Home Biodiversitas Jenis-Jenis Burung Kepodang Populer di Indonesia

Jenis-Jenis Burung Kepodang Populer di Indonesia

ebird.org

Agrozine – Kemerduan burung kepodang dan keindahan warna bulunya menjadikan burung pesolek ini banyak diburu sebagai burung peliharaan. Burung ini terdiri atas banyak spesies, setidaknya ada 30 spesies yang banyak tersebar di seluruh dunia. Berikut ini jenis-jenis burung kepodang yang populer di Indonesia.

 

Kepodang Cokelat

Kepodang cokelat (Oriolus szalayi) ditemukan di Papua Indonesia dan Papua Nugini. Burung ini mempunyai ukuran tubuh sekitar 27 cm, berwarna cokelat abu-abu dengan bercak kehitaman di muka, banyak coretan gelap di kepala dan tubuh bagian bawah, dan paruhnya merah darah. Burung remaja berparuh hitam dan alis putih mencolok. Burung remaja sangat mirip dengan jenis-jenis Cikukua, bedanya paruh Cikukua lebih tajam dan tidak memiliki coretan di tubuhnya.

Burung ini menghuni kanopi hutan di sekitar papua, tepi hutan dan hutan sekunder di dataran rendah dan perbukitan, juga di hutan rawa dan hutan mangrove, dari permukaan laut sampai ketinggian 1400 mdpl.

Kepodang Dada Merah

Burung kepodang dada merah (Oriolus cruentus) mempunyai warna yang berbeda dibanding burung kepodang yang lain. Umumnya burung kepodang cenderung memiliki warna bulu yang dominan berwarna kuning. Namun, burung ini memiliki banyak warna gelap di bulunya dan terdapat warna merah sedikit di bagian sayap serta kaki.

Burung ini ditemukan di Indonesia dan Malaysia, di mana habitat aslinya adalah hutan dataran rendah lembab subtropis atau tropis dan hutan pegunungan lembab subtropis atau tropis. Burung kepodang dada merah sangat jarang sehingga harganya tergolong mahal.

Kepodang Emas

Kepodang emas (Oriolus Chinensis) dengan warna kuningnya yang cerah terlihat menawan. Ciri dari kepodang yang satu ini adalah paruhnya berwarna oranye atau merah muda. Bulu-bulu mereka berwarna kuning terang dengan corak hitam di bagian kepala, sayap, dan ekornya. Jenis ini merupakan kepodang paling digemari para pecinta burung. Suara kicau mereka sangat unik dan berkarakter sehingga cocok dijadikan masteran.

Burung ini jadi maskot oleh pemerintah di wilayah Jawa Tengah karena melambangkan kejayaan serta kemakmuran, dilihat dari warna bulunya yang bercorak kuning emas menyala.

Burung kepodang yang masih berusia kurang dari 6 bulan dikenal dengan nama kepodang batu. Tubuh kepodang batu pada umumnya memiliki warna kuning yang agak pucat. Bahkan, terlihat seperti berwarna putih. Warna hitam di sekitar mata kepodang ini bahkan lebih pudar dari kebanyakan spesies lainnya. Di bagian dada terdapat bulu bercorak garis-garis hitam. Paruh dan kelopak matanya juga berwarna hitam legam.

Burung kepodang yang berusia 6 bulan hingga 1,5 tahun atau setelah mabung pertama dikenal dengan nama kepodang kapur. Kepodang kapur memiliki bulu berwarna kuning tegas. Terdapat corak garis hitam gelap di sekitar mata, pelipis hingga ke belakang kepala. Paruhnya berwarna abu-abu kemerahmudaan. Di bagian kelopak mata burung ini terdapat sedikit corak berwarna merah. Suara kicau mereka berkarakter.

Burung kepodang emas sangat sangat jarang sehingga harganya lumayan mahal. Meski mempunyai warna serta suara yang indah, burung ini lebih sering dijadikan hiasan di rumah dibandingkan untuk perlombaan.

Kepodang Halmahera

Kepodang halmahera (Oriolus phaeochromus) memiliki ukuran tubuh agak besar, yaitu 25 – 26 cm. Tubuhnya berwarna cokelat, seragam dengan tubuh bagian bawah yang berwarna lebih pucat atau lebih keabu-abuan dengan paruh berwarna hitam.

Penampilannya sangat mirip dengan burung cikukua hitam, tetapi ukuran tubuh cikukua hitam lebih besar dengan bentuk paruh yang lebih tajam.

Kepodang Seram

Kepodang seram (Oriolus forsteni) merupakan burung endemik di Seram dan dapat ditemukan di hutan dan tepi hutan di dataran rendah dan kaki bukit. Kepodang seram ditemukan hidup tunggal atau berpasangan.  Kepodang seram memiliki tubuh berukuran besar, panjangnya sekitar 31,5 cm. Tubuh bagian atas berwarna cokelat zaitun tua, sedangkan tubuh bagian bawah berwarna lebih pucat dan kekuningan.

Kepodang Sumatra

Burung kepodang sumatra merupakan jenis burung yang banyak dijual di Indonesia. Sebab, populasinya sangat banyak tersebar di Indonesia dan sangat laris di pasar burung Indonesia ini.

Rupa burung ini hampir sama dengan burung kepodang yang lain, tetapi burung kepodang sumatra mempunyai warna kuning emas yang sedikit pudar dibanding tipe yang lain. Burung kepodang sumatera mempunyai suara kicau yang lebih indah dibanding tipe burung kepodang yang lain. Burung ini diminati oleh banyak orang karena suaranya yang begitu istimewa. Burung ini mudah dirawat dan harganya tergolong murah.

Kepodang Sungu

Burung kepodang sungu ini mempunyai dimensi badan yang berbeda dari burung kepodang yang lain. Burung kepodang umumnya mempunyai  panjang badan 25 cm, tetapi burung ini dapat mencapai 28 cm.

Warnanya juga berbeda, yang biasanya mempunyai warna kuning keemasan, kepodang sungu mempunyai bulu bercorak abu-abu di bagian dada, bagian sayap bercorak putih sedikit, perutnya mempunyai warna abu-abu yang sedikit samar, serta paruh bercorak gelap. Burung ini umumnya tinggal di wilayah pegunungan yang mempunyai ketinggian 1.500 Mdpl.

Harga kepodang sungu lumayan mahal sebab sulit ditemukan karena habitat aslinya terletak di pegunungan serta tinggal di pohon-pohon besar.

Kepodang Timor 

Kepodang timor (Oriolus melanotis) mempunyai ukuran tubuh agak besar, yaitu 25,5 cm. Tubuh bagian atas berwarna cokelat zaitun, mantel dan mahkota burung jantan berwarna hijau-zaitun, tenggorokan dan dada berwarna hijau keabu-abuan, paruhnya cokelat.

Pada bagian muka terdapat bercak besar kehitaman dengan tepi berwarna keputihan, sedangkan tubuh bagian bawah berwarna lebih pucat dan paruh cokelat-kehitaman. Penampilan burung muda sangat mirip dengn burung betina, bedanya bagian dada lebih bercoret dengan iris kecokelatan.

Kepodang Tunggir Zaitun

Kepodang tunggir zaitun (Oriolus sagittatus) mempunyai tubuh berukuran besar (panjang 26 cm). Tubuh bagian atas berwarna zaitun abu-abu. Bagian dada, perut, dan tunggir keputih-putihan dengan coretan gelap. Paruhnya berwarna merah kelam.

Burung betina berwarna lebih abu-abu daripada jantan, tanpa sapuan kehijauan di tenggorokan. Burung remaja mempunyai tubuh bagian atas berwarna lebih abu-abu dengan paruh berwarna gelap. Penampilannya mirip dengan kepodang cokelat.

Kepodang tunggir zaitun menyukai lingkungan hutan yang lebih terbuka, dan mentolerir iklim yang lebih kering (tetapi bukan gurun).

Demikianlah jenis-jenis burung kepodang populer. Semoga bermanfaat dan semoga memotivasi untuk turut serta melestarikan keberadaan burung cantik ini. (das)\

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here