengan peninjauan kandang komunal dan potensi wisata di setiap titik di sekitar Desa Neglasari.

Program Kampus Desa merupakan sebuah upaya yang dikembangkan oleh P2SDM LPPM IPB untuk keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat secara swadaya dengan mensinergikan potensi IPB, masyarakat, pemda, dan swasta. Keluarga besar IPB (dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, alumni dan pensiunan) serta mitra-mitra IPB menyumbangkan ilmu, pengalaman, dan kepakarannya kepada masyarakat.

Program Kampus Desa pertama kali dilaksanakan oleh Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (P2SDM) IPB University pada tahun 2016 dan telah mendapat hak kekayaan intelektual dari Kemenkumham pada tahun 2021. Di Desa Neglasari, Program Kampus Desa tematik domba telah berjalan sejak tahun 2019. Program tersebut melibatkan dua kelompok peternak, yaitu Mekar Jaya dan Sugih Mukti. Selama 16 kali pertemuan, peserta mendapatkan berbagai materi, seperti beternak domba sehat, pakan hijauan, praktek penanaman pakan, sanitasi kandang, jaringan pemasaran domba, dan potensi kampung wisata edukasi domba.

IPB University telah hadir di 4.200 titik desa di Indonesia dalam rangka membangun kemandirian masyarakat dengan inovasi dan teknologi yang disalurkan. Selain itu, IPB juga membantu masyarakat membangun konektivitas dengan pasar. Menurut Prof Arif, apabila ingin semakin kuat maka kita dituntut untuk selalu berinovasi sehingga tercipta masyarakat yang mandiri.

Berjalannya Kampus Desa tidak lepas dari partisipasi berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun masyarakat setempat. Program Kampus Desa merupakan langkah konkret IPB University dalam upaya memberdayakan masyarakat. Harapannya, program kampus desa dapat terus berjalan sehingga masyarakat di desa tidak hanya berdaya saja, namun juga mandiri.

Kampus Desa merupakan program diseminasi ilmu dan teknologi ataupun metode, teknik, dan prototype produk yang baru dengan masyarakat sebagai sasaran keilmuan. Inovasi dikembangkan hasil dari riset-riset yang dilakukan IPB University dengan penemuan berupa program Kampus Desa dengan masyarakat di sekitar wilayah kampus.

Kampus Desa dapat dilaksanakan oleh PT yang berminat untuk saling berbagi ilmu dan keahlian kepada masyarakat sekitar. Metode pelaksanaan Kampus Desa menyesuaikan dengan karakteristik kemampuan peserta, yaitu orang dewasa yang telah memiliki banyak pengalaman pada bidang dan topik yang sedang dibahas. Metode yang digunakan terdiri dari ceramah, diskusi, praktik, dan pembuatan demplot. Kegiatan Kampus Desa merupakan yang pertama di Indonesia karena baru ada tahun 2016. Kegiatan Kampus Desa sebelumnya bernama General Kampus Desa.

IPB University dan masyarakat desa bersinergi untuk membangun teknologi yang inovatif. Kebangkitan ekonomi dapat dimulai dari tingkat terkecil, yaitu desa. Jika desa kuat, maka kota akan kuat, dan sebaliknya.

Dengan adanya Kampus Desa ini harapannya masyarakat mendapat ilmu dan teknologi di bidang pertanian, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lingkungan serta terselenggaranya program pemberdayaan masyarakat secara kontinyu.

Kampus Desa yang dilaksanakan dengan pola swadaya dan multi sharing antar berbagai komponen, hadir untuk memperkuat pengabdian Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan menyebarkan hasil-hasil penelitian IPB ke tengah-tengah masyarakat. Gagasan pola swadaya ini lahir  sebagai salah satu solusi untuk mampu melaksanakan pengabdian yang tepat waktu dan kontinu.

Dengan pola swadaya, pengabdian melalui Kampus Desa dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan waktu dan keleluasaan masyarakat. Dengan menghadirkan narasumber dari dosen dan alumni IPB, pola pengabdian swadaya ini telah menjadi salah satu elemen penentu dalam keberlanjutan Kampus Desa.

Mahasiswa IPB juga ikut berkontribusi dalam persiapan dan kelancaran aksi di lapang. Bahkan, Sekolah vokasi IPB telah menjadikan Kampus Desa sebagai laboratorium sosial pada mata kuliah Distribusi Informasi.

Demikianlah informasi tentang Kampus Desa. Semoga program yang dilaksanakan oleh IPB university dan masyarakat desa ini bisa terus berjalan dengan lancar demi kemajuan bangsa Indonesia. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here